Selasa, 16 Februari 2016

My Note: Penentu Kebahagiaan Seseorang


Penentu Kebahagiaan Seseorang
Oleh: Nirwana Fitria


Bulan terlihat murung. Tidak seperti biasanya. Bintang pun langsung menghampiri dan bertanya, “Kamu kenapa, Lan?”

“Tidak kenapa-kenapa kok,” jawab Bulan dengan datar.

“Jangan bohong. Matamu sudah cukup menjelaskan segalanya. Pasti ada yang menganggu fikiranmu kan?” Tanya Bintang dengan tatapan tajam seperti sedang mengintrogasi penjahat.

“Sok tahu kamu,” jawab Bulan.


“Hehe… Mending sok tahu daripada sok pintar. Ayo dong cerita, Lan!” ujar Bintang

Dengan sedikit terpaksa, akhirnya Bulan mau menceritakan apa yang membuatnya terlihat murung, “Aku sedih dan mungkin bisa dibilang kecewa. Ada tante yang selalu memaksaku untuk segera menikah agar meringankan beban orang tuaku. Padahal aku masih ingin kuliah.”

“Mungkin tantemu bermaksud baik, Lan.”

“Iyah, aku tahu. Tapi masalah pernikahan itu bukan masalah sepele. Itu masalah serius. Pernikahan itu sekali seumur hidup. Mental, fisik, spiritual, dan financial sangat dibutuhkan. Dan aku sadar bahwa saat ini aku sama sekali belum siap. Apalagi dari segi mental.”

“Sabar yah, Lan. Kamu tunjukkan saja bahwa prioritasmu saat ini adalah ingin melanjutkan study. Sambil kuliah nanti tentu kesiapan akan muncul dengan sendirinya. Lagipula kami saat ini belum punya calon yang bisa diajak nikah kan?”

“Nah, itu dia. Tanteku itu memaksakan seolah-olah aku ini sudah memperkenalkan seseorang, padahal sama sekali belum ada yang kukenalkan dengan keluarga.”

“Kadang, orang-orang seperti merasa berhak menentukan kebahagiaan dan jalan hidup seseorang. Padahal yang nantinya menjalani dan merasakan bukan mereka. Hingga mereka lupa bahwa ada yang lebih berhak atas kehidupan seseorang, yaitu Allah SWT.”

“Iyah… Kamu benar.”
Share:

0 komentar:

Posting Komentar