Sabtu, 25 Juli 2015

My Note: Catatan tentang Bapak

Foto saya )waktu umur 2 tahun) bersama bapak


Tulisan kali ini adalah tulisan saya yang isinya tentang Bapak. Bapak adalah orang yang selalu berusaha melakukan apapun demi anak-anaknya. Kalau Mama terkesan cerewet dan suka mengomel, lain halnya dengan Bapak yang lebih santai dalam menyikapi apapun. Beliau tidak terlalu banyak bicara, hanya saja kalau marah… Wah keluar deh aslinya. Hehehehe


Dari dulu sejak saya masih kecil, Bapak memang lebih senang memperlakukan anak-anaknya sebagai sahabat. Sehingga kalau berbicara ke Bapak mungkin saya bisa sedikit santai. Bagi saya perjuangan Bapak dari dulu hingga sekarang sangatlah banyak dan tak terhitung lagi. Beliau menghidupi keluarganya dengan menjadi seorang Pegawai Negeri. Dibandingkan dengan Mama, sebenarnya saya lebih sering berselisih paham dengan Bapak. Karena banyak hal yang menurut saya tidak seharusnya Bapak lakukan, tapi karena beliau adalah tipe orang yang sangat Idealis. Maka tidak heran kalau pendapat saya tidak akan diterima begitu saja oleh beliau. Saya kadang kesal, tapi biasanya Cuma bisa memendam saja.

Sebagai manusia biasa, Bapak tentu saja tidak luput dari yang namanya kekhilafan dan kesalahan. Kadang saya merasa Bapak begitu jauh dari saya atau bahkan seperti orang lain. Saya mengerti jika beliau punya beban fikiran yang banyak. Tapi apakah harus saya dan adik-adik yang kena imbasnya? Saya dan adik-adik tidak ingin menambah beban fikiran Bapak. Hanya saja sebagai seorang anak tentu saja saya pun punya Uneg-uneg yang saya pendam sendiri tanpa pernah berani untuk mengungkapkannya.

Bapak mungkin pernah kecewa sama saya, tapi apakah Bapak sadar kalau Bapak juga tidaklah sempurna. Bapak sering sekali menuntut kesempurnaan pada anaknya. Tanpa beliau sadari bahwa anak tetaplah anak yang butuh bimbingan dalam menjalani kehidupannya. Bapak juga sering mengungkit kesalahan-kesalahan yang lalu-lalu kalau saya berbuat 1 kesalahan. Saya sungguh sangat sedih kalau Bapak mengeluarkan perkataan yang sangat tidak saya harapkan untuk terdengar. Karena perkataan kasar terkadang sangat membekas di dalam hati. Tapi terlepas dari itu semua saya tetap harus menghargai usaha Bapak untuk membahagiakan kami, anak-anaknya. 

Sebelumnya, saya tidak bermaksud untuk menyudutkan Bapak. Saya hanya ingin sedikit mengungkapkan uneg-uneg yang kadang bikin batin saya tersiksa. Kalau pun saya masih sering jadi anak yang bikin Bapak kecewa, tapi sesungguhnya di balik itu semua saya selalu punya keinginan untuk membahagiakan dan membanggakan Bapak.

Meskipun tidak pernah mengatakan secara langsung, kali ini saya ingin mengatakan kalau saya sangat menyayangi Bapak. Semoga langkah kaki Bapak setiap kali keluar rumah untuk mencari rejeki untuk kami anak-anaknya, senantiasa di Ridhoi oleh Allah SWT. Aamiin 

Share:

0 komentar:

Posting Komentar