Bismillah...
Assalamu'alaikum...
Kita sering mendengar kalimat "Hati orang itu seperti vas bunga, kaca atau kertas, yang kalau sudah pecah, retak atau kusut sudah tidak bisa lagi diperbaiki."
Yah memang demikian adanya. Jika vas bunga pecah maka akan susah diperbaiki, kalaupun bisa pasti tidak akan sama seperti sebelumnya. Begitu juga dengan kaca yang kalau retak, akan sulit disatukan kembali. Dan sama halnya dengan kertas yang kusut, sudah tidak bisa dibuat seolah seperti sedia
kala lagi. Tapi jika direnungi lebih dalam, vas bunga, kaca dan kertas adalah benda mati. Sedangkan hati itu milik manusia, dan manusia tentu punya perasaan dan juga logika. Itu artinya manusia memang diciptakan berbeda dengan benda mati.
Assalamu'alaikum...
Kita sering mendengar kalimat "Hati orang itu seperti vas bunga, kaca atau kertas, yang kalau sudah pecah, retak atau kusut sudah tidak bisa lagi diperbaiki."
Yah memang demikian adanya. Jika vas bunga pecah maka akan susah diperbaiki, kalaupun bisa pasti tidak akan sama seperti sebelumnya. Begitu juga dengan kaca yang kalau retak, akan sulit disatukan kembali. Dan sama halnya dengan kertas yang kusut, sudah tidak bisa dibuat seolah seperti sedia
kala lagi. Tapi jika direnungi lebih dalam, vas bunga, kaca dan kertas adalah benda mati. Sedangkan hati itu milik manusia, dan manusia tentu punya perasaan dan juga logika. Itu artinya manusia memang diciptakan berbeda dengan benda mati.
Dalam beberapa hal, mungkin memang agak susah memaafkan seseorang atau sesuatu. Tapi karena kita adalah manusia yang pada dasarnya masih punya perasaan dan logika, bukan tidak mungkin jika masih bisa memaafkan seseorang atau sesuatu itu. Begitu pula dengan kepercayaan, sulit memang
mengembalikan kepercayaan yang hilang, tapi kembali lagi, kita itu manusia, punya perasaan dan logika. Kita bisa saja memberi kesempatan kedua atau paling tidak kita memberikan waktu untuk seseorang itu membuktikan bahwa ia layak untuk kembali diberi kepercayaan.
Kalau kita yang ada di posisi si pembuat "kesalahan" atau yang tidak bisa menjaga "kepercayaan" lantas, kita meminta maaf atas kesalah yang kita perbuat atau meminta kesempatan untuk memperbaiki segala sesuatu agar kepercayaan itu bisa kembali, pastinya kita ingin agar orang lain bisa
memaafkan dan memberikan kesempatan pada kita kan? Begitu pula lah yang dirasakan orang lain yang meminta maaf atau kesempatan pada kita.
Cobalah melihatnya dari sudut pandang yang berbeda, pasti kita akan menemukan pemahaman yang berbeda pula. Jangan selalu hanya berpatokan pada sudut pandang kita saja.
^ Open Your Mind ^
Kendari, 11 Januari 2016
0 komentar:
Posting Komentar