Kamis, 07 Januari 2016

My Note: Kisah Yang Indah

Dalam sebuah Film Malaysia berjudul “Syurga Cinta” dikisahkan ada seorang laki-lak yang kehidupannya dipenuhi dengan hura-hura dan berbagai jenis kesenangan duniawi lainnya. Ia terlahir di lingkungan keluarga yang tidak terlalu menanamkan nilai-nilai agama dengan baik kepadanya. Ia adalah anak tunggal, tapi ia mempunyai seorang adik angkat.

Suatu hari laki-laki tersebut sedang nongkrong di kafe bersama dengan teman-temannya. Lalu mereka mengadakan sebuah taruhan untuk membuktikan apakah si laki-laki tersebut layak disebut sebagai “Penakluk wanita”. Tapi taruhan kali ini bukanlah taruhan untuk memenangkan hati seorang wanita biasa, melainkan wanita berjilbab. Kebetulan, pada saat mereka nongkrong di kafe tersebut, ada beberapa orang wanita berjilbab yang juga sedang ada di kafe tersebut. Dan akhirnya mereka memilih seorang wanita berjilbab biru yang sedang berdiri di depan kasir bersama seorang temannya. Lantas, teman si laki-laki tersebut berinisiatif untuk mencari sedikit informasi mengenai wanita berjilbab tersebut. Dari informasi yang didapat, ternyata si wanita berjilbab itu adalah seorang guru di salah satu sekolah. Tanpa disangka-sangka, ternyata si wanita berjilbab itu adalah guru di tempat adik angkat si laki-laki itu bersekolah. Sungguh kebetulan yang sangat menguntungkan bagi si laki-laki tersebut.


Untuk memuluskan niatnya mendapatkan hati si wanita berjilbab itu, akhirnya si laki-laki itu mulai mendekati adik angkatnya. Sebelumnya, ia dan adik angkatnya tidak pernah akur. Karena bagi si laki-laki tersebut, adik angkatnya bukanlah adik kandungnya. Tetapi, demi melancarkan rencananya, ia pun mulai mendekati adik angkatnya tersebut. Dan ia pun mengizinkan adik angkatnya itu untuk memanggilnya “abang”.

Rencana demi rencana pun disusun dan dijalankan oleh si laki-laki tersebut dibantu dengan adik angkatnya. Hingga akhirnya si laki-laki tersebut sedikit demi sedikit mulai dekat dengan si wanita berjilbab itu. Biasanya hanya butuh waktu singkat untuk menaklukkan hati wanita-wanita lain, tapi wanita berjilbab yang ia dekati ini nampaknya berbeda dengan wanita-wanita lain yang ia dekati sebelumnya.

Dan awalnya, niatan si laki-laki mendekati wanita berjilbab itu hanyalah untuk menang taruhan dari teman-temannya. Tapi, semenjak mengenal lebih dekat si wanita berjilbab, banyak hal yang berubah dari dirinya. Ia pun mulai kembali sholat dan belajar mengaji. Ia malu pada adik angkatnya yang masih kecil tapi pemahaman agamanya lebih baik disbanding dirinya. Dan hari-hari yang ia lalui kini menjadi lebih indah saat mengenal si wanita berjilbab.

Tapi ada yang mengganggu hati dan fikiran si laki-laki tersebut saat tanggal penentuan Taruhan itu sudah di depan mata. Ada bagian dari hatinya yang senang karena sebentar lagi dia bisa menang taruhan dan bisa membuktikan di depan teman-temannya bahwa ia adalah “penakluk wanita sejati”. Tapi ada bagian lain dari hatinya yang tidak tega jika harus menyakiti perasaan si wanita berjilbab itu. Ia tidak tega jika harus melukai hati gadis baik hati itu.

Saat hari dimana berakhirnya waktu yang diberikan/batas taruhan si laki-laki dan teman-temannya, ia pun mengajak si gadis untuk bertemu dengan teman-temannya. Dan saat mendengar semua percakapan antara si laki-laki tersebut dengan teman-temannya, tentu saja membuat si wanita tersebut jadi terpukul. Ia tidak menyangka jika niat si laki-laki tersebut mendekatinya adalah hanya untuk memenangkan taruhan. Ia pun pergi sambil menangis.

Setelah hari itu, si laki-laki seperti dihantui rasa bersalah. Ia jadi tidak tenang karena terus terbayang tentang si wanita berjilbab yang ia lukai hatinya. Ia pun mencari si wanita tersebut ke rumahnya, tapi ia tidak berhasil menemuinya. Begitu juga ketika ia pergi ke sekolah tempat si wanita itu mengajar. Ia tidak berhasil menemui si wanita tersebut. Tapi ia tidak menyerah, setiap hari ia berkunjung ke rumah si wanita berjilbab tersebut dengan harapan bisa bertemu dan meminta maaf.

Suatu hari, ketika si laki-laki berkunjung ke rumah si wanita berjilbab. Ayah si wanita tersebut menyuruh si laki-laki tersebut masuk ke dalam. Mereka akhirnya ngobrol berdua. Ayah si wanita belum memberikan informasi keberadaan anaknya. Ia mengajak si laki-laki untuk ngobrol empat mata. Dan mereka membahas banyak hal. Salah satu pembahasan mereka adalah tentang jodoh. Dan ayah si gadis tersebut mengatakan bahwa jodoh itu ada 3 macam, yaitu:

  • Jodoh dari Syaitan
Jodoh dari syaitan adalah ketika seorang laki-laki dan seorang perempuan berkenalan, berpegangan tangan dan terus berbuat maksiat. Hingga akhirnya membuat si perempuan mengandung. Dan setelah itu si laki-laki dan si perempuan itu menikah. Itu jodoh dari syaitan karena mereka menikah setelah berbuat maksiat sebelumnya.
  • Jodoh dari Jin
Jodoh dari Jin adalah ketika seorang laki-laki dan seorang perempuan berkenalan, si laki-laki menyukai si perempuan. Tapi si perempuan tidak menyukai si laki-laki. Akhirnya cinta ditolak, dukun pun bertindak. Hingga si perempuan pun mau menikah dengan si laki-laki. Itu jodoh dari Jin, karena mereka menikah bukan murni karna si perempuan menyukai si laki-laki, melainkan karena bantuan dukun.
  • Jodoh dari Allah SWT
Jodoh dari Allah SWT adalah ketika seorang laki-laki dan perempuan berpandangan mata yang akhirnya menusuk ke kalbu, si laki-laki meminang si perempuan, dan si perempuan menerima pinangan si laki-laki. Dan mereka berdua menikah. Insya’Allah kekal hingga akhir hayat dan itulah yang dikatakan Syurga Cinta.


Setelah membahas banyak hal, termasuk salah satunya tentang jodoh. Akhirnya ayah si wanita tersebut akhirnya member tahu keberadaan anaknya dimana. Lantas, si laki-laki tersebut pergi ke tempat yang diberitahukan oleh ayah si wanita berjilbab itu.


Saat berhasil menemukan keberadaan si wanita berjilbab tersebut, terlihat sorot mata si wanita sangat dingin. Tak sehangat dulu, saat mereka masih akrab. Si laki-laki pun berusaha meminta maaf. Tapi si wanita langsung pergi dan berkata: “Hati dan perasaan saya bukan untuk dipermainkan.”


Nampaknya si laki-laki sangat merasa bersalah. Terlebih lagi, kini perasaannya terhadap si wanita tersebut telah menjelma menjadi rasa cinta, dari yang awalnya bermula dari rasa kagumnya pada si wanita tersebut. Akhirnya ia pun berinisiatif meminta bantuan adik angkatnya dan juga ayah si wanita. Mereka pun menyusun rencana. Dan karena kekompakan mereka bertiga, akhirnya rencana pun berjalan mulus. Si laki-laki itu memanfaatkan kondisi tersebut untuk meminta maaf pada si wanita. Sekaligus menjadikan moment itu sebagai moment ia melamar si wanita berjilbab tersebut.


Sungguh kisah yang indah. Meskipun hanya kisah dalam sebuah film, tapi ada banyak hal-hal baik yang bisa kita ambil dari kisah tersebut.


Kendari, 7 Januari 2016


Share:

0 komentar:

Posting Komentar