Minggu, 08 November 2015

[REVIEW BOOKS] Buku Inspiratif yang harus dibaca^^


Judul Buku: Malam Pertama di Alam Kubur

Penulis:
Dr. A’idh Al-Qarni, M.A.
Dr. Muhammad bin Abdurrahman Al-Uraidi
Syaikh Muhammad Husain Ya;qub

ISBN : 979-3653-01-9

Penerbit : AQWAM -- Anggota SPI (Serikat Penerbit Islam) Solo

Editor /Penyelaras Kata : Bambang Sukirno

Desain cover : Pagar Pro

Cetakan : XXIX. Febuari 2008 M/ Muharram 1429

Tebal : 136 halaman


Pertama kali baca buku itu kira-kira waktu masih SD. Buku itu pemberiaan bapak. Waktu SD, mungkin buku itu belum memberikan banyak pengaruh dalam hidup. Karena maklum lah anak SD yang difikirkan masih tentang main, main dan main. Hehehe

Seiring berjalannya waktu, buku itu masih tersimpan rapi dalam deretan buku koleksi saya. Ketika hati sedang galau, sedih, kecewa dll saya biasanya mencari buku itu dan kemudian membaca kalimat demi kalimat yang tertulis di dalamnya. Saya mendapatkan inspirasi setiap kali membaca buku itu. Hati saya seperti disiram oleh nasehat meskipun bentuknya tulisan.
Share:

Jumat, 06 November 2015

My Note: Teguran dari Hati Nurani

Foto saya di Wisata Batu Angus Kulaba, Kota Ternate

Teguran dari Hati Nurani
Oleh: Nirwana Fitria


Suatu hari, ketika saya marah dan emosi saya memuncak. Tiba-tiba terjadi perbincangan antara diri saya dan hati nurani saya. Kira-kira seperti inilah percakapan itu:


Hati Nurani: Kenapa jadi mudah emosi? Bukankah kamu sudah mulai memahami dan menerapkan ilmu tentang kesabaran?

Saya: Iyah. Saya sudah belajar memahami dan menerapkan ilmu tentang kesabaran. Awalnya saya mulai terbiasa. Tapi ada satu titik dimana saya merasa saya jadi lemah karena kesabaran itu sendiri.
Share:

Minggu, 01 November 2015

Jumat, 30 Oktober 2015

My Note: Sahabat Masa Kecil


 
Sumber Gambar: Google.com

Aku bingung hendak bercerita darimana
Tapi rasanya semua ini berawal dari cerita
Iyah, cerita yang pernah ku dengar dari Mama
Aku pernah mendengar namamu
Namamu sering muncul saat Mama menceritakan masa kecilku
Masa kecil yang pernah ku lalui di sebuah Desa
Hanya senyum yang muncul di wajahku setiap mendengar cerita masa kecilku
Tentang aku yang selalu bernyanyi di bawah pohon dekat rumahmu
Tentang aku yang selalu bermain ayunan denganmu
Tentang aku yang selalu berbicara tanpa henti
Tentang aku yang masih terlalu kecil untuk mengingat semuanya
Share:

Sabtu, 24 Oktober 2015

My Note: Ketika Bulan Sabit Tak Seterang Bulan Purnama


This is My Photo

Hidup ini memang penuh oleh berbagai hal yang kadang tidak kita mengerti.
Banyak hal yang meskipun difikirkan atau dicari jawabannya tetap saja
menyisakkan pertanyaan-pertanyaan lain.

Tulisan saya kali ini adalah tentang hidup yang tidak dibuat-buat,
hidup yang tanpa perlu menutupi ketidaksempurnaan.
Banyak sekali orang yang berusaha menutupi sisi-sisi gelap dalam hidupnya
dalam hal ini sisi-sisi gelap tersebut mungkin bisa disebut sebagai "kekurangan"
Dan tentu saja berusaha menonjolkan semua sisi-sisi terang dalam hal ini
sisi-sisi terang mungkin juga bisa disebut dengan "kelebihan".
Share:

My Note: Izinkanlah aku mencintai-Mu ya Allah



Izinkanlah aku mencintai-Mu ya Allah
Oleh: Nirwana Fitria

Kembali kubuka lembaran demi lembaran kertas yang pernah kutulis tahun-tahun sebelumnya.
Kertas-kertas itu penuh dengan tulisan-tulisan yang isinya tentang kerinduan.
Kertas-kertas itu penuh dengan kalimat-kalimat yang menyuratkan tentang sebuah perasaan.


Hingga mataku pun tertuju pada kalimat yang menjelaskan untuk siapa tulisan-tulisan itu ditujukan.
Betapa malunya diri ini saat menyadari bahwa tulisan-tulisan yang sarat akan kalimat-kalimat indah yang ku tulis di atas kertas itu lebih banyak tertuju pada manusia.
Aku seperti ditampar oleh tulisanku sendiri.
Betapa malunya diri ini pada-Mu ya Rabb…
Share:

My Note: Cinta?

Cinta...
Lebih tepatnya cinta pada lawan jenis.
Kata ini sudah lama hilang dalam bayanganku
Dulu aku sempat menjadikan Kata itu sebagai salah satu hal yang akan
membantuku berdamai dengan hatiku sendiri ketika Dunia mulai menunjukkan sikap yang tidak bersahabat denganku.
Aku yakin kata itu cukup memberikanku energi untuk bisa kembali bernafas
Tapi sepertinya aku keliru,
Aku masih terlalu Naif dengan perasaanku sendiri.
Aku masih tidak bisa melihat kenyataan dengan jelas, dengan akal sehat
Aku masih terlalu mengandalkan mimpi dan impianku.
Ketika satu titik aku merasa dikalahkan oleh kenyataan, barulah sedikit demi sedikit aku sadar bahwa aku harus berdamai dengan diriku sendiri
Aku harus melihat kenyataan dengan akal sehat.
Barulah setelah itu aku bisa menyimpulkan apa makna sebenarnya dari kata itu. Kata yang belum ketemukan makna sejatinya. 
Dan kini kata itu menjadi bagian yang cukup ku simpan sendiri saja.
sampai waktu dan Takdir berucap bahwa Kata itu sudah saatnya datang
Datang dan masuk dalam hidupku, bukan hanya sebagai persinggahan
melainkan sebagai akhir dari tujuan menuju awal kisah yang baru............
 
Nirwana Fitria. 30/9/2015

Share:

My Note: Gelap dan Terang


This is Me

Ketika bayangan diri sendiri pun ikut menghilang ketika kau berada dalam gelap
lantas, apakah salah jika ada bagian dalam diri yang mempertanyakan keadilan
kenapa bayangan diri sendiri maupun bayangan lain hanya mau mengikuti ketika kau sedang tidak berada dalam gelap?
Share:

My Note: Pelajaran Berharga

Bismillah...
Assalamu'alaikum...


Ini adalah salah satu pelajaran berharga buat diri saya....

Tanggal 18 oktober 2015, adalah salah satu hari yang menjadi hari pembelajaran untuk diri saya. Tepatnya lagi pembelajaran hidup. 
Cerita dimulai ketika saya selesai melaksanakan sholat isya. Lalu saya duduk di depan TV, tidak lama kemudian bapak saya datang dan membawa kantong plastik. Dan beliau pun menyuruh saya untuk mengambil kantong plastik itu dan memasaknya karena isi kantong plastik tersebut ternyata adalah Mie goreng dan telur. 

Yang terfikirkan dalam benak saya adalah, Kenapa bapak harus membeli mie goreng dan telur sedangkan di rumah masih ada makanan yang dimasak oleh mama. Saya pun menyampaikan hal tersebut kepada bapak saya, kira-kira kalimat saya sebagai berikut:

"Pa, saya kira masih ada makanan. Kenapa bapak malah beli mie goreng?"
Share:

My Note: Sekedar Menuliskan Isi Hati

Bismillah...
Assalamu'alaikum...

Kadang waktu 24 jam terasa sia-sia
Bukan karena hidup tidak berarti
Bukan karena tidak adanya rasa syukur
Tapi ada bagian di sudut hati yang sesak

Setiap kehidupan keluarga selalu dan memang tidak terlepas dari masalah
Entah itu orang tua ke anak, anak ke anak, suami ke istri
Tapi bukankah cara terbaik untuk menyelesaikan suatu masalah adalah
mencari solusi dengan bermusyawarah atau diskusi
Bukankah setiap perselisihan sebenarnya berawal dari komunikasi yang kurang baik.
Share: