Lagu cinta sejati yang merupakan soundtrack film “Habibie-Ainun” memang sangat indah. Saya seolah bisa terhanyut dalam lirik-lirik lagunya yang bermakna sangat dalam. Ditambah irama dan nada yang juga tak kalah indah.
Berbicara mengenai cinta sejati, saya
jadi teringat beberapa tahun silam. Ada masa dimana saya dengan gejolak masa
muda yang masih sangat terasa, juga pernah sok tahu perihal arti cinta sejati
(baca: pernah berpacaran). Dimana pada saat itu saya pun sama seperti anak muda
yang lainnya; berfikir dan merasa menjadi yang paling tahu tentang arti cinta
sejati.
Hingga kemudian ada satu titik yang
mengubah banyak hal dalam hidup saya. Ada secercah hidayah yang menyapa hati.
Membawa hati dan fikiran merenungi hakikat cinta sejati yang sebenarnya dalam
hidup ini. Hingga kemudian saya tersadar akan sebuah hal, yaitu tentang cinta
yang harusnya menjadi cinta yang tak pernah luntur. Cinta yang harusnya selalu
ada di dalam hati setiap umat-Nya. Cinta itu adalah cinta kepada Allah SWT.
Cinta kepada-Nya akan selalu membuat hati terasa lebih tenang, dan mampu
merasakan kedamaian hati dan jiwa. Meskipun terkadang hati justru lalai
mengingat-Nya, tapi Dia tetap tak berhenti mencintai hamba-Nya. Dia bahkan tak
pernah meninggalkan hamba-Nya yang sedang dalam keterpurukan; jatuh dalam
hidup. Sungguh hakikat cinta sejati adalah milik Allah SWT, sang Maha Sempurna.
Cinta berikutnya yang juga pantas
disebut sebagai cinta sejati adalah cinta Rasullullah saw kepada umat-Nya. Harusnya
sebagai manusia yang seringkali lalai dan tak luput dari khilaf, kita
senantiasa bisa mencontoh segala hal dari Rasulullah. Dan tentu saja cinta
sejati setelah Allah, layak kita peruntukkan kepada Rasulullah saw.
Dalam kehidupan, ada lagi cinta sejati
yang juga sangat berharga dalam hidup ini. Siapa lagi kalau bukan kedua orang
tua. Cinta yang diberikan orang tua kepada anaknya, tidaklah salah jika disebut
sebagai cita sejati.
Sebelum secercah hidayah itu menyapa
hati, masih sering terbersit tanya tentang siapa yang akan menjadi cinta sejati
dalam hidup (sebagai pasangan hidup). Kalau pun hati akhirnya bertemu dengan
seseorang yang mampu membuat hati terpikat, lantas bagaimana caranya agar hati
ini tahu bahwa orang tersebut adalah cinta sejati atau bukan.
Hingga kemudian ada sebuah Quote dari
seorang motivator (Mario Teguh) yang isinya kurang lebih seperti ini:
“Cinta
sejati itu hanya bisa kau temukan bersama seseorang yang menemanimu melewati
berbagai cobaan dalam hidup.”
Dan seseorang di sini bisa dimaknai
sebagai “pasangan hidup” dan tentu saja yang sudah HALAL; direstui agama dan
dicatat oleh Negara.
Ada Quote lain dari seorang penulis
(Tere Liye) yang kurang lebih isinya begini: “Kita
tidak pernah tahu seseorang itu akan menjadi pasangan hidup yang sempurna atau
tidak sebelum kita melaluinya hingga akhir hidup. Sebelum itu terjadi, maka
kita hanya bisa menerka-nerka. Tetapi cinta adalah keberanian mengambil resiko.
Putuskan. Ambil salah satu keputusan besar dalam hidup. Serahkan sisanya kepada
Allah.”
Dari kedua Quote tersebut, bisa
dipastikan bahwa untuk menyatakan bahwa seseorang adalah cinta sejati kita atau
bukan, terlebih dahulu kita harus menjalani hidup dengannya. Tentunya dengan
jalan pernikahan yang sah dimata agama dan negara.
Dan bagi yang belum menjalani sebuah
pernikahan, lantas sudah banyak mengungkapkan tentang cinta sejati, bisa
dipastikan mereka itu hanya berangan-angan. Karena untuk benar-benar mengerti
akan hakikat cinta sejati, kita memang harus menjalaninya terlebih dahulu. Dan
tentu saja dengan berbagai ujian & cobaan yang akan senantiasa menanti
kita; untuk menguji seberapa kuat cinta itu sendiri.
Saya yang sekarang juga masih sendiri
alias single alias jones (jomblo happiness) *eh abaikan yang ini, hehe. Saya belum
menemukan ataupun ditemukan oleh seseorang yang namanya sudah tertulis
disebelah nama saya di Lauhul Mahfudz. Tapi meskipun begitu, saya tetap yakin
bahwa setiap manusia pasti diciptakan dengan pasangannya masing-masing. Entah
itu dipertemukan dalam waktu yang cepat atau lama, itu hanya persoalan waktu
saja. Saya pun selalu percaya dengan janji Allah yang tertulis indah dalam
Al-Qur’an, seperti yang terdapat dalam Surah Al-Hujurat ayat 13
Artinya: "Wahai manusia! Sungguh, kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha teliti." (QS. Al-Hujurat: 13)
Artinya: "Wahai manusia! Sungguh, kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha teliti." (QS. Al-Hujurat: 13)
Terlepas dari sudah atau belumnya kita
bertemu cinta sejati, saya hanya ingin mengingatkan kepada kita semua dan tentu
saja kepada diri saya sendiri. Bahwa saat nanti kau bertemu seseorang yang
dengannya akan kau lalui kehidupanmu yang baru. Pastikan bahwa seseorang yang
kau sebut cinta sejati itu tidak akan membuatmu lupa bahwa cinta sejati paling
pertama yang ada di hatimu adalah Allah SWT. Karena sebesar apapun cintamu
kepada pasangan hidupmu, rasa cinta itu tidak boleh mengalahkan cintamu pada
sanga Maha kuasa, Allah SWT.
*****
Kendari, 6 Januari 2016


0 komentar:
Posting Komentar