Tampilkan postingan dengan label My Notes. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My Notes. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Juli 2016

Nilai-nilai Cinta Tanah Air dalam Film DESCENDANTS OF THE SUN


[RIVIEW FILM] DESCENDANTS OF THE SUN
Oleh: Nirwana Fitria

Sebenarnya saya sudah ingin “pensiun” dari menonton drama korea hehehe :D Tapi berhubung adik menyarankan untuk menonton film korea yang lagi happening berjudul “Descendants of the sun”, jadi yah sudahlah… Hitung-hitung sebagai hiburan juga. Di episode pertama, saya agak sedikit malam menontonnya karena menit-menit awal film diisi dengan adegan perang. Yah maklum lah, saya kan tidak suka dengan film berbau action. Tapi lagi-lagi adik saya dengan lihainya membujuk untuk terus menyaksikan film tersebut. Dan ternyata….. memang benar, film ini menarik. Sangat menarik malah. Bagaimana tidak. Pemeran utama prianya saja, wajahnya tampan sekali begitupun dengan pemeran utama wanita, tak kalah cantiknya. Selain ini, yang membuat saya penasaran adalah karena profesi yang diangkat dalam film ini adalah 2 profesi yang sangat penting dalam suatu negara. Yah, profesi itu adalah tentara dan dokter. Sehebat apapun sebuah negara, pasti tetap membutuhkan tentara sebagai pertahanan negara. Dan membutuhkan dokter untuk membantu dalam masalah kesehatan. Rasanya makin menarik saja film ini. Dan dalam tulisan kali ini, saya memang akan membuat Riview mengenai film ini. Jadi ikuti terus yah – baca hingga akhir ^^

Sumber Gambar: Mbah Google ^^

Share:

Sabtu, 09 Juli 2016

My Note: SINGLE

Bismillah...
Assalamualaikum...

Menikmati hari terakhir liburan, rasanya sayang jika terlewatkan tanpa nge-blog. Tapi tulisan ini sebenarnya isinya bukan tentang apa yang ingin saya tulis. Melainkan hanya ingin nge-share lirik lagu saja. Akhir-akhir ini lagi suka dengarkan lagunya Geisha - Sementara Sendiri. Lagu tersebut adalah Sountrack dari Film Single-nya Raditya Dika. Tahukan siapa Raditya Dika? Saya fikir tidak perlu lagi menjelaskan siapa dia. Because he is very Famous in Indonesia. Apalagi di kalangan anak muda. Wajarlah, sebab karya-karyanya memang selalu menarik untuk dibaca dan ditonton.
Share:

Jumat, 08 Juli 2016

My Note: Pesan Siaran

PESAN SIARAN
OLEH: NIRWANA FITRIA


Bismillah…
Assalamualaikum..

Taqobballlahu minna wa minkum.
Selamat Idul Fitri 1437 H.
Mohon maaf lahir dan batin.


Gema takbir menutup bulan Ramadhan yang kini telah berganti dengan syawal. Kini bulan penuh berkah itu telah beranjak meninggalkan kita. Bulan yang di dalamnya terdapat rahmat dan ampunan dari Allah. Bulan yang sangat mulia. Ketika takbir berkumandang, rasanya diri ini malu pada bulan Ramadhan. Malu karena ibadah yang jauh dari kata Baik. Ya Rabb… Maafkan hamba-Mu yang lalai ini .

Satu hal yang identik dengan nuansa lebaran adalah moment maaf-memaafkan. Seiring dengan perkembangan zaman dan kecanggihan teknologi. Kini, silahturahmi dalam rangka maaf-memaafkan itu sudah terwakili lewat ucapan melalui pesan singkat maupun lewat sosial media. Salah satu sosial media yang biasa digunakan adalah BBM.

SUMBER GAMBAR: MBAH GOOGLE ^^

Share:

Rabu, 08 Juni 2016

My Note: Maafkan ^^


Bismillah...
Assalamualaikum..


Beberapa waktu yang lalu, sosial media sempat dihebohkan oleh Meme “Maaf untuk mantan”. Para pengguna sosmed pun beramai-ramai memposting foto yang terdiri atas 2 frame. Frame pertama untuk foto masa lalu dan frame kedua untuk foto masa sekarang. Nampak sangat jelas perbedaannya. Dan tak lupa ditambahkan kata-kata : “Dear mantan… maafkan aku yang dulu.” 

Demam meme maaf untuk mantan tak hanya melanda masyarakat biasa. Kalangan artis pun tak mau kalah. Mereka memposting foto-fotonya masing-masing. Awalnya saya tahu tentang meme ini dari adik. Ia memperlihatkan fotonya yang dibuat jadi meme maaf untuk mantan. Saya pun tertawa saat melihatnya. Hingga iseng-iseng saya pun ikut membuatnya meskipun bukan 2 frame. Alasannya karena malas menampilkan foto masa lalu (masa lalu biarlah berlalu… cieee). 



Berbicara mengenai mantan, sebenarnya saya agak malas. Karena buat apa sih membahas sesuatu yang seharusnya sudah jauh tertinggal di belakang (baca: dilupakan). Tapi, berhubung tulisan ini ada hubungannya dengan mantan, yah terpaksalah saya jadi berbagi sedikit cerita. Belum lama ini, ketika sedang membuka facebook, saya kaget sekali melihat daftar permintaan pertemanan. Ada salah satu nama yang tidak asing, eh bukan satu malah. Tapi dua nama berbeda. Dua nama akun itu berasal dari orang yang sama. Nama itu sebenarnya tidak ingin lagi saya dengar. Nama yang sudah lama saya hapus dari memory. Namun, nama itu kembali muncul. Muncul sebagai 2 akun yang mengajukan “permintaan pertemanan”. Saya terpaku lama menatap layar HP. Entah apa yang ada difikiran saat itu. Rasanya ingin membuang jauh-jauh HP itu dari hadapan saya. hanya saja mengingat susahnya menabung untuk membelinya, akhirnya niat untuk membuang pun urung saya lakukan. Dan karena bingung hendak menekan tombol “terima atau abaikan”, saya pun iseng-iseng bertanya pada adik.
Share:

Selasa, 26 April 2016

My Note: Pernikahan Itu Sakral, bukan main-main!!

Bismillah.

Assalamualaikum... Lama tidak nge-blog nih. Jadi kangen :D Hmmm... Tulisan kali ini saya ingin berbagi mengenai pengalaman hidup seorang teman yang mungkin saja bisa jadi pelajaran dan diambil hikmahnya sebagai bahan instrospeksi diri.

Sejak tamat SMK, saya sudah beberapa kali mendengar kabar teman yang menikah. Entah itu teman SD, SMP maupun SMK. Saya turut bahagia mendengarnya, karena itu artinya mereka telah memulai babak baru dalam kehidupannya. Dan tentu saja sudah bertemu dengan seseorang yang akan mendampingi dalam melalui berbagai cobaan hidup. Ah indahnya.... Sedangkan saya bagaimana? Ah sudahlah tidak usah dibahas, sedih kalau diceritakan. Hehehe (Maklum lah kalau Jomblo itu agak sensitif kalau bahas mengenai pasangan). Tapi saya percaya bahwa setiap orang punya waktunya masig-masing. Waktu untuk mengucap janji seumur hidup. Dan tentu saja itu adalah rahasia Allah SWT. Kalau saya sih, positif thinking saja, kalau hingga detik ini saya belum dipertemukan dengan jodoh, mungkin itu karena Allah tahu bahwa saya belum siap untuk menjalani yang namanya "pernikahan". Makanya Allah memberi saya waktu dan kesempatan untuk memantaskan diri. Cieee..
Share:

Kamis, 10 Maret 2016

My Note: Penantian







Ada saat-saat di mana hati ini iri...
iri melihat teman-teman yang punya special of someone
untuk sekedar berbagi kabar dan curhat...
Tapi, ada sebagian hati yang selalu mengingatkan
untuk tetap istiqomah menanti dalam ketaatan...
Dan tetap yakin pada janji Allah..
Bahwa orang yang baik akan bersama dengan yang baik pula...
Itulah yang menguatkan...
sehingga ada keyakinan dalam hati...
Bahwa Seseorang yang namanya telah tertulis di sebelah namaku di Lauhul Mahfudz,
sekarang pun sedang memantaskan dirinya di hadapan Allah...
Sedang menikmati masa-masa kesendiriannya..
sedang mengisi masa penantiannya dengan hal-hal positif...
Dan tak pernah lelah meminta pada Allah
untuk dipertemukan dengan seseorang yang tepat, di waktu yang pas, dan dengan cara yang benar...
Karena di sini, saya pun demikian...

~ Nirwana Fitria ~

*****

Kendari, 10 Maret 2016


Share:

Sabtu, 05 Maret 2016

My Note: Empati Yang Luar Biasa


Empati Yang Luar Biasa
Oleh: Nirwana Fitria

 




Di zaman sekarang rasanya jarang sekali kita menemui orang yang rasa empatinya sangat tinggi. Orang baik mungkin banyak dan mudah ditemui, tapi yang memiliki empati tinggi? Mungkin bisa dihitung jari. Ketika menonton salah satu acara di TV one. Saya akhirnya menemukan salah satu orang yang rasa empatinya sangat tinggi. Dan jujur saja membuat saya malu dengan diri saya sendiri. Karena saya masih sering dibuat galau, gelisah atau bingung dengan masalah-masalah yang sebenarnya tidak terlalu besar dan rumit. Sedangkan dalam acara tersebut, seorang bapak bernama Dadang Heryadi bahkan rela mendedikasikan dirinya untuk membantu orang lain. Dan tahukah kalian orang lain yang saya maksud di sini siapa? Orang yang dibantu oleh bapak… adalah orang-orang yang sedang mendapat ujian berat berupa “kehilangan kesadaran” atau bahasa kasarnya gangguan kejiwaan. Sungguh bapak Dadang Heryadi berhati malaikat dan tentu saja itu dikarenakan rasa empatinya yang sangat tinggi dan dalam. MasyaAllah.
Share:

Kamis, 25 Februari 2016

My Note: Hiruk Pikuk Dunia Nyata dan Maya


Hiruk Pikuk Dunia Nyata dan Maya
Oleh: Nirwana Fitria


Sumber Gambar: Fanpage Meme Comic Islam


Kesibukkan duniawi terkadang membuat kita sebagai manusia menjadi lalai. Lalai dari kewajiban kita kepada Allah SWT. Lalai untuk mengingat kematian walau hanya sebentar. Kematian seolah terlihat jauh. Padahal kita tidak bisa menjamin apakah 5 detik kemudian kita masih bisa bernafas, masih bisa begerak, atau bahkan masih bernyawa atau tidak.

Di zaman sekarang, sepertinya bukan hanya kesibukkan di dunia nyata saja yang bisa melalaikan kita. Kesibukkan di dunia maya pun kini tak kalah hebat membuat kita makin lalai. Dunia maya memang menjanjikan kesenangan, hingga tanpa sadar membuat kita semakin lalai dari kewajiban sebagai hamba Allah.

Jika hidup ini hanya disibukkan oleh urusan di dunia nyata ditambah lagi urusan di dunia maya, Lantas Kapankah kita bersedia untuk sejenak meluangkan waktu guna mengingat kematian? Ah rasanya urusan kematian adalah nomor kesekian dalam “daftar urusan” kita.
Share:

Kamis, 18 Februari 2016

My Note: Beautiful Flowers

Bunga-bunga Indah

Perempuan biasanya menyukai Bunga Mawar. Karena Bunga Mawar selalu identik dengan cinta. Cieee…

Tapi entah mengapa saya justru lebih tertarik dengan bunga matahari. Saya lupa sejak kapan saya mulai jatuh hati dengan bunga matahari. Tapi yang jelas, di mata saya bunga ini selalu mempesona.

Bunga Matahari





Ada beberapa alasan yang menyebabkan bunga cantik ini diberi nama bunga matahari. Yang pertama, karena bunga matahari selalu mengikuti atau menghadap arah matahari. Yang kedua, karena warna kuning kontrasnya membentuk wujud seperti matahari sedang bersinar.


 
Share:

My Note: Hanya Sekedar Ikut-ikutan?


Hanya Sekedar Ikut-ikutan?
Oleh: Nirwana Fitria


Bintang: Lan, kamu tidak berminat pergi ke tempat wisata yang lagi ngetren di kota ini?

Bulan: Memangnya harus yah?

Bintang: Tidak juga sih. Tapi banyak orang yang ke sana loh. Mereka pada foto-foto terus upload ke sosmed. Coba deh cek sosmednya anak muda di kota kita ini, hampir semua ada foto yang lokasinya di tempat wisata itu.

Bulan: Jadi tujuannya hanya untuk berfoto dan diupload?
Share:

Selasa, 16 Februari 2016

My Note: Penentu Kebahagiaan Seseorang


Penentu Kebahagiaan Seseorang
Oleh: Nirwana Fitria


Bulan terlihat murung. Tidak seperti biasanya. Bintang pun langsung menghampiri dan bertanya, “Kamu kenapa, Lan?”

“Tidak kenapa-kenapa kok,” jawab Bulan dengan datar.

“Jangan bohong. Matamu sudah cukup menjelaskan segalanya. Pasti ada yang menganggu fikiranmu kan?” Tanya Bintang dengan tatapan tajam seperti sedang mengintrogasi penjahat.

“Sok tahu kamu,” jawab Bulan.
Share:

My Note: Ketika Hidayah Menyapa

Ketika Hidayah Menyapa
Oleh: Nirwana Fitria


Hidayah memang bisa datang kapan saja, di mana saja, dan pada siapa saja. Seperti tetangg saya. Sebut saja dia Ummi Puput. Dulu kehidupan Ummi puput dan keluarganya (suami dan 2 orang anak) terlihat biasa saja. Maksudnya, biasa karena sama saja dengan kehidupan keluarga lain di sekitar tempat tinggal mereka. Tapi setahu saya, Ummi Puput memang termasuk yang taat beribadah. Saya bisa menyimpulkan demikian karena saya beberapa kali mendapati ia sedang sholat ketika saya ke rumahnya untuk mengantar makanan. Sebagai tetangga, Ummi Puput dan mama saya memang cukup dekat. Jadi, ketika salah satunya sedang masak makanan yang porsinya agak lebih, biasanya akan saling mengantar makanan. Begitu pun yang saya lakukan pada saat itu. Saya mendapat tugas dari mama untuk mengantarkan makanan ke rumah Ummi Puput.
Share:

Jumat, 12 Februari 2016

My Note: Menulis itu...


Menulis itu Terapi. Menuliskan segala perasaan adalah cara menumpahkan beban. Dan setelah waktu perlahan pergi dari satu hari ke hari berikutnya hingga tahun pun ikut berganti. Semua beban,
Luka dan kekecewaan pun ikut pergi. Pergi bersama tulisan-tulisan lama yang kini berganti
dengan tulisan-tulisan baru bertema kebahagiaan.

 - Nirwana Fitria -


Share:

My Note: Tenang saat ada Masalah



 
Sumber Gambar: Fanpage Mario Teguh


Minggu lalu nonton acara MTSS di MNC TV. Tema acaranya “Mulut Diam kepala Berisik”. Ada di satu segmen yang saya lupa segmen berapa, hehehe… Di segmen itu ada salah satu Quote yang cukup menarik di hati saya. Kenapa menarik? Karena ketika om Mario Teguh membacakan Quote tersebut, dan dilanjutkan dengan sedikit penjelasan. Saya langsung merespon dengan berkata, “Berarti kayak bapak, selalu bisa tenang meskipun sedang ada masalah berat atau cobaan yang sedang ia pikul.” Dan bapak pun merespon kata-kata saya dengan mengatakan, “Itulah hebatnya bapakmu.”
Share:

Kamis, 11 Februari 2016

My Note: Cinta yang Tulus


Ketika hati saya terluka, saya menuliskannya melalui kata-kata yang terurai di atas sebuah kertas. Bahkan, banyak puisi yang tercipta di saat luka itu masih dengan kejam menikam hati. Setelah hati saya sudah pulih dan sembuh. Saya membaca kembali semua tulisan itu. Lantas bersyukur, karena kini saya jadi mengerti dan benar-benar paham bahwa tidak semua orang punya cinta yang tulus. Dan tidak semua orang juga mampu menghargai orang yang cintanya tulus.

Kebanyakan orang hanya ingin dicintai atau bahkan sering memaksa untuk dicintai, tapi tidak mau belajar untuk mencintai dengan tulus. Padahal intinya bukan tentang siapa yang dicintai dan siapa yang mencintai. Melainkan apakah keduanya bisa sama-sama belajar untuk mencintai dengan tulus.

  - Nirwana Fitria -

 
Share:

Selasa, 09 Februari 2016