Jumat, 12 Februari 2016

My Note: Tenang saat ada Masalah



 
Sumber Gambar: Fanpage Mario Teguh


Minggu lalu nonton acara MTSS di MNC TV. Tema acaranya “Mulut Diam kepala Berisik”. Ada di satu segmen yang saya lupa segmen berapa, hehehe… Di segmen itu ada salah satu Quote yang cukup menarik di hati saya. Kenapa menarik? Karena ketika om Mario Teguh membacakan Quote tersebut, dan dilanjutkan dengan sedikit penjelasan. Saya langsung merespon dengan berkata, “Berarti kayak bapak, selalu bisa tenang meskipun sedang ada masalah berat atau cobaan yang sedang ia pikul.” Dan bapak pun merespon kata-kata saya dengan mengatakan, “Itulah hebatnya bapakmu.”
Share:

Kamis, 11 Februari 2016

{Artikel} Fenomena Facebook


TERNYATA FENOMENA FACEBOOK SUDAH DI SINGGUNG AL-QUR'AN

Sumber: Fanpage Mozaik Islam

Hari gini siapa yang tidak kenal Facebook? Bisa-bisa dibilang ketinggalan jaman atau tidak up todate kalau tidak punya akun Facebook. Tapi tahukah anda, fenomena Facebook ini ternyata sudah pernah disinggung di dalam ayat Al Qur’an. Tentu saja didalamnya tidak serta merta menyebutkan Facebook secara eksplisit. Melainkan fenomena yang berkaitan dengan aktivitas manusia modern di jejaring sosial yang satu ini.

Tidak percaya? Coba buka surat Al-Ma’arij ayat 19-21 yang bunyinya, ‘Sungguh, manusia diciptakan bersifat suka mengeluh. Apabila dia ditimpa kesusahan, ia berkeluh kesah. Dan apabila mendapat kebaikan dia jadi kikir.‘

Ayat diatas menjelaskan fenomena jamaah “Fesbukiyah” secara umum. Coba kita lihat status-status yang bertebaran di wall Facebook. Kebanyakan berisi keluh kesah, mirip kisah sinetron. Mulai dari bisul, jerawat sampai sakit encok semua ada. Masalah cuaca juga setali tiga uang. Saat hujan, mengeluh tidak bisa kemana-mana. Giliran hari panas, ganti mengeluh kepanasan di jalan.
Share:

[REVIEW BOOKS] Pertanyaan-pertanyaan dalam sebuah Perjalanan




Judul Buku : Rindu
 Penulis : Tere Liye
 ISBN : 978 – 602 – 8997 – 90 – 4
 Penerbit : Republika Editor /Penyelaras Kata: Andriyati
 Desain cover : EMTE
 Layout : Alfian
 Cetakan : XVI, Juni 2015
 Tebal : 544 Halaman


Sinopsis:

“Apalah arti memiliki, ketika diri kami sendiri bukanlah milik kami?
Apalah arti kehilangan, ketika kami sebenarnya menemukan banyak saat kehilangan, dan sebaliknya, kehilangan banyak pula saat menemukan?
Apalah arti cinta,

Ketika kami menangis terluka atas perasaan yang seharusnya indah? Bagaimana mungkin, kami terduduk patah hati atas sesuatu yang seharusnya suci dan tidak menuntut apa pun?

Wahai, bukankah banyak kerinduan saat kami hendak melupakan? Dan tidak terbilang keinginan melupakan saat kami dalam rindu? Hingga rindu dan melupakan jaraknya setipis benang saja.”

Ini adalah kisah tentang masa lalu yang memilukan. Tentang kebencian kepada seseorang yang seharusnya disayangi. Tentang kehilangan kekasih hati. Tentang cinta sejati. Tentang kemunafikan. Lima kisah dalam sebuah perjalanan panjang kerinduan.
Share:

My Note: Cinta yang Tulus


Ketika hati saya terluka, saya menuliskannya melalui kata-kata yang terurai di atas sebuah kertas. Bahkan, banyak puisi yang tercipta di saat luka itu masih dengan kejam menikam hati. Setelah hati saya sudah pulih dan sembuh. Saya membaca kembali semua tulisan itu. Lantas bersyukur, karena kini saya jadi mengerti dan benar-benar paham bahwa tidak semua orang punya cinta yang tulus. Dan tidak semua orang juga mampu menghargai orang yang cintanya tulus.

Kebanyakan orang hanya ingin dicintai atau bahkan sering memaksa untuk dicintai, tapi tidak mau belajar untuk mencintai dengan tulus. Padahal intinya bukan tentang siapa yang dicintai dan siapa yang mencintai. Melainkan apakah keduanya bisa sama-sama belajar untuk mencintai dengan tulus.

  - Nirwana Fitria -

 
Share:

Selasa, 09 Februari 2016

Senin, 08 Februari 2016

My Note: [Review] Acara “Indonesia Harmoni” di TVRI


Edisi                 :  Minggu, 31 Januari 2016

Penceramah       :  Ust. Taufik Nuh

Tema                :  1,5 jam hidup di dunia

Dalam acara tersebut, Ust. Taufik Nuh sebagai penceramah mengambil tema yang cukup menarik. Temanya adalah 1,5 jam hidup di dunia. Dan berikut poin-poin yang bisa saya ambil dari ceramah tersebut:

  •  Kalau mau mencari calon istri yang sempurna di muka bumi ini, tidak
    akan ada. Ada yang cantik seperti bidadari tapi tidak bisa memasak dan beberes rumah. Ada juga yang wajahnya biasa-biasa saja tapi pandai mengurus rumah tangga & jago memasak. Tapi, bagaimana pun juga, ketika kita sudah memiliki seorang istri, terlepas dari apapun kelebihan dan kekurangannya, berarti sudah dialah pilihan Allah yang terbaik untuk kita. Maka dari itu, sebisa mungkin ciptakan 1, 5 jam yang hanya sebentar itu (di dunia) menjadi  baik dan berkesan bersama istri.
  • Begitu pula ketika mencari seorang suami, tidak akan pernah ada yang sempurna. Ada yang cerewet tapi tidak pelit, ada juga yang tidak banyak bicara tapi pelit. Jika kita sudah memiliki seorang suami, apapun kekurangan dan kelebihannya, berarti itu sudah yang terbaik untuk kita dari Allah. Tugas kita adalah memanfaatkan waktu yang hanya 1,5 jam itu dengan sebaik-baiknya.


    Sesi Tanya Jawab:
Share:

Minggu, 07 Februari 2016

Sabtu, 06 Februari 2016

Jenis-Jenis Prosa

Pengertian Prosa

Prosa adalah suatu jenis tulisan yang dibedakan dengan puisi karena variasi ritme yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya.

Kata prosa berasal dari bahasa Latin "prosa" yang artinya "terus terang". Jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Karenanya, prosa dapat digunakan untuk surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media lainnya.prosa juga dibagi dalam dua bagian,yaitu prosa lama dan prosa baru,prosa lama adalah prosa bahasa indonesia yang belum terpengaruhi budaya barat,dan prosa baru ialah prosa yang dikarang bebas tanpa aturan apa pun.

Jenis-jenis prosa

Prosa biasanya dibagi menjadi empat jenis:

  • Prosa naratif

  • Prosa deskriptif

  • Prosa eksposisi

  • Prosa argumentatif

     

Prosa lama

Prosa lama merupakan karya sastra yang belum mendapat pengaruh dari sastra atau kebudayaan barat. Karya sastra prosa lama yang mula-mula timbul disampaikan secara lisan, disebabkan karena belum dikenalnya bentuk tulisan. Setelah agama dan kebudayaan Islam masuk ke indonesia, masyarakat menjadi akrab dengan tulisan, bentuk tulisan pun mulai banyak dikenal. Sejak itulah sastra tulisan mulai dikenal dan sejak itu pulalah babak-babak sastra pertama dalam rentetan sastra indonesia mulai ada. Adapun bentuk-bentuk sastra prosa lama adalah:

Share:

Rabu, 03 Februari 2016

My Note: The Power Of Dream



Di mata seorang pemimpi, hal yang menurut orang lain tidak mungkin, bisa jadi mungkin.
- Nirwana Fitria -

Saya adalah seorang pemimpi. I'm a Dreamer. Karena dengan bermimpi, saya jadi punya energi untuk terus berjuang meraih apa yang saya inginkan. Karena dengan bermimpi, saya masih punya alasan untuk tersenyum meskipun saya sedang dalam keadaan yang tidak memungkinkan untuk tersenyum.
Share: