Kadang dalam hidup ini kita harus
melalui fase-fase yang sebenarnya kita tidak inginkan. Kali ini seperti yang
saya alami. Ketika keadaan mengharuskan saya untuk menunda kuliah, saya pun
berjuang mati-matian agar bisa berdamai dengan kenyataan. Saat melihat
teman-teman seangkatan sudah mulai sibuk dengan dunia perkuliahan, saya
terpaksa harus memutar otak untuk mencari kegiatan agar saya tidak
terus-menerus dirundung kekecewaan. Tapi lagi-lagi hidup memberi kejutan.
Ketika saya hendak mencari kerja, mama justru melarang saya. Dengan
alasan, saya lebih baik di rumah menjaga adik bungsu saya. karena mama dan
bapak bekerja. Adik saya yang lain juga sekolah. Kalau semuanya pergi dan
beraktifitas di luar, lantas siapa yang menjaga adik bugnsu saya. Saya pun
mengikuti kemauan mama.
Jumat, 08 Januari 2016
Kamis, 07 Januari 2016
Quote
Betapa seringnya kita menginginkan dinilai orang lebih dari kenyataan yang sebenarnya, padahal bahagia adalah berani apa adanya.
My Note: Kisah Yang Indah
Dalam sebuah Film Malaysia berjudul
“Syurga Cinta” dikisahkan ada seorang laki-lak yang kehidupannya dipenuhi
dengan hura-hura dan berbagai jenis kesenangan duniawi lainnya. Ia terlahir di
lingkungan keluarga yang tidak terlalu menanamkan nilai-nilai agama dengan baik
kepadanya. Ia adalah anak tunggal, tapi ia mempunyai seorang adik angkat.
Suatu hari laki-laki tersebut sedang
nongkrong di kafe bersama dengan teman-temannya. Lalu mereka mengadakan sebuah
taruhan untuk membuktikan apakah si laki-laki tersebut layak disebut sebagai
“Penakluk wanita”. Tapi taruhan kali ini bukanlah taruhan untuk memenangkan
hati seorang wanita biasa, melainkan wanita berjilbab. Kebetulan, pada saat
mereka nongkrong di kafe tersebut, ada beberapa orang wanita berjilbab yang
juga sedang ada di kafe tersebut. Dan akhirnya mereka memilih seorang wanita
berjilbab biru yang sedang berdiri di depan kasir bersama seorang temannya.
Lantas, teman si laki-laki tersebut berinisiatif untuk mencari sedikit
informasi mengenai wanita berjilbab tersebut. Dari informasi yang didapat,
ternyata si wanita berjilbab itu adalah seorang guru di salah satu sekolah.
Tanpa disangka-sangka, ternyata si wanita berjilbab itu adalah guru di tempat
adik angkat si laki-laki itu bersekolah. Sungguh kebetulan yang sangat
menguntungkan bagi si laki-laki tersebut.
Rabu, 06 Januari 2016
Quote
If you love somebody, let them go, for if they return, they were always yours. If they don't, they never were.
Jika engkau mencintai seseorang, biarkan ia pergi, sebab jika ia kembali padamu ia akan menjadi milikmu untuk selamanya. Jika tidak, maka ia tidak akan pernah untuk dirimu.
- Kahlil Gibran -
Quote
"Jika kita belum siap untuk serius, maka tutup pintunya rapat-rapat, gembok dengan rantai terbaik, lantas lemparkan anak kuncinya ke dalam lautan luas. Begitulah cara terbaik menjaga hati dan perasaan. Well, jangan cemas anak kuncinya tidak akan ketemu. Jika sudah tiba saatnya, jodoh yang baik akan membawa anak kuncinya, dan hei pas sekali, sempurna sudah membuka pintu hari tersebut.
- Tere Liye -
Quote
"Kesimpulan bahwa seseorang itu jodohmu, bukan pada awal pernikahan, tapi pada kehidupan panjang yang tetap saling mencintai dan setia bagi kebahagiaan satu sama lain. Jodoh itu tidak asal ditemukan, tapi dibangun dengan sabar dalam kemudahan dan kesulitan, dalam kegembiraan atau kesedihan, dalam kelebihan dan kekurangan, dan dalam harapan atau kekecewaan. Tidak ada jodoh yang baik tanpa kesetiaan dan kesabaran."
- Mario Teguh -
My Note: Cinta Sejati^^
Lagu cinta sejati yang merupakan soundtrack film “Habibie-Ainun” memang sangat indah. Saya seolah bisa terhanyut dalam lirik-lirik lagunya yang bermakna sangat dalam. Ditambah irama dan nada yang juga tak kalah indah.
Berbicara mengenai cinta sejati, saya
jadi teringat beberapa tahun silam. Ada masa dimana saya dengan gejolak masa
muda yang masih sangat terasa, juga pernah sok tahu perihal arti cinta sejati
(baca: pernah berpacaran). Dimana pada saat itu saya pun sama seperti anak muda
yang lainnya; berfikir dan merasa menjadi yang paling tahu tentang arti cinta
sejati.
Hingga kemudian ada satu titik yang
mengubah banyak hal dalam hidup saya. Ada secercah hidayah yang menyapa hati.
Membawa hati dan fikiran merenungi hakikat cinta sejati yang sebenarnya dalam
hidup ini. Hingga kemudian saya tersadar akan sebuah hal, yaitu tentang cinta
yang harusnya menjadi cinta yang tak pernah luntur. Cinta yang harusnya selalu
ada di dalam hati setiap umat-Nya. Cinta itu adalah cinta kepada Allah SWT.
Cinta kepada-Nya akan selalu membuat hati terasa lebih tenang, dan mampu
merasakan kedamaian hati dan jiwa. Meskipun terkadang hati justru lalai
mengingat-Nya, tapi Dia tetap tak berhenti mencintai hamba-Nya. Dia bahkan tak
pernah meninggalkan hamba-Nya yang sedang dalam keterpurukan; jatuh dalam
hidup. Sungguh hakikat cinta sejati adalah milik Allah SWT, sang Maha Sempurna.
Selasa, 05 Januari 2016
Quote
Akal
lah yang dapat mendorong seseorang untuk berbuat keutamaan, mencegah dirinya
dari melakukan kehinaan, menyibakkan makna dan menguak misterinya. [Akal
sehatlah yang] mengokohkan fondasi niat hingga dapat berdiri kokoh di atas
landasannya, dan menguatkan pilar tekad, hingga yang bersangkutan dapat meraih
taufiq [petunjuk] Allah SWT dan sesungguhnya yang bersangkutan dapat
mendatangkan hal-hal yang baik dan membuang hal-hal yang buruk.
~
Ibnu Qayyim Al-Juziyah ~
[Event 14] Lomba dari Fanpage Gadget Muslimah
Mama
adalah Sumber Kebahagiaan
Oleh:
Nirwana Fitria
Sebelumnya mama adalah
seorang ibu rumah tangga yang sehari-hari di rumah dan bergelut dengan urusan
rumah tangga saja. Setiap hari Mama selalu bangun lebih awal untuk memasak
nasi. Dan juga membangunkan saya dan adik-adik untuk bersiap ke sekolah. mama
juga termasuk tipe orang yang sangat menjaga kebersihan rumah. Semuanya
berjalan seperti biasa sejak saya masih kecil hingga memasuki bangku sekolah
menengah atas. Sebagai anak sulung, saya pun mulai belajar membantu pekerjaan
mama di rumah sejak masih SD. Meskipun pekerjaan yang saya lakukan hanya
sebatas apa yang saya bisa saja. Seperti mencuci piring, menyapu, dan juga menjaga
adik.
Sebagai anak yang mempunyai
seorang mama yang full time bekerja sebagai ibu rumah tangga, tentu saja
saya sangat bahagia dan bersyukur. Karena bapak belum tentu bisa meluangkan
waktunya seperti mama di rumah. Sebagai kepala keluarga, bapak memang bertugas
sebagai pencari nafkah. Jadi tentu saja saya merasakan keseimbangan dalam hidup
saya. Tapi sepertinya, Skenario kehidupan telah berubah. Semenjak bapak
dipindah tugaskan dari kantor tempatnya bekerja. Sehingga penghasilan bapak
sudah tidak seperti dulu lagi. Bahkan bisa dibilang ekonomi keluarga sangat
kurang. Dan mungkin ini adalah salah satu bentuk ujian dari Allah untuk
keluarga saya. Untuk menguji apakah kami sekeluarga bisa tetap sabar atau
tidak.


