Empati Yang Luar Biasa
Oleh: Nirwana Fitria
Di zaman sekarang rasanya jarang sekali kita menemui orang yang rasa empatinya sangat tinggi. Orang baik mungkin banyak dan mudah ditemui, tapi yang memiliki empati tinggi? Mungkin bisa dihitung jari. Ketika menonton salah satu acara di TV one. Saya akhirnya menemukan salah satu orang yang rasa empatinya sangat tinggi. Dan jujur saja membuat saya malu dengan diri saya sendiri. Karena saya masih sering dibuat galau, gelisah atau bingung dengan masalah-masalah yang sebenarnya tidak terlalu besar dan rumit. Sedangkan dalam acara tersebut, seorang bapak bernama Dadang Heryadi bahkan rela mendedikasikan dirinya untuk membantu orang lain. Dan tahukah kalian orang lain yang saya maksud di sini siapa? Orang yang dibantu oleh bapak… adalah orang-orang yang sedang mendapat ujian berat berupa “kehilangan kesadaran” atau bahasa kasarnya gangguan kejiwaan. Sungguh bapak Dadang Heryadi berhati malaikat dan tentu saja itu dikarenakan rasa empatinya yang sangat tinggi dan dalam. MasyaAllah.
Definisi empati Menurut Wikipedia bahasa
Indonesia (https://id.wikipedia.org/wiki/Empati),
ensiklopedia bebas. Empati adalah kemampuan dengan berbagai
definisi yang berbeda yang mencakup spektrum
yang luas, berkisar pada orang lain yang menciptakan keinginan untuk menolong
sesama, mengalami emosi yang serupa dengan emosi orang lain, mengetahui apa
yang orang lain rasakan dan pikirkan, mengaburkan garis antara diri dan orang
lain.
Sedangkan menurut Kamus
Besar Bahasa Indonesia (http://kbbi.web.id/empati),
empati mengandung arti sebagai berikut:
empati/em·pa·ti/
/émpati/ n Psi keadaan mental yang membuat seseorang merasa atau
mengidentifikasi dirinya dalam keadaan perasaan atau pikiran yang sama dengan
orang atau kelompok lain;
berempati/ber·em·pa·ti/ v melakukan (mempunyai) empati: apabila seseorang mampu memahami perasaan dan pikiran orang lain, berarti ia sudah mampu ~
Setelah searching in google, saya akhirnya mendapatkan info tentang Yayasan yang didirikan oleh bapak Dadang Heryadi. Yayasan itu ia dirikan untuk menampung orang-orang yang menderita gangguan kejiwaan. Menurut cerita dari bapak Dadang Heryadi, ia pertama kai menemukan ide untuk membantu orang-orang yang menderita gangguan kejiwaan itu pada saat sedang makan di sebuah warung makan. Ketika itu, ia sedang menyantap hidangan makan siangnya. Lantas, tatapan matanya tiba-tiba tertuju ke arah tempat pembuangan sampah di seberang jalan. Di dekat pembuangan sampah itu, ada seseorang yang sedang makan sisa-sisa nasi bungkus. Orang itu nampak lusuh dengan pakaian yang sangat tidak layak. Dan pemandangan itu seperti menampar hati nuraninya. Sebagai manusia yang masih mempunyai hati nurani dan rasa empati, ia pun menolong orang tersebut. Dan sejak saat itu, “pasien”nya mulai bertambah banyak. Dan terbentuklah yayasan yang diberi nama Yayasan Mentari.
Di sesi wawancara dalam
program TV one yang saya nonton itu, ada sebuah kalimat yang cukup membuat saya
tertampar. Bapak Dadang Heryadi mengatakan bahwa “Kami di sini membantu
menyembuhkan mereka dengan fasilitas seadanya. Obatnya pun hanya sekedarnya
saja. Kami hanya berusaha untuk memanusiakan manusia. Mereka juga manusia. Kami
Mengobati mereka dengan memberikan kasih sayang.”
Harusnya kita perlu belajar dari sosok bapak Dadang Heryadi beliau adalah sosok sederhana yang memiliki Empati yang luar biasa. Tidak semua orang mampu menjadi seperti beliau. Apalagi di zaman ini, zaman di mana Individualisme begitu dijunjung tinggi. Zaman di mana Empati dan Hati Nurani seperti benda mahal yang sudah amat langka.
Mari bermuhasabah dan merenung. Apa sebenarnya hakikat kita hidup di dunia ini? Apakah hanya untuk mengejar kekayaan? Apakah hanya untuk mencari kepuasan untuk diri sendiri? Rasanya hati nurani kita masing-masing mampu menjawabnya. Meskipun sudah pasti di bibir, kadang apa yang terucap tak selalu sama dengan apa yang dikatakan oleh hati nurani.
Untuk info tentang yayasan
Mentari silahkan cek di :
dan Website Yayasan
mentari :
******************
Kendari, 5 Maret 2016

0 komentar:
Posting Komentar