Ketika Hidayah Menyapa
Oleh: Nirwana Fitria
Oleh: Nirwana Fitria
Hidayah memang bisa datang
kapan saja, di mana saja, dan pada siapa saja. Seperti tetangg saya. Sebut saja
dia Ummi Puput. Dulu kehidupan Ummi puput dan keluarganya (suami dan 2 orang
anak) terlihat biasa saja. Maksudnya, biasa karena sama saja dengan kehidupan
keluarga lain di sekitar tempat tinggal mereka. Tapi setahu saya, Ummi Puput
memang termasuk yang taat beribadah. Saya bisa menyimpulkan demikian karena
saya beberapa kali mendapati ia sedang sholat ketika saya ke rumahnya untuk
mengantar makanan. Sebagai tetangga, Ummi Puput dan mama saya memang cukup
dekat. Jadi, ketika salah satunya sedang masak makanan yang porsinya agak
lebih, biasanya akan saling mengantar makanan. Begitu pun yang saya lakukan
pada saat itu. Saya mendapat tugas dari mama untuk mengantarkan makanan ke
rumah Ummi Puput.
Ummi Puput menggunakan
jilbab hanya ketika ingin bepergian saja. Sedangkan di rumah ia lebih sering
memakai baju kaos + celana selutut, kadang-kadang juga memakai daster seperti
ibu-ibu pada umumnya. Saat keluar di depan rumah untuk membeli sayur, ia juga tidak
menggunakan jilbab. Masih tetap dengan gaya santainya. Lagipula, rata-rata
ibu-ibu di lingkungan kami memang hanya menggunakan jilbab ketika bepergian
saja. Kalau keluar rumah dengan jarak tempat yang dituju masih tergolong dekat,
biasanya hanya menggunakan baju santai seperti ketika di rumah. Dan itu adalah
sekilas gambaran tentang kehidupan Ummi Puput beberapa tahun lalu. Tapi, kini
semuanya berubah. Bahkan bisa dibilang berubah total.
Semua perubahan itu
berawal sejak Puput (anak sulung Ummi Puput) dimasukkan ke sekolah bebasic
islami. Setiap hari ada mobil khusus yang mengantar jemput Puput. Dan saya pun
pernah berpapasan dengan mobil tersebut saat hendak ke sekolah. Saya sempat
mendengar suara murattal Qur’an dari dalam mobil. Dan saat sekilas menengok ke
dalam mobil tersebut, nampak beberapa anak yang semuanya berpakaian muslim.
Setelah mencari informasi
tentang sekolah Puput. Saya pun akhirnya mengetahui bahwa di lingkungan tempat
sekolah Puput tersebut terdapat sebuah Masjid besar dan di Masjid tersebut
sering dijadikan tempat kajian/ta’lim. Dan ternyata Ummi Puput sering mengikuti
kajian di Masjid itu. Secara otomatis, lingkungan pergaulan Ummi Puput pun
mulai berubah.
“Berkumpullah dengan
orang-orang sholeh.”
Mungkin nasehat itulah yang
diaplikasikan oleh Ummi Puput. Dan karena itu juga, kini Ummi Puput beserta
suami dan anak-anaknya terlihat sangat religius disbanding sebelumnya.
Penampilan mereka pun tak luput dari nuansa islami yang sangat kental. Ummi
Puput sudah berjilbab Syar’i. Ketika membeli sayur di depan rumah pun yang
jaraknya lumayan dekat, Ummi Puput tetap berusaha Istiqomah menggunakan
jilbabnya. MasyaAllah. Sunggu hidayah memang tak pernah terduga datangnya.
Siapa yang sangka hidayah Ummi Puput datang dari anak sulungnya. Seandainya
anak sulungnya itu dimasukkan di sekolah umum, mungkin semua perubahan di diri
Ummi Puput tak akan seperti sekarang. Karena memang Lingkungan amat sangat
berpengaruh.
Rasanya teduh sekali
melihat keluarga kecil Ummi Puput. Bersamanya suami dan anak-anaknya, ia
merengkuh keindahan hidayah dan cinta dari Allah SWT. Tak salah rasanya jika
terselip doa dalam hati ini agar nantinya bisa dipertemukan dengan seseorang
yang mau bersama-sama merengkuh cinta dari Allah SWT. Bersama berjuang agar
hidup di dunia ini jadi tempat beramal dan beribadah untuk kemudian disatukan
kembali di syurga-Nya. Aamiin Yaa Rabbal ‘alamiin.
*****
Kendari, 16 Februari 2016
0 komentar:
Posting Komentar