Bismillah...
Assalamu'alaikum...
Setelah menyelesaikan
sekolah menengah pertama saya di SMP 1 Moramo, saya pun kembali ke rumah orang
tua saya. Saya rindu dengan keadaan rumah, dan berharap ketika kembali ke
rumah, saya bisa lebih tenang dan melihat segala hal dari sudut pandang yang
berbeda dari sebelumnya. Orang tua sempat menyarankan untuk istirahat dulu
kalau memang mau istirahat karena melihat kondisi saya yang sebelumnya habis
sakit. Karena bagi orang tua saya, melihat anaknya sehat dan bisa tersenyum
saja itu sudah lebih dari cukup. Tapi saya bertekad untuk melanjutkan sekolah
ke tingkat selanjutnya. Dalam hati kecil saya, sebenarnya saya ingin
melanjutkan sekolah di sekolah favorit yang ada di Kota seperti waktu SMP dulu.
Tapi kemudian mama memberi saya saran bahwa sebaiknya mencari sekolah yang
tidak terlalu jauh dari rumah karena waktu yang ditempuh untuk perjalanan tidak
terlalu jauh sehingga ketika sudah pulang sekolah, saya bisa langsung pulang ke
rumah dan istirahat. Mengingat kondisi saya yang memang tidak boleh terlalu
capek atau kelelahan.
Ketika sedang berbicara
dengan bapak, beliau menyarankan saya untuk memilih beberapa sekolah. Karena
bapak saya akan mengusahakan jika saya ingin tetap masuk ke sekolah tersebut.
Dan pilihan itu antara lain, Sekolah di salah satu SMA favorite, di SMK yang
letaknya tidak begitu jauh dari rumah atau di Pondok pesantren Gontor Putri.
Pilihan itu sungguh membuat saya dilema. Tapi bagi saya semua sekolah atau
tempat menempuh pendidikan itu sama saja yang paling terpenting kita niat untuk
belajar dan memperoleh ilmu yang bermanfaat. Akhirnya saya memilih untuk
mendaftar di SMK yang letaknya tidak begitu jauh dari rumah. Dengan
pertimbangan bahwa apa yang disarankan mama juga ada benarnya untuk kesehatan
saya sendiri. Saya tetap harus mengukur kemampuan dan ketahanan diri saya yang
kalau terlalu lelah bisa drop atau sakit. Dan alhamdulillah saya mencoba masuk
ke sekolah itu.
Memilih jurusan Multimedia
Awalnya saya tidak mengerti apa yang membedakan antara sekolah
menengah kejuruan dengan sekolah menengah umum. Tapi yang saya tahu, bahwa di
SMK siswa disiapkan untuk memiliki keterampilan yang bisa bermanfaat untuk
kehidupan di masa mendatang. Ketika mendaftar di sana, kita diharuskan untuk
langsung memilih jurusan apa yang diinginkan. Kita bisa memilih 2 jurusan. Dan
saya tertarik untuk masuk di jurusan Multimedia. Meskipun awalnya tidak terlalu
mengerti dengan jurusan tersebut. Hehehe tapi tak apalah saya selalu mencoba
menjalani sesuatu dengan berpositive thingking.
Mengikuti MOS
Setelah dinyatakan lulus akhirnya tibalah masa orientasi siswa
atau biasa disebut MOS. Saya mengikuti masa orientasi itu seperti saya
mengikuti MOS di SMP dulu. Tidak terlalu banyak yang berbeda. Hanya saja,
dibandingkan MOS SMP, MOS SMK yang saya jalani lebih banyak membutuhkan
pernak-pernik, snack-snack atau makanan ringan. Saya juga tidak mengerti apa
sebenarnya manfaatnya disuruh bawa itu semua, tapi mau tidak mau harus karena
sudah menjadi aturan.
Usai masa MOS berlalu, akhirnya kami dinyatakan resmi sebagai
siswa kelas X tetapi kami masih belum tau akan masuk di kelas yang mana. Dan
setelah Pembagian kelas, ternyata saya masuk di kelas X Multimedia A. Di kelas,
saya tidak mengenal siapapun tapi meskipun begitu saya tetap berusaha
menyesuaikan diri dalam kelas.
![]() |
| Bersama Teman-teman Kelas |
![]() |
| Bersama Teman-teman Kelas |
![]() |
| Kiri : Indriani, Kanan: Saya :D |
![]() |
| Bersama Teman-teman Kelas |
Juara Umum
Hari-hari sebagai siswa kelas X pun saya jalani dengan segala
aktifitas. Terlepas dari semua aktifitas belajar sebagaimana pelajar pada
umumnya, di Sekolah ada peraturan untuk semua siswa untuk sholat dzuhur
berjamaah di Musholah sekolah. Setelah menjalani masa-masa awal sekolah di
semester pertama, tibalah hari penerimaan Rapor. Dan yang paling tidak bisa
saya lupakan adalah ketika nama saya dipanggil untuk maju sebagai juara umum di
jurusan Teknologi yaitu jurusan Multimedia dan Tkj yang terdiri atas 6 kelas.
Saya sangat kaget sampai-sampai beberapa kali nama saya dipanggil tapi saya
masih kaget. Tapi akhirnya saya pun maju ke depan untuk menerima sertifikat.
Hari itu adalah salah satu hari yang paling tidak bisa saya lupakan. Hehehe
Alhamdulillah bukan hanya di semester awal kelas X saya memperoleh peringkat, tapi juga ketika naik di kelas XI.
Alhamdulillah bukan hanya di semester awal kelas X saya memperoleh peringkat, tapi juga ketika naik di kelas XI.
![]() |
| Rapor SMK |
![]() |
| Sertifikat Juara Umum kelas X semester Ganjil |
![]() |
| Sertifikat Juara Umum kelas XI semester Ganjil |
![]() |
| Sertifikat Juara 1 kelas XI semester Genap |
Awalnya memang tidak pernah terfikirkan seperti apa ketika nanti
saya masuk di jurusan yang saya tidak pahami. Tapi setelah menjalaninya,
Alhamdulillah begitu banyak ilmu yang saya dapatkan. Selain itu, saya bersyukur
bisa menjadi bagian dalam jurusan Multimedia ini. Ketika penaikkan kelas XI,
sekolah mengadakan Rolling kelas. Tapi saya tetap berada di kelas MMA.
Karena harus beradaptasi dengan teman-teman baru saya jadi banyak mengenal
teman-teman yang tadinya tidak begitu saya kenal. Dan karena itu juga
siswa/siswi di jurusan Multimedia baik itu kelas a, b ataupun c saling akrab
satu sama lain. Dan karena Multimedia termasuk jurusan baru yang belum lama
dibuka. Kami menjadi generasi ketiga yang akhirnya menjadi nama dalam grup
facebook dan namanya adalah Third Generation Of Multimedia
Perjuangan berat di kelas XI
Ketika memasuki masa-masa kelas XI, perjuangan semakin berat.
Hehehe karena materi pelajaran yang tentu saja makin meningkat. Tapi dibalik
itu semua saya tetap yakin bahwa apapun yang kita pelajari dengan tulus untuk
memperoleh ilmu, suatu saat pasti ilmu itu akan bermanfaat untuk kit. I believe
that.
Masa-masa PRAKERIN
Berbeda dari SMA, ketika memasuki masa-masa kelas XII kami sebagai
siswa SMK harus menjalani yang namanya masa Prakerin atau Psg. Masa itu kami
diwajibkan untuk turun langsung ke Industri maupun instansi untuk menjalani
praktek kerja lapangan. Pengalaman itu nantinya bisa berguna untuk kehidupan
kami kedepannya. Dan Alhamdulillah saya mendapatkan tempat di Kantor yang
pernah menjadi kantor bapak saya. Setidaknya dengan begitu saya bisa belajar
bahwa yang namanya memasuki dunia kerja itu tidak semudah apa yang kita
bayangkan. Tak semudah ketika menjadi siswa di sekolah. Dan bapak saya memang
selalu mengajarkan saya arti kerja keras untuk bertahan hidup. Mengajarkan
bahwa bekerja untuk mencari uang itu tidak mudah. Itulah mengapa sekarang saya
tidak begitu banyak menuntut karena saya tahu cari uang itu tidak mudah. Saya
bersyukur bisa diberi kesempatan untuk merasakan yang namanya masa-masa
prakerin di suatu instansi di kota ini.














0 komentar:
Posting Komentar