Dalam sebuah Film Malaysia berjudul
“Syurga Cinta” dikisahkan ada seorang laki-lak yang kehidupannya dipenuhi
dengan hura-hura dan berbagai jenis kesenangan duniawi lainnya. Ia terlahir di
lingkungan keluarga yang tidak terlalu menanamkan nilai-nilai agama dengan baik
kepadanya. Ia adalah anak tunggal, tapi ia mempunyai seorang adik angkat.
Suatu hari laki-laki tersebut sedang
nongkrong di kafe bersama dengan teman-temannya. Lalu mereka mengadakan sebuah
taruhan untuk membuktikan apakah si laki-laki tersebut layak disebut sebagai
“Penakluk wanita”. Tapi taruhan kali ini bukanlah taruhan untuk memenangkan
hati seorang wanita biasa, melainkan wanita berjilbab. Kebetulan, pada saat
mereka nongkrong di kafe tersebut, ada beberapa orang wanita berjilbab yang
juga sedang ada di kafe tersebut. Dan akhirnya mereka memilih seorang wanita
berjilbab biru yang sedang berdiri di depan kasir bersama seorang temannya.
Lantas, teman si laki-laki tersebut berinisiatif untuk mencari sedikit
informasi mengenai wanita berjilbab tersebut. Dari informasi yang didapat,
ternyata si wanita berjilbab itu adalah seorang guru di salah satu sekolah.
Tanpa disangka-sangka, ternyata si wanita berjilbab itu adalah guru di tempat
adik angkat si laki-laki itu bersekolah. Sungguh kebetulan yang sangat
menguntungkan bagi si laki-laki tersebut.
Untuk memuluskan niatnya mendapatkan
hati si wanita berjilbab itu, akhirnya si laki-laki itu mulai mendekati adik
angkatnya. Sebelumnya, ia dan adik angkatnya tidak pernah akur. Karena bagi si
laki-laki tersebut, adik angkatnya bukanlah adik kandungnya. Tetapi, demi
melancarkan rencananya, ia pun mulai mendekati adik angkatnya tersebut. Dan ia
pun mengizinkan adik angkatnya itu untuk memanggilnya “abang”.
Rencana demi rencana pun disusun dan
dijalankan oleh si laki-laki tersebut dibantu dengan adik angkatnya. Hingga
akhirnya si laki-laki tersebut sedikit demi sedikit mulai dekat dengan si
wanita berjilbab itu. Biasanya hanya butuh waktu singkat untuk menaklukkan hati
wanita-wanita lain, tapi wanita berjilbab yang ia dekati ini nampaknya berbeda
dengan wanita-wanita lain yang ia dekati sebelumnya.
Dan awalnya, niatan si laki-laki
mendekati wanita berjilbab itu hanyalah untuk menang taruhan dari
teman-temannya. Tapi, semenjak mengenal lebih dekat si wanita berjilbab, banyak
hal yang berubah dari dirinya. Ia pun mulai kembali sholat dan belajar mengaji.
Ia malu pada adik angkatnya yang masih kecil tapi pemahaman agamanya lebih baik
disbanding dirinya. Dan hari-hari yang ia lalui kini menjadi lebih indah saat
mengenal si wanita berjilbab.
Tapi ada yang mengganggu hati dan
fikiran si laki-laki tersebut saat tanggal penentuan Taruhan itu sudah di depan
mata. Ada bagian dari hatinya yang senang karena sebentar lagi dia bisa menang
taruhan dan bisa membuktikan di depan teman-temannya bahwa ia adalah “penakluk
wanita sejati”. Tapi ada bagian lain dari hatinya yang tidak tega jika harus
menyakiti perasaan si wanita berjilbab itu. Ia tidak tega jika harus melukai
hati gadis baik hati itu.
Saat hari dimana berakhirnya waktu yang
diberikan/batas taruhan si laki-laki dan teman-temannya, ia pun mengajak si
gadis untuk bertemu dengan teman-temannya. Dan saat mendengar semua percakapan
antara si laki-laki tersebut dengan teman-temannya, tentu saja membuat si
wanita tersebut jadi terpukul. Ia tidak menyangka jika niat si laki-laki
tersebut mendekatinya adalah hanya untuk memenangkan taruhan. Ia pun pergi
sambil menangis.
Setelah hari itu, si laki-laki seperti
dihantui rasa bersalah. Ia jadi tidak tenang karena terus terbayang tentang si
wanita berjilbab yang ia lukai hatinya. Ia pun mencari si wanita tersebut ke
rumahnya, tapi ia tidak berhasil menemuinya. Begitu juga ketika ia pergi ke
sekolah tempat si wanita itu mengajar. Ia tidak berhasil menemui si wanita
tersebut. Tapi ia tidak menyerah, setiap hari ia berkunjung ke rumah si wanita
berjilbab tersebut dengan harapan bisa bertemu dan meminta maaf.
Suatu hari, ketika si laki-laki
berkunjung ke rumah si wanita berjilbab. Ayah si wanita tersebut menyuruh si
laki-laki tersebut masuk ke dalam. Mereka akhirnya ngobrol berdua. Ayah si
wanita belum memberikan informasi keberadaan anaknya. Ia mengajak si laki-laki
untuk ngobrol empat mata. Dan mereka membahas banyak hal. Salah satu pembahasan
mereka adalah tentang jodoh. Dan ayah si gadis tersebut mengatakan bahwa jodoh
itu ada 3 macam, yaitu:
- Jodoh dari Syaitan
Jodoh dari syaitan adalah
ketika seorang laki-laki dan seorang perempuan berkenalan, berpegangan tangan
dan terus berbuat maksiat. Hingga akhirnya membuat si perempuan mengandung. Dan
setelah itu si laki-laki dan si perempuan itu menikah. Itu jodoh dari syaitan
karena mereka menikah setelah berbuat maksiat sebelumnya.
- Jodoh dari Jin
Jodoh dari Jin adalah ketika
seorang laki-laki dan seorang perempuan berkenalan, si laki-laki menyukai si
perempuan. Tapi si perempuan tidak menyukai si laki-laki. Akhirnya cinta ditolak,
dukun pun bertindak. Hingga si perempuan pun mau menikah dengan si laki-laki.
Itu jodoh dari Jin, karena mereka menikah bukan murni karna si perempuan
menyukai si laki-laki, melainkan karena bantuan dukun.
- Jodoh dari Allah SWT
Jodoh dari Allah SWT adalah
ketika seorang laki-laki dan perempuan berpandangan mata yang akhirnya menusuk
ke kalbu, si laki-laki meminang si perempuan, dan si perempuan menerima
pinangan si laki-laki. Dan mereka berdua menikah. Insya’Allah kekal hingga
akhir hayat dan itulah yang dikatakan Syurga Cinta.
Setelah membahas banyak hal, termasuk
salah satunya tentang jodoh. Akhirnya ayah si wanita tersebut akhirnya member
tahu keberadaan anaknya dimana. Lantas, si laki-laki tersebut pergi ke tempat
yang diberitahukan oleh ayah si wanita berjilbab itu.
Saat berhasil menemukan keberadaan si
wanita berjilbab tersebut, terlihat sorot mata si wanita sangat dingin. Tak
sehangat dulu, saat mereka masih akrab. Si laki-laki pun berusaha meminta maaf.
Tapi si wanita langsung pergi dan berkata: “Hati dan perasaan saya bukan untuk
dipermainkan.”
Nampaknya si laki-laki sangat merasa
bersalah. Terlebih lagi, kini perasaannya terhadap si wanita tersebut telah
menjelma menjadi rasa cinta, dari yang awalnya bermula dari rasa kagumnya pada
si wanita tersebut. Akhirnya ia pun berinisiatif meminta bantuan adik angkatnya
dan juga ayah si wanita. Mereka pun menyusun rencana. Dan karena kekompakan
mereka bertiga, akhirnya rencana pun berjalan mulus. Si laki-laki itu
memanfaatkan kondisi tersebut untuk meminta maaf pada si wanita. Sekaligus
menjadikan moment itu sebagai moment ia melamar si wanita berjilbab tersebut.
Sungguh kisah yang
indah. Meskipun hanya kisah dalam sebuah film, tapi ada banyak hal-hal baik
yang bisa kita ambil dari kisah tersebut.
Kendari, 7 Januari 2016
0 komentar:
Posting Komentar