Jumat, 30 Oktober 2015

My Note: Sahabat Masa Kecil


 
Sumber Gambar: Google.com

Aku bingung hendak bercerita darimana
Tapi rasanya semua ini berawal dari cerita
Iyah, cerita yang pernah ku dengar dari Mama
Aku pernah mendengar namamu
Namamu sering muncul saat Mama menceritakan masa kecilku
Masa kecil yang pernah ku lalui di sebuah Desa
Hanya senyum yang muncul di wajahku setiap mendengar cerita masa kecilku
Tentang aku yang selalu bernyanyi di bawah pohon dekat rumahmu
Tentang aku yang selalu bermain ayunan denganmu
Tentang aku yang selalu berbicara tanpa henti
Tentang aku yang masih terlalu kecil untuk mengingat semuanya


Awalnya aku tak pernah berniat bertanya lebih lanjut tentangmu
Karena rasanya kita tak akan bertemu lagi
Setelah bertahun-tahun tinggal di tempat berbeda yang letaknya sangat jauh
Karena rasanya kita tak akan saling mengenal satu sama lain
Tapi semua itu sirna, ketika suatu ketika Takdir membawaku kembali
Kembali berkunjung untuk bersilahturahmi
Kembali datang ke Desa tempatku menghabiskan sedikit masa kecilku
Untuk pertama kalinya setelah sekian lama
Aku menginjakkan kakiku di Desa itu
Desa yang begitu asri dengan pemandangan yang sangat menyejukkan
Tak ku sangka di waktu itu pula aku kembali bertemu denganmu walau hanya sepintas
Tak ada perbincangan antara kita
Yang ku tahu saat itu kamu lebih tua setahun dariku
Dan yang paling pasti lebih tinggi dariku. Hehe

Setelah kunjunganku ke Desa tempat masa kecilku
Tak ku sangka kamu menghubungiku
Mencoba menjalin kembali persahabatan yang sempat terpisahkan
Meskipun aku sangat kaku saat pertama kali berbicara denganmu di telefon
Tapi itu semua tidak menjadikan persahabatan kita menjadi Kaku
Kita memulai kembali persahabatan masa kecil itu
Aku mulai banyak tahu tentangmu dan begitu juga sebaliknya
Mungkin ikatan persahabatan di masa kecil
Membuatku merasa sangat dekat denganmu padahal kita baru saja bertemu

Waktu berlalu begitu cepat
Tanpa terasa usia kita pun mulai beranjak dewasa
Tanpa terasa pula komunikasi kita terputus
Persahabatan kita mulai berjarak lagi
Hingga suatu ketika kamu menghubungiku kembali
Kita kembali memulai perbincangan-perbincangan
Dan untuk kedua kalinya, Takdir membawaku kembali ke Desa itu
Kali ini dalam suasana Lebaran
Aku mengunjungi beberapa rumah kerabat orang tuaku di sana
Dan salah satunya adalah rumahmu
Di situlah untuk pertama kalinya kita bertemu & bertatap muka secara langsung
Di situlah untuk pertama kalinya aku melihatmu dengan jelas
Tuhan selalu saja memberikan hadiah-hadiah yang tak pernah ku sangka
Salah satunya adalah pertemuan denganmu
Tadinya ku kira kita tak akan bertemu lagi
Karena hidup kita sudah penuh dengan kesibukkan masing-masing
Tapi ternyata aku salah
Takdir menunjukkan kekuatannya. 
Sang Pencipta memang sudah menyiapkan rencana yang indah

Aku bersyukur bisa diberi kesempatan mengenalmu
Aku juga bersyukur diberi kesempatan untuk melihatmu secara langsung
Aku selalu nyaman untuk bercerita apapun denganmu
Padahal aku bukanlah tipe orang yang terbuka dengan orang lain
Tetapi entah kenapa denganmu aku selalu merasa nyaman
Karena buatku kamu sudah seperti kakak
Kakak yang selalu bisa melindungi
Kakak yang selalu bisa menasehati
Kakak yang selalu bisa mendengarkan curhatanku
Dan kakak yang selalu bisa menghiburku dengan cara yang sederhana

Persahabatan kita memang begitu sederhana
Tetapi kesederhanaan itulah yang selalu membuatku nyaman
Semoga kita tetap bisa menjadi sahabat
Entah itu sekarang, esok atau bahkan selamanya
Tetaplah menjadi sahabat sekaligus kakak yang baik untukku
Karena kehadiranmu sudah memberikan warna yang indah dalam hidupku
Terima kasih untuk ketulusan dalam persahabatan kita
Terima kasih untuk persahabatan yang indah ini.


Tulisan Untuk sahabat Masa kecilku...


Share:

0 komentar:

Posting Komentar