Ketika
hati saya terluka, saya menuliskannya melalui kata-kata yang terurai di atas
sebuah kertas. Bahkan,
banyak puisi yang tercipta di saat luka itu masih dengan kejam menikam hati. Setelah
hati saya sudah pulih dan sembuh. Saya membaca kembali semua tulisan itu. Lantas
bersyukur, karena kini saya jadi mengerti dan benar-benar paham bahwa tidak
semua orang punya
cinta yang tulus. Dan tidak semua orang juga mampu menghargai orang yang cintanya tulus.
Kebanyakan
orang hanya ingin dicintai atau bahkan sering memaksa untuk dicintai, tapi
tidak mau belajar
untuk mencintai dengan tulus. Padahal intinya bukan tentang siapa yang dicintai
dan siapa yang
mencintai. Melainkan apakah keduanya bisa sama-sama belajar untuk mencintai
dengan tulus.
- Nirwana Fitria -
0 komentar:
Posting Komentar