Kamis, 11 Februari 2016

My Note: Cinta yang Tulus


Ketika hati saya terluka, saya menuliskannya melalui kata-kata yang terurai di atas sebuah kertas. Bahkan, banyak puisi yang tercipta di saat luka itu masih dengan kejam menikam hati. Setelah hati saya sudah pulih dan sembuh. Saya membaca kembali semua tulisan itu. Lantas bersyukur, karena kini saya jadi mengerti dan benar-benar paham bahwa tidak semua orang punya cinta yang tulus. Dan tidak semua orang juga mampu menghargai orang yang cintanya tulus.

Kebanyakan orang hanya ingin dicintai atau bahkan sering memaksa untuk dicintai, tapi tidak mau belajar untuk mencintai dengan tulus. Padahal intinya bukan tentang siapa yang dicintai dan siapa yang mencintai. Melainkan apakah keduanya bisa sama-sama belajar untuk mencintai dengan tulus.

  - Nirwana Fitria -

 
Share:

0 komentar:

Posting Komentar