Minggu, 31 Januari 2016

My Note: Kau Akan Menyesal Seumur Hidupmu



Kau Akan Menyesal Seumur Hidupmu
Oleh: Nirwana Fitria 

Sumber: BBM Picture

Orang yang memiliki perasaan yang tulus, harusnya tidak perlu bersedih atau marah ketika dikhianati atau dikecewakan cukup berkata: "Di dunia ini mencari orang tulus itu susah, Ketika kau membuatku pergi, percayalah kau akan menyesal sepanjang hidupmu."

Ketika seseorang bernama Wahid; yang pernah mengisi Hati Bulan kembali datang dan tanpa sengaja bertemu dengan Bulan, mereka pun terlibat dalam sebuah percakapan.

Wahid: Apa kabar kau, Lan?

Bulan: Alhamdulillah baik.

Bulan menjawab dengan singkat. Dan terlihat sekali sikap Bulan begitu dingin.

Wahid: Kau masih marah sama saya?

Bulan: Marah kenapa? Memangnya kau pernah buat salah?

Wahid: Jangan pura-pura lupa, Lan. Saya sampai saat ini merasa bersalah telah mengecewakan kamu tempo hari. Tapi Mengapa kau tidak marah atau sedih karena saya telah mengecewakanmu?

Bulan: Untuk apa saya sedih atau marah?

Wahid: Yah karena saya telah membuat kamu sakit hati dan kecewa. Bahkan dengan teganya saya membuat
kau pergi dengan rasa sakit hati dan kecewa yang disebabkan oleh kebodohan saya sendiri. Saya dengan mudahnya tergoda oleh seorang perempuan yang sekarang saya sadar bahwa dia ternyata tak sebaik kamu, Lan.

Bulan: Karena ketika kau membuatku pergi atau kepergianku dari hidupmu dengan alasan kekecewaan mendalam yang kurasakan, percayalah kau akan menyesal seumur hidupmu.

Wahid: Bagaimana mungkin kau menyimpulkan demikan?

Bulan: Karena menemukan orang yang TULUS itu susah. Tak semudah kau menemukan seseorang yang cantik, berpenampilan menarik dengan segala embel-embel kesempurnaan tampilan luar lainnya. Saya akui perempuan yang kau pilih itu lebih cantik, lebih sempurna daripada saya. Tapi kau lupa, bahwa saya adalah salah satu perempuan yang masih punya perasaan yang TULUS meskipun penampilan saya tidak sempurna.

Wahid: kamu betul lan, kesempurnaan penampilan luar seseorang bukanlah penentu bahwa hatinya juga sempurna.

Bulan: Tapi semuanya sudah terlambat. Saya sekarang sudah Move On. Saya sudah menjalani hidup saya dengan lebih baik tanpa kau.

Wahid: Tidak adakah kesempatan untukku?

Bulan: Maaf Wahid. Hati saya tidak semudah itu untuk membuka kembali ruang untuk seseorang yang pernah menorehkan luka di hati saya.

Bulan pun pergi. Tinggallah Wahid yang merasa tertampar dengan kata-kata Bulan.

*****
Kendari, 31 Januari 2016


Share:

0 komentar:

Posting Komentar