Bismillah...
Assalamu'alaikum...
Masa Kecil adalah
masa-masa paling indah dalam hidup, karena di masa itu kita bisa hidup tanpa
harus memikirkan banyak hal yang bisa menjadi beban fikiran. Kita bisa tertawa
lepas, bisa menangis ketika apa yang kita inginkan tidak dipenuhi atau sekedar
karena ingin menarik perhatian orang tua. Semua kenangan masa kecil akan
kembali kita rindukan ketika kita sudah mulai beranjak dewasa. Yah, seperti
itulah yang saya rasakan. Terkadang ketika saya lelah dan merasa banyak hal
yang membebani fikiran saya, saya sering Flashback ke masa kecil saya,
dan berharap bisa kembali ke masa itu walau hanya sebentar. Ah tapi sudahlah,
saya tetap harus realistis. Masa kecil cukup dijadikan salah satu kenangan
terindah dalam hidup yang sampai kapan pun akan terbawa dalam ingatan meskipun
tidak akan mungkin untuk terulang kembali.
Saya terlahir sebagai anak sulung, jadi saya yang paling banyak mengikuti perjalanan hidup kedua orang tua yang dulu masih berpindah-pindah tempat tinggal. Bapak saya dulu sempat ditugaskan di salah satu daerah transyang lokasinya tidak jauh dari kampung halaman mama saya, dan di saat yang bersamaan Mama saya sedang berada di daerah yang sama, mama saya tinggal bersama dengan kakaknya (tante saya) yang kebetulan juga mendapat tugas dinas di daerah tersebut. Mama saya yang ketika itu baru saja tamat SMA, diminta oleh tante saya untuk membantu menjaga anaknya yang masih kecil. Singkat cerita, bapak dan mama saya akhirnya bertemu dan Allah ternyata telah menakdirkan mereka untuk berjodoh. Mereka pun menikah. Setahun kemudian saya lahir, tapi saya lahir di Kota tempat tinggal bapak saya (Kota Kendari). Nanti setelah beberapa bulan, baru saya di bawa ke tempat dinas bapak saya tersebut.
Masa
kecil saya, saya habiskan beberapa tahun di daerah trans yang bernama Desa
Atari Jaya tersebut. Di sana saya mempunyai beberapa orang teman kecil. Tanpa
terasa masa tugas/dinas bapak saya di sana sudah habis, dan beliau memutuskan
untuk pindah ke Kota tempat tinggalnya. Kami sekeluarga pun ikut pindah ke
Kendari. Karena belum memiliki rumah sendiri, orang tua saya memutuskan untuk
mengontrak rumah di salah satu perumahan di dekat Sekolah yang akan menjadi
tempat Tugas bapak saya selanjutnya. Rumah kontrakan kami terbilang sederhana.
Rumah itu dipilih karena dekat dengan sekolah tempat bapak saya bekerja. Di
sekolah itu bapak saya bukanlah sebagai seorang guru, melainkan sebagai staff
Tata Usaha.
Saya pun memasuki usia TK. Dan dimasukkan di salah satu TK di daerah tersebut. Setiap hari saya diantar oleh Mama saya, dan pulangnya di jemput oleh bapak saya jika beliau tidak sedang sibuk. Pernah suatu ketika, saya tidak dijemput oleh mama maupun bapak. Akhirnya saya memberanikan diri untuk pulang sendirian di bawah terik matahari. Jalanan dari TK menuju rumah cukup jauh. Dan itu adalah salah satu pengalaman masa TK saya yang saya dengar dari cerita Mama. Dan saya juga sedikit-sedikit masih mengingat memory masa TK saya, meskipun tidak semuanya bisa saya ingat. Maklum lah ketika itu, saya masih sangat kecil. Hehehe
Di tahun 1999, adik saya yang kedua dilahirkan dengan selamat. Namanya Nirmala Fitria Chandra Haedar dan biasa dipanggil Kiky. Agak tidak nyambung memang nama aslinya dengan nama panggilannya. Hehehe (Peace Ky, jangan marah yah). Saya tidak sempat menyelesaikan sekolah saya di TK tempat saya belajar dikarenakan orang tua saya harus pindah ke rumah orang tua bapak saya dan karena pada waktu itu juga bapak saya akhirnya pindah tugas di Diknas Kota Kendari. Jarak antara rumah kakek dan nenek lumayan jauh dari rumah kontrakan kami sekaligus juga jauh dari TK saya, sehingga saya tidak sempat menampatkan pendidikan di TK.
Tahun 2002 saya akhirnya masuk SD. Dan pada saat itu kami masih tinggal di rumah orang tua bapak saya. Tetapi karena ada suatu hal, maka kami sekeluarga harus pindah ke rumah kontrakan (lagi) yang letaknya tidak begitu jauh dari rumah kakek dan nenek saya tersebut. Mama, bapak, saya dan adik saya kiky akhirnya menjalani hari-hari kami di rumah kontrakkan tersebut. Dan di rumah kontrakan itu juga lah, lahir adik saya yang ketiga yang diberi nama Muhammad Djabar Khalik, kami biasa memanggilnya dengan nama Akbar. Setelah beberapa tahun tinggal di rumah kontrakkan tersebut, akhirnya bapak saya memutuskan untuk kembali ke rumah orang tuanya dikarenakan Kakek saya sedang sakit jadi beliau meminta kami untuk kembali tinggal di sana. Akhirnya bapak mengajak mama, saya dan kedua adikku untuk kembali pindah di rumah orang tuanya (kakek dan nenek saya).
Tahun 2006, lahir lagi adik saya yang ke empat. Namanya Nirshintya Chandra atau biasa dipanggil Intan. Dan saya pun mempunyai 3 orang adik pada saat itu. Dan saya diharuskan untuk menjaga mereka. Di saat umur saya yang masih senang-senangnya bermain, saya harus memikul sebuah tanggung jawab sebagai seorang kakak dan Anak sulung. Tapi saya menjalaninya dengan sabar, karena orang tua saya selalu bilang kalau seperti itulah dulu ketika saya masih kecil orang tua saya merawat dan menjaga saya, jadi saya harus belajar untuk membalas pengorbanan kedua orang tua saya, melalui adik-adik saya tersebut.
![]() |
| Dan Akhirnya punya rumah sendiri. |
Ketika
saya memasuki SMP, orang tua saya mulai berfikir untuk mencari tempat tinggal
sendiri agar tidak lagi numpang di rumah kakek dan nenek. Dan akhirnya orang
tua saya memutuskan untuk mengambil sebuah rumah BTN di daerah Andonohu.
Alhamdulillah, rumah itulah yang saya tempati hingga sekarang. Ketika saya
sudah SMK, lahir lagi adik saya yang berikutnya. Namanya Nircahya Rahmadani atau
biasa dipanggil Chaca. Dia lahir tepat di bulan Ramadhan.
Rumah saya setiap harinya selalu ramai karena adik-adik saya. Dan disitulah tantangan untuk saya sebagai anak sulung. Saya harus memberikan contoh yang baik untuk adik-adik saya. Tapi dibalik semua yang saya lalui dalam hidup, saya selalu berusaha bersyukur. Karena Allah SWT sudah banyak sekali memberikan nikmat dan karunia-Nya dalam kehidupan saya.
Itulah
sepenggal kisah saya di masa kecil dan juga peristiwa kelahiran adik-adik saya.
Semoga bisa memberikan manfaat untuk yang membacanya. Aamiin.
“Tulisan
sepenggal perjalanan hidup seorang Anak Sulung dari 5 bersaudara (tunjuk diri
sendiri) hehehehe”

0 komentar:
Posting Komentar