Di tengah perjalanan, manusia teladan
sepanjang zaman ini menyaksikan sekelompok sahabat tengah berkumpul. Ramai.
Beliau pun menghampiri, lalu bertanya, “Untuk apa kalian berkumpul di tempat
ini?”
“Wahai kekasih Allah Ta’ala,” jawab
para sahabat, “kami berkumpul lantaran ada orang gila yang sedang mengamuk.”
Lepas menyaksikan sosok yang disebut
gila oleh para sahabatnya, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Dia
bukanlah gila. Dia hanyalah mendapat musibah (mubtala). Tahukah kalian,
siapakah orang gila yang sebenarnya (al-Majnun haq al-Majnun)?”
Para sahabat pun menggeleng, lalu
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan 6 sifat yang merupakan
ciri orang gila yang sebenarnya.
“Orang gila yang sebenarnya,” terang
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, “ialah
mereka yang berjalan dengan sombong; yang melihat orang lain dengan pandangan
merendahkan; yang senantiasa membusungkan dada; yang mengharapkan surga tapi
senantiasa melakukan perbuatan maksiat; yang keburukannya membuat orang lain
merasa tidak aman; yang kebaikannya tiada pernah diharapkan (oleh orang lain).”
Dalam hadits kutipan Rakhmad Zailani
Kiki yang merupakan Kepala Divisi Pengkajian dan Pendidikan Jakarta Islamic
Centre dalam Dialog Jum’at, 11 Desember 2015 ini, Rasulullah Shallallahu
‘Alaihi wa Sallam mengakhiri sabdanya dengan mengatakan, “Itulah orang gila
yang sebenarnya. Adapun orang ini, dia hanya sedang mendapatkan musibah
(mubtala) saja.”
Apakah ke-6 sifat yang disebutkan oleh
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam hadits ini ada di dalam diri
kita? Apakah kita kerap bersikap sombong? Apakah kita suka menolak nasihat yang
berasal dari orang lain? Apakah ada begitu banyak orang yang tidak nyaman saat
kita bicara atau hadir di sebuah lokasi?
Jika semua jawabannya ‘Ya’, nampaknya
kita perlu segera beristighfar. Memohon ampun kepada Allah Ta’ala, sebab
menurut Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, kita termasuk orang gila yang
sesungguhnya.
Selain itu, hendaknya kita menjadikan
hadits ini sebagai motivasi. Agar kita berlaku sebaliknya; rendah hati,
memberikan sebanyak-banyaknya manfaat untuk orang lain dengan lisan dan
perbuatan, serta bergegas dalam setiap proyek kebaikan untuk bekal dalam
kehidupan di akhirat kelak.
Wallahu a’lam. [Pirman/Kisahikmah]
Sumber: http://kisahikmah.com/jika-miliki-6-sifat-ini-anda-disebut-orang-gila-sebenarnya-oleh-rasulullah/
0 komentar:
Posting Komentar