![]() |
| This is My Photo |
Hidup ini memang penuh oleh berbagai hal yang kadang tidak kita
mengerti.
Banyak hal yang meskipun difikirkan atau dicari jawabannya tetap saja
menyisakkan pertanyaan-pertanyaan lain.
Banyak hal yang meskipun difikirkan atau dicari jawabannya tetap saja
menyisakkan pertanyaan-pertanyaan lain.
Tulisan saya kali ini adalah tentang hidup yang tidak dibuat-buat,
hidup yang tanpa perlu menutupi ketidaksempurnaan.
Banyak sekali orang yang berusaha menutupi sisi-sisi gelap dalam hidupnya
dalam hal ini sisi-sisi gelap tersebut mungkin bisa disebut sebagai "kekurangan"
Dan tentu saja berusaha menonjolkan semua sisi-sisi terang dalam hal ini
sisi-sisi terang mungkin juga bisa disebut dengan "kelebihan".
Memang pada dasarnya kita tidak boleh fokus pada kekurangan,
kita harus fokus pada kelebihan kita.
Tapi di sini saya punya sudut pandang lain mengenai kekurangan dan kelebihan
Saya fikir, sebagai manusia biasa tentu saja kita tidak bisa 100% sempurna
Karena kesempurnaan memang hanya miliknya Allah Subhanahu Wa Ta'ala
Ketika kita punya kelebihan, pasti dan tentu saja kita punya kekurangan
Orang lain akan memberikan penilaiannya terhadap kita, itupun menurut sudut
pandangnya sendiri. Dan itu adalah haknya.
Beberapa hari yang lalu, ketika sesak perasaan saya. Saya pergi di luar/di teras
sambil duduk melihat langit yang pada saat itu tanpa bintang.
yang ada hanyalah Bulan sabit.
Iyah Bulan sabit.
Bulan sabit memang tidak terlalu menarik seperti bulan Purnama.
karena Bulan Purnama lebih terang bahkan terkesan sempurna.
Jauh sekali jika dibandingkan dengan bulan sabit.
Tapi ada satu hal yang jarang sekali difikirkan.
Bulan sabit memang tidak terang seindah terangnya bulan purnama.
Tap bulan sabit memperlihatkan sisi-sisi gelap disekitarnya.
jadi kita bisa sekaligus melihat 2 sisi dalam bulan sabit.
Sedangkan Bulan Purnama sangat indah, terang sempurna.
Tapi bulan purnama tidak memperlihatkan sisi-sisi gelapnya
sisi-sisi gelap itu nyaris sempurna tertutupi oleh terangnya cahayanya.
Tapi bulan purnama tidak memperlihatkan sisi-sisi gelapnya
sisi-sisi gelap itu nyaris sempurna tertutupi oleh terangnya cahayanya.
Pada umumnya orang akan memilih menjadi Bulan sempurna.
Siapa coba yang tidak ingin terlihat sempurna seolah tanpa cela?
Tapi jika pilihan itu ditujukan pada saya.
mungkin saya akan lebih memilih bulan sabit.
Aneh yah? hehe iyah saya juga berfikiran demikian.
Tapi menurut saya, saya tidak perlu seterang purnama untuk menutupi
semua sisi-sisi gelap dalam hidup. semua kekurangan-kekurangan.
Toh pada akhirnya meskipun orang lain melihat kesempurnaan, mereka pun
akan mengetahui kekurangan. Dan pada sebagian orang, ketika mereka sejak awal terpesona pada kelebihan2 maka ketika mengetahui kekurangan, mereka akan kecewa.
Tapi coba bayangkan jika kita memilih untuk mengetahui kekurangan2
terlebih
dahulu sebagai pertanda bahwa kita memang memahami bahwa manusia itu tidak ada yang sempurna.
dahulu sebagai pertanda bahwa kita memang memahami bahwa manusia itu tidak ada yang sempurna.
Setelah mengetahui kekurangan, sedikit demi sedikit kita pun akan
melihat kelebihan2.
Begitulah kira-kira dengan saya. Saya tidak peduli dengan kesan terlihat
sempurna untuk orang lain. Selama apa yang saya jalani tidak melanggar
apa yang dilarang/tidak merugikan orang lain.
sempurna untuk orang lain. Selama apa yang saya jalani tidak melanggar
apa yang dilarang/tidak merugikan orang lain.
Maka saya pun akan menjalani hidup saya dengan tampil seperti
bulan sabit.
Bukankah hidup itu memang sederhana saja?
kalaupun ada kelebihan2.. yah itu dijadikan sebuah bentuk Rasa syukur.
Kekurangan dijadikan bentuk rasa sabar dan pengertian bahwa memang tidak ada manusia yang sempurna.
Bukankah hidup itu memang sederhana saja?
kalaupun ada kelebihan2.. yah itu dijadikan sebuah bentuk Rasa syukur.
Kekurangan dijadikan bentuk rasa sabar dan pengertian bahwa memang tidak ada manusia yang sempurna.

0 komentar:
Posting Komentar