Selasa, 05 Januari 2016

[Event 14] Lomba dari Fanpage Gadget Muslimah

Mama adalah Sumber Kebahagiaan
Oleh: Nirwana Fitria


Sebelumnya mama adalah seorang ibu rumah tangga yang sehari-hari di rumah dan bergelut dengan urusan rumah tangga saja. Setiap hari Mama selalu bangun lebih awal untuk memasak nasi. Dan juga membangunkan saya dan adik-adik untuk bersiap ke sekolah. mama juga termasuk tipe orang yang sangat menjaga kebersihan rumah. Semuanya berjalan seperti biasa sejak saya masih kecil hingga memasuki bangku sekolah menengah atas. Sebagai anak sulung, saya pun mulai belajar membantu pekerjaan mama di rumah sejak masih SD. Meskipun pekerjaan yang saya lakukan hanya sebatas apa yang saya bisa saja. Seperti mencuci piring, menyapu, dan juga menjaga adik.

Sebagai anak yang mempunyai seorang mama yang full time bekerja sebagai ibu rumah tangga, tentu saja saya sangat bahagia dan bersyukur. Karena bapak belum tentu bisa meluangkan waktunya seperti mama di rumah. Sebagai kepala keluarga, bapak memang bertugas sebagai pencari nafkah. Jadi tentu saja saya merasakan keseimbangan dalam hidup saya. Tapi sepertinya, Skenario kehidupan telah berubah. Semenjak bapak dipindah tugaskan dari kantor tempatnya bekerja. Sehingga penghasilan bapak sudah tidak seperti dulu lagi. Bahkan bisa dibilang ekonomi keluarga sangat kurang. Dan mungkin ini adalah salah satu bentuk ujian dari Allah untuk keluarga saya. Untuk menguji apakah kami sekeluarga bisa tetap sabar atau tidak.


Waktu terus berjalan, hingga mengantarkan saya pada sebuah kenyataan bahwa mama harus membantu bapak untuk bekerja. Semua itu dilakukan agar kebutuhan ekonomi keluarga kami bisa tercukupi. Dan itu terjadi tepat ketika saya sudah lulus dan niatan untuk melanjutkan kuliah pun terpaksa harus ikut tertunda. Ada rasa kecewa di hati saya. Setiap hari saya berusaha menghibur diri untuk mengurangi kekecewaan saya. Dan untuk mengisi waktu, saya sempat berniat untuk mencari pekerjaan. Tapi sayangnya, mama melarangnya dengan alasan biarlah mama saja bekerja, saya cukup di rumah dan menjaga adik saya yang masih berusia 3 tahun. Saya pun mengikuti apa yang mama suruhkan.

Sebenarnya saya tidak tega melihat mama yang harus bekerja di sebuah toko penjualan jilbab. Saya ingin sekali menggantikan mama. Tapi mama tetap tidak mau. Saya pun menjalani hari-hari dengan berusaha menggantikan tugas mama di rumah. Mulai dari membersihkan, memasak, mencuci piring, menyapu, mengepel dan terutama menjaga adik bungsu saya. Setiap hari mama berangkat kerja pukul 15.00 sore dan pulang pukul 22.00 malam. Biasanya ketika mama pulang, adik bungsu saya sudah tertidur karena lelah seharian bermain. Saya belum bisa tidur sampai mama pulang kerja. Ketika sampai di rumah, mama biasanya meminta untuk dibuatkan teh hangat. Dan saya pun membuatkan untuknya.

Kalau penjualan hari itu lumayan banyak, mama biasanya membeli makanan untuk kami makan di rumah. Mama hanya makan sedikit saja, dan menyuruh kami untuk menghabiskan makanan yang ia beli. Bagi mama, melihat kami senang saja itu sudah membuatnya kenyang. Mama memang selalu terlihat tegar di hadapan saya dan adik-adik. Meskipun terlihat tegar, saya bisa merasakan lelah dan beban yang mama pikul. Dalam hati kecil, saya selalu merasa bersalah karena belum bisa membantu meringankan beban mama. Tapi bagi mama, saya sudah cukup banyak membantunya dengan mengerjakan pekerjaan di rumah dan juga menjaga adik bungsu saya yang masih sangat membutuhkan perhatian.

Mama adalah malaikat tak bersayap yang selalu mampu memancarkan cahaya kasih sayangnya dalam segala bentuk. Mama adalah sosok pelindung yang selalu menjaga tanpa pernah meminta untuk disebut sebagai pelindung. Mama adalah wanita paling tegar dan kuat dalam menjalani kehidupan ini. Mama adalah wanita paling hebat di hati kami anak-anaknya. Bagi saya, kebahagiaan yang mama berikan adalah kebahagiaan yang tanpa batas. Kebahagiaan yang tidak bisa diukur hanya dari seberapa banyak materi yang ia beri. Karena kebahagiaan yang diberikan oleh mama adalah kebahagiaan sejati yang tidak mampu digantikan oleh apapun. Mama adalah sumber dari segala kebahagiaan. Terima kasih banyak Mama tercinta.

BIODATA PENULIS
Nama: Nirwana Fitria
Akun Facebook: Nirwana Fitria

Share:

0 komentar:

Posting Komentar