Kau Akan Menyesal Seumur Hidupmu
Oleh: Nirwana Fitria
Orang yang memiliki perasaan yang tulus, harusnya tidak perlu bersedih atau marah ketika dikhianati atau dikecewakan cukup berkata: "Di dunia ini mencari orang tulus itu susah, Ketika kau membuatku pergi, percayalah kau akan menyesal sepanjang hidupmu."
Ketika seseorang bernama
Wahid; yang pernah mengisi Hati Bulan kembali datang dan tanpa sengaja bertemu
dengan Bulan, mereka pun terlibat dalam sebuah percakapan.
Wahid: Apa kabar kau, Lan?
Bulan: Alhamdulillah baik.
Bulan menjawab dengan
singkat. Dan terlihat sekali sikap Bulan begitu dingin.
Wahid: Kau masih marah
sama saya?
Bulan: Marah kenapa?
Memangnya kau pernah buat salah?
Wahid: Jangan pura-pura
lupa, Lan. Saya sampai saat ini merasa bersalah telah mengecewakan kamu tempo
hari. Tapi Mengapa kau tidak marah atau sedih karena saya telah mengecewakanmu?
Bulan: Untuk apa saya
sedih atau marah?
Wahid: Yah karena saya
telah membuat kamu sakit hati dan kecewa. Bahkan dengan teganya saya membuat
kau pergi dengan rasa
sakit hati dan kecewa yang disebabkan oleh kebodohan saya sendiri. Saya dengan
mudahnya tergoda oleh seorang perempuan yang sekarang saya sadar bahwa dia
ternyata tak sebaik kamu, Lan.
Bulan: Karena ketika kau
membuatku pergi atau kepergianku dari hidupmu dengan alasan kekecewaan mendalam
yang kurasakan, percayalah kau akan menyesal seumur hidupmu.
Wahid: Bagaimana mungkin
kau menyimpulkan demikan?
Bulan: Karena menemukan
orang yang TULUS itu susah. Tak semudah kau menemukan seseorang yang cantik,
berpenampilan menarik dengan segala embel-embel kesempurnaan tampilan luar
lainnya. Saya akui perempuan yang kau pilih itu lebih cantik, lebih sempurna
daripada saya. Tapi kau lupa, bahwa saya adalah salah satu perempuan yang masih
punya perasaan yang TULUS meskipun penampilan saya tidak sempurna.
Wahid: kamu betul lan,
kesempurnaan penampilan luar seseorang bukanlah penentu bahwa hatinya juga sempurna.
Bulan: Tapi semuanya sudah
terlambat. Saya sekarang sudah Move On. Saya sudah menjalani hidup saya dengan
lebih baik tanpa kau.
Wahid: Tidak adakah
kesempatan untukku?
Bulan: Maaf Wahid. Hati
saya tidak semudah itu untuk membuka kembali ruang untuk seseorang yang pernah
menorehkan luka di hati saya.
Bulan pun pergi.
Tinggallah Wahid yang merasa tertampar dengan kata-kata Bulan.
*****
Kendari, 31 Januari 2016

0 komentar:
Posting Komentar