Penentu Kebahagiaan
Seseorang
Oleh: Nirwana Fitria
Oleh: Nirwana Fitria
Bulan terlihat murung.
Tidak seperti biasanya. Bintang pun langsung menghampiri dan bertanya, “Kamu
kenapa, Lan?”
“Tidak kenapa-kenapa kok,”
jawab Bulan dengan datar.
“Jangan bohong. Matamu
sudah cukup menjelaskan segalanya. Pasti ada yang menganggu fikiranmu kan?”
Tanya Bintang dengan tatapan tajam seperti sedang mengintrogasi penjahat.
“Sok tahu kamu,” jawab
Bulan.
“Hehe… Mending sok tahu
daripada sok pintar. Ayo dong cerita, Lan!” ujar Bintang
Dengan sedikit terpaksa,
akhirnya Bulan mau menceritakan apa yang membuatnya terlihat murung, “Aku sedih
dan mungkin bisa dibilang kecewa. Ada tante yang selalu memaksaku untuk segera
menikah agar meringankan beban orang tuaku. Padahal aku masih ingin kuliah.”
“Mungkin tantemu bermaksud
baik, Lan.”
“Iyah, aku tahu. Tapi
masalah pernikahan itu bukan masalah sepele. Itu masalah serius. Pernikahan itu
sekali seumur hidup. Mental, fisik, spiritual, dan financial sangat dibutuhkan.
Dan aku sadar bahwa saat ini aku sama sekali belum siap. Apalagi dari segi
mental.”
“Sabar yah, Lan. Kamu
tunjukkan saja bahwa prioritasmu saat ini adalah ingin melanjutkan study.
Sambil kuliah nanti tentu kesiapan akan muncul dengan sendirinya. Lagipula kami
saat ini belum punya calon yang bisa diajak nikah kan?”
“Nah, itu dia. Tanteku itu
memaksakan seolah-olah aku ini sudah memperkenalkan seseorang, padahal sama
sekali belum ada yang kukenalkan dengan keluarga.”
“Kadang, orang-orang
seperti merasa berhak menentukan kebahagiaan dan jalan hidup seseorang. Padahal
yang nantinya menjalani dan merasakan bukan mereka. Hingga mereka lupa bahwa
ada yang lebih berhak atas kehidupan seseorang, yaitu Allah SWT.”
“Iyah… Kamu benar.”
0 komentar:
Posting Komentar