Mama
adalah Sumber Kebahagiaan
Oleh:
Nirwana Fitria
Sebelumnya mama adalah
seorang ibu rumah tangga yang sehari-hari di rumah dan bergelut dengan urusan
rumah tangga saja. Setiap hari Mama selalu bangun lebih awal untuk memasak
nasi. Dan juga membangunkan saya dan adik-adik untuk bersiap ke sekolah. mama
juga termasuk tipe orang yang sangat menjaga kebersihan rumah. Semuanya
berjalan seperti biasa sejak saya masih kecil hingga memasuki bangku sekolah
menengah atas. Sebagai anak sulung, saya pun mulai belajar membantu pekerjaan
mama di rumah sejak masih SD. Meskipun pekerjaan yang saya lakukan hanya
sebatas apa yang saya bisa saja. Seperti mencuci piring, menyapu, dan juga menjaga
adik.
Sebagai anak yang mempunyai
seorang mama yang full time bekerja sebagai ibu rumah tangga, tentu saja
saya sangat bahagia dan bersyukur. Karena bapak belum tentu bisa meluangkan
waktunya seperti mama di rumah. Sebagai kepala keluarga, bapak memang bertugas
sebagai pencari nafkah. Jadi tentu saja saya merasakan keseimbangan dalam hidup
saya. Tapi sepertinya, Skenario kehidupan telah berubah. Semenjak bapak
dipindah tugaskan dari kantor tempatnya bekerja. Sehingga penghasilan bapak
sudah tidak seperti dulu lagi. Bahkan bisa dibilang ekonomi keluarga sangat
kurang. Dan mungkin ini adalah salah satu bentuk ujian dari Allah untuk
keluarga saya. Untuk menguji apakah kami sekeluarga bisa tetap sabar atau
tidak.
Waktu terus
berjalan, hingga mengantarkan saya pada sebuah kenyataan bahwa mama harus
membantu bapak untuk bekerja. Semua itu dilakukan agar kebutuhan ekonomi
keluarga kami bisa tercukupi. Dan itu terjadi tepat ketika saya sudah lulus dan
niatan untuk melanjutkan kuliah pun terpaksa harus ikut tertunda. Ada rasa
kecewa di hati saya. Setiap hari saya berusaha menghibur diri untuk mengurangi
kekecewaan saya. Dan untuk mengisi waktu, saya sempat berniat untuk mencari
pekerjaan. Tapi sayangnya, mama melarangnya dengan alasan biarlah mama saja
bekerja, saya cukup di rumah dan menjaga adik saya yang masih berusia 3 tahun.
Saya pun mengikuti apa yang mama suruhkan.
Sebenarnya saya tidak tega melihat mama yang
harus bekerja di sebuah toko penjualan jilbab. Saya ingin sekali menggantikan
mama. Tapi mama tetap tidak mau. Saya pun menjalani hari-hari dengan berusaha
menggantikan tugas mama di rumah. Mulai dari membersihkan, memasak, mencuci
piring, menyapu, mengepel dan terutama menjaga adik bungsu saya. Setiap hari mama
berangkat kerja pukul 15.00 sore dan pulang pukul 22.00 malam. Biasanya ketika
mama pulang, adik bungsu saya sudah tertidur karena lelah seharian bermain.
Saya belum bisa tidur sampai mama pulang kerja. Ketika sampai di rumah, mama
biasanya meminta untuk dibuatkan teh hangat. Dan saya pun membuatkan untuknya.
Kalau penjualan hari itu
lumayan banyak, mama biasanya membeli makanan untuk kami makan di rumah. Mama
hanya makan sedikit saja, dan menyuruh kami untuk menghabiskan makanan yang ia
beli. Bagi mama, melihat kami senang saja itu sudah membuatnya kenyang. Mama
memang selalu terlihat tegar di hadapan saya dan adik-adik. Meskipun terlihat
tegar, saya bisa merasakan lelah dan beban yang mama pikul. Dalam hati kecil,
saya selalu merasa bersalah karena belum bisa membantu meringankan beban mama.
Tapi bagi mama, saya sudah cukup banyak membantunya dengan mengerjakan
pekerjaan di rumah dan juga menjaga adik bungsu saya yang masih sangat
membutuhkan perhatian.
Mama adalah malaikat tak
bersayap yang selalu mampu memancarkan cahaya kasih sayangnya dalam segala
bentuk. Mama adalah sosok pelindung yang selalu menjaga tanpa pernah meminta
untuk disebut sebagai pelindung. Mama adalah wanita paling tegar dan kuat dalam
menjalani kehidupan ini. Mama adalah wanita paling hebat di hati kami
anak-anaknya. Bagi saya, kebahagiaan yang mama berikan adalah kebahagiaan yang
tanpa batas. Kebahagiaan yang tidak bisa diukur hanya dari seberapa banyak
materi yang ia beri. Karena kebahagiaan yang diberikan oleh mama adalah kebahagiaan
sejati yang tidak mampu digantikan oleh apapun. Mama adalah sumber dari segala
kebahagiaan. Terima kasih banyak Mama tercinta.
BIODATA PENULIS
Nama: Nirwana Fitria
Akun Facebook:
Nirwana Fitria
0 komentar:
Posting Komentar