Rabu, 08 Juni 2016

My Note: Maafkan ^^


Bismillah...
Assalamualaikum..


Beberapa waktu yang lalu, sosial media sempat dihebohkan oleh Meme “Maaf untuk mantan”. Para pengguna sosmed pun beramai-ramai memposting foto yang terdiri atas 2 frame. Frame pertama untuk foto masa lalu dan frame kedua untuk foto masa sekarang. Nampak sangat jelas perbedaannya. Dan tak lupa ditambahkan kata-kata : “Dear mantan… maafkan aku yang dulu.” 

Demam meme maaf untuk mantan tak hanya melanda masyarakat biasa. Kalangan artis pun tak mau kalah. Mereka memposting foto-fotonya masing-masing. Awalnya saya tahu tentang meme ini dari adik. Ia memperlihatkan fotonya yang dibuat jadi meme maaf untuk mantan. Saya pun tertawa saat melihatnya. Hingga iseng-iseng saya pun ikut membuatnya meskipun bukan 2 frame. Alasannya karena malas menampilkan foto masa lalu (masa lalu biarlah berlalu… cieee). 



Berbicara mengenai mantan, sebenarnya saya agak malas. Karena buat apa sih membahas sesuatu yang seharusnya sudah jauh tertinggal di belakang (baca: dilupakan). Tapi, berhubung tulisan ini ada hubungannya dengan mantan, yah terpaksalah saya jadi berbagi sedikit cerita. Belum lama ini, ketika sedang membuka facebook, saya kaget sekali melihat daftar permintaan pertemanan. Ada salah satu nama yang tidak asing, eh bukan satu malah. Tapi dua nama berbeda. Dua nama akun itu berasal dari orang yang sama. Nama itu sebenarnya tidak ingin lagi saya dengar. Nama yang sudah lama saya hapus dari memory. Namun, nama itu kembali muncul. Muncul sebagai 2 akun yang mengajukan “permintaan pertemanan”. Saya terpaku lama menatap layar HP. Entah apa yang ada difikiran saat itu. Rasanya ingin membuang jauh-jauh HP itu dari hadapan saya. hanya saja mengingat susahnya menabung untuk membelinya, akhirnya niat untuk membuang pun urung saya lakukan. Dan karena bingung hendak menekan tombol “terima atau abaikan”, saya pun iseng-iseng bertanya pada adik.
Share:

{Artikel} Bahaya 'Ain

Bismillah...
Assalamuaalaikum..

Semakin ingin memperbanyak pengetahuan tentang agama, semakin banyak hal yang dulunya tidak saya ketahui kini mulai saya ketahui. Sungguh manusia memang lemah. Ilmu manusia tak ada apa-apanya dibanding dengan apa yang Allah ketahui. 

Salah satu hal yang baru saya tahu adalah tentang Bahaya 'Ain atau pandangan mata. Tanpa sengaja membaca sebuah postingan yang membahas tentang hal tersebut.

Berikut isi postingan yang saya copy dari akun facebook >>> https://www.facebook.com/mfaizar2

★★Bahaya Al-'Ain Menimbulkan Benjolan Di Tubuh★★

Bismillah..

Sebenarnya ada banyak kisah yg perlu kita waspadai mengenai pengaruh 'ain terhadap diri manusia...
Share:

Rabu, 18 Mei 2016

{Artikel} Perbaikilah Sholatmu!!





Hidup kita berantakan ???
Jangan-jangan karena jadwal Sholat kita yang juga berantakan..!!!

Pada suatu hari di awal-awal saat memulai bisnis dulu, saya ketemu masalah seperti ini: saya janjian dengan 3 orang di Jakarta. Saat itu posisi saya di Jogja tanpa banyak kenalan di Jakarta dan cekak banget dananya. Begini jadualnya: Pak A janji ketemu hari Senin siang, Pak B hari Rabu pagi dan Bu C di hari Jumat sore. Jika saya mau gampang, saya harus berangkat naik kereta Minggu malam dan menginap di Jakarta 5 hari dan pulang Jumat malam. Sayanya yang bingung: nginep dimana, biaya makannya dimana? Duh ribet, padahal janjiannya udah di-arrange lama dan posisi orang yang mau saya temui itu Boss-boss semua untuk penawaran kerjaan promosi. Saya harus mengikuti jadual mereka, saya tak kuasa menentukan jadual karena saya yang butuh.

Pusinglah saya memikirkan jadual yang mustahil itu. Sampai seminggu menjelang harinya, saya ketemu seorang teman,yang ilmu agamanya lumayan. Karena belum menemukan solusi, saya pun curhat padanya. Teman saya mengangguk-angguk lalu bertanya,”Jadual sholatmu gimana?”
Share:

Maafkan





*****

Yaa ALLAH...
Maafkan aku pernah pacaran..
*
Masa muda yg harusnya produktif, malah ku isi dengan maksiat..
*
Masa muda yg harusnya kreatif, malah ku penuhi dengan kubangan dosa..
*
Masa muda yg harusnya inovatif, malah ku habiskan dengan hura-hura..
*
Masa muda yg harusnya efektif, malah ku biarkan dengan sia-sia..
*
-----
*
Yaa ALLAH...
Maafkan aku pernah pacaran..
Share:

{Artikel} Membuat Review Buku


Membuat Review Buku 





Ada tiga istilah yang bisa kita kenal menyangkut me-review buku, yaitu resume, resensi, dan review.

Resume berasal dari kata re (kembali), sume dari bahasa inggris summary yang artinya ikhtisar atau ringkasan. Maka resume dapat diartikan meringkas kembali  suatu tulisan dengan mencatat kembali poin-poin penting dari tulisan tersebut.

Resensi berasal dari bahasa latin, yaitu  dari kata kerja revidere atau recensere yang artinya menimbang atau menilai. Dalam bahasa belanda dikenal dengan recensie, sedangkan dalam bahasa inggris dikenal dengan istilah review.  Tindakan meresensi berarti memberikan penilaian, mengkaji kembali isi jurnal/tulisan/buku, membahas dan memberikan kritik.

Me-review dapat diartikan mengkaji atau membuat kajian dari suatu jurnal. Me-review bukan meringkas tetapi memahami, mengolah referensi, membandingkan dan memberikan pendapat pribadi berdasarkan referensi ilmiah kemudian menyimpulkan/memberi pendapat pribadi.

Bisa dikatakan, resensi dan review itu sama. Dari tiga istilah tersebut mengacu pada hal yang sama yaitu mengulas suatu karya berupa jurnal, buku dsb.
Share:

Selasa, 26 April 2016

My Note: Pernikahan Itu Sakral, bukan main-main!!

Bismillah.

Assalamualaikum... Lama tidak nge-blog nih. Jadi kangen :D Hmmm... Tulisan kali ini saya ingin berbagi mengenai pengalaman hidup seorang teman yang mungkin saja bisa jadi pelajaran dan diambil hikmahnya sebagai bahan instrospeksi diri.

Sejak tamat SMK, saya sudah beberapa kali mendengar kabar teman yang menikah. Entah itu teman SD, SMP maupun SMK. Saya turut bahagia mendengarnya, karena itu artinya mereka telah memulai babak baru dalam kehidupannya. Dan tentu saja sudah bertemu dengan seseorang yang akan mendampingi dalam melalui berbagai cobaan hidup. Ah indahnya.... Sedangkan saya bagaimana? Ah sudahlah tidak usah dibahas, sedih kalau diceritakan. Hehehe (Maklum lah kalau Jomblo itu agak sensitif kalau bahas mengenai pasangan). Tapi saya percaya bahwa setiap orang punya waktunya masig-masing. Waktu untuk mengucap janji seumur hidup. Dan tentu saja itu adalah rahasia Allah SWT. Kalau saya sih, positif thinking saja, kalau hingga detik ini saya belum dipertemukan dengan jodoh, mungkin itu karena Allah tahu bahwa saya belum siap untuk menjalani yang namanya "pernikahan". Makanya Allah memberi saya waktu dan kesempatan untuk memantaskan diri. Cieee..
Share:

Kamis, 17 Maret 2016

{Artikel} Fadhilah Ayat Suci Al-Qur'an VS Musik


MASYA ALLAH... Fadhilah Ayat Suci Al-Qur'an VS Musik

Ketika saya mulai mendalami Islam semasa kuliah, saya bertekad untuk mulai berhenti mendengarkan musik. Ini merupakan keputusan yang sulit tapi pada akhirnya saya berhasil berhenti mendengarkannya. Ini bukanlah persoalan mudah bagi saya, dan pada akhirnya saya kembali mendengarkan musik, kemudian kembali berhenti, dan kembali mendengarkannya sekali lagi. Alhamdulillah, saya akhirnya benar-benar berhenti mendengarkannya sekitar lima tahun yang lalu (Semoga Allah meneguhkan pendirian saya kali ini).

Ada banyak orang yang siap berdebat dan berkata bahwa tak ada salahnya mendengarkan musik, karena musik dapat menenangkan jiwa, dan sebagainya. Tapi setelah membaca sebuah email, saya tersadar bahwa keputusan saya adalah keputusan yang bijak, sebuah upaya untuk meningkatkan ketaqwaan saya, sebuah usaha yang memerlukan perjuangan terus-menerus dari diri kita. Insya Allah, setelah membaca artikel ini, anda dapat berubah dan berhenti mendengarkan musik.
Share:

Rabu, 16 Maret 2016

{Artikel} Penerimaan Tanpa Syarat

Ijin sharing .. mudah2an bermanfaat ... sebuah kisah yang didapat dari milis warga Indonesia yg bermukim atau pernah bermukim di Jerman.

Layak untuk dibaca beberapa menit, dan direnungkan seumur hidup.

Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi.
Tugas terakhir dosen yang diberikan kepada siswanya diberi nama "Smiling."

Seluruh siswa diminta untuk memberikan senyumnya kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi mereka. Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan didepan kelas. Saya adalah seorang yg mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang. Jadi, saya pikir,tugas ini sangatlah mudah.

Setelah menerima tugas tsb, saya bergegas menemui suami n anak bungsu saya yang menunggu di taman kampus, lalu pergi ke restoran McDonald's yg berada di kampus. Pagi itu udaranya sangat dingin dan kering. Sewaktu suami saya akan masuk dalam antrian, saya minta agar dia saja yang menemani si Bungsu sambil mencari tempat duduk dan saya ikut antrian.
Share:

Jumat, 11 Maret 2016

{Artikel} Perbedaan Fiksi dan Non Fiksi


Banyak orang masih bingung membedakan antara karangan fiksi dan nonfiks. Perbedaan antara fiksi dan nonfiksi sebenarnya sangat sederhana.

Fiksi adalah jenis tulisan yang hanya berdasarkan imajinasi. Dia hanya rekaan sipenulisnya. Jadi, jenis-jenis karya seni berikut ini merupakan karya Fiksi : Cerita pendek (cerpen), novel, cerita sinetron, telenovela, drama, film drama, film komedi, film horor, film laga.

Nonfiksi adalah tulisan-tulisan yang isinya bukanlah fiktif, bukan hasil imajinasi/rekaan si penulisnya. Dengan kata lain, nonfiksi adalah karya seni yang bersifat ofktual. Hal-hal yang terkandung di dalamnya adalah nyata., benar-benar ada dalam kehidupan kita. Jadi, jenis-jenis karya seni berikut ini merupakan karya nonfiksi : Artikel, opini, resensi buku, karangan ilmiah, skripsi, tesis, tulisan-tilisan yang berisi pengalaman pribadi si penulisnya (seperti diary, chiken soup for the soul, laporan perjalanan wisata), berita di koran/majalah/tabloid, film dokumenter, dan masih banyak lagi.
Share:

{Artikel} Karya Fiksi dan Non Fiksi

Fiksi

Fiksi adalah sebuah Prosa naratif yang bersifat imajiner, meskipun imajiner sebuah karya fiksi tetaplah masuk akal dan mengandung kebenaran yang dapat mendramatisasikan hubungan-hubungan antar manusia.[1]

Kebenaran dalam sebuah dunia fiksi adalah keyakinan yang sesuai dengan pandangan pengarang terhadap masalah hidup dan kehidupan. Kebenaran dalam karya fiksi tidak harus sejalan dengan kebenaran yang berlaku di dunia nyata, misalnya kebenaran dari segi hukum, moral, agama, logika, dan sebagainya.[1] Sesuatu yang tidak mungkin terjadi bahkan dapat terjadi di dunia nyata dan benar di dunia fiksi.[1] Misalnya seorang perempuan yang membunuh seorang laki-laki yang memperkosanya tetapi ia dinyatakan bebas dan tidak bersalah atas kasus menghilangkannya nyawa seseorang-menurut hukum dunia nyata ia harus tetap di hukum.[1] Sebuah karya sastra haruslah memiliki unsur intrinsik dan ekstrinsik.[1]
Share: