Ke Moramo
di rumah Fistha sekaligus jalan-jalan........
Setelah pulang dari Ternate,
saya lebih banyak mengahabiskan waktu di rumah. Yah berhubung belum ada
kegiatan. Waktu bulan Agustus, tiba-tiba saja sahabat saya di Moramo, Fistha.
Menghubungi saya dan mengajak untuk menginap ke rumahnya karena di rumahnya
akan ada acara. Tentu saja saya senang mendengar kabar itu, apalagi saya memang
sudah lama sekali tidak ke Moramo. Saya langsung membicarakan hal ini pada
orang tua. Dan Alhamdulillah saya diizinkan untuk ke sana. Fistha sendiri yang
datang ke rumah saya untuk menjemput saya sekalian dia langsung ke pasar untuk
membeli titipan mamanya. Kami berangkat ke Moramo naik motor. Yah, inilah salah
satu kelebihan sahabat saya ini. Dia sudah jago bawa motor sejak dulu sekali.
Hehehe
Di perjalanan menuju ke Moramo, kami sempat singgah di satu tempat yang memang
sudah lama ingin saya kunjungi. Tempat itu sudah pernah dikunjungi oleh Fistha,
jadi saya memintanya untuk singgah ke tempat itu. Dan benar saja, tempat itu
indah sekali. Meskipun mungkin bagi sebagian orang yang melihatnya akan
mengatakan bahwa tempat itu “biasa saja”, tapi bagi saya tempat itu tetap
indah. saya sempat mengabadikan gambar dan suasana tempat itu melalui Foto.
Sebenarnya tempat itu masih sangat jarang diketahui orang lain karena letaknya
yang lumayan terpencil. Tapi bagi yang sudah pernah ke sana mungkin tahu nama
tempat itu apa karena saya sendiri hingga saat ini tidak tahu apa nama tempat
itu Hehehe.
Oh yah, setelah puas menikmati pemandangan di tempat itu meskipun
dengan sengatan terik matahari yang cukup membuat pandangan jadi silau, kami
pun melanjutkan perjalanan ke Moramo (tujuan utama).
setelah tiba di rumahnya Fistha, kami pun makan siang, sholat lalu istirahat sejenak. Dan sorenya kami langsung jalan-jalan lagi ke Dermaga Lapuko. Dermaga itu sudah banyak berubah, jauh sekali dari yang dulu. Tapi saya tetap menikmati keindahan di Dermaga itu. Dan tentu saja tidak lupa untuk mengabadikan gambar alias berfoto. Hehehe Tingkat Narsis ternyata masih tinggi sekali padahal umur sudah 18 tahun (pada waktu itu).
![]() |
| Foto di Dermaga Lapuko, Moramo |
![]() |
| Foto bersama Fistha |
Selain jalan-jalan ke Dermaga Lapuko. Kami pun tidak lupa untuk
silahturahmi ke rumah teman yang juga belum kuliah. Karena kebanyakan sudah
sibuk kuliah. Jadi kami menyempatkan silahturahmi ke rumah Novi. Oh yah, saya
tidak berdua saja dengan Fistha, melainkan Ani juga ikut. Teman SMP kami yang
lumayan cerewet. Jadilah suasana jalan-jalan kami semakin rame dan seru,
meskipun saya tahu di hati kami masing-masing terselip rasa sedih karena belum
bisa melanjutkan kuliah dengan alasan yang berbeda-beda satu dengan yang
lainnya. Tapi kebersamaan kami pada saat itu cukup jadi penghibur untuk
menutupi segala jenis kesedihan yang bersarang dalam hati.
![]() |
| Saya, Ani, Fistha, dan Novi |
Setelah kurang lebih 3 hari berada di Moramo, saya pun meminta
izin pada mamanya Fistha untuk pulang ke Kendari. Dan lagi-lagi dengan
setianya, sahabat saya Fistha yang mengantarkan saya pulang ke rumah. Dan di
perjalanan pulang, kami sempat mampir dulu ke rumah Fina, teman SMP kami juga.
Maklum lah sudah lama tidak bertemu, jadi sekalinya ketemu jadi ingin cerita
terus. Hehehe
Tapi terlepas dari segala macam kegiatan yang saya lakukan di
sana, saya sangat bersyukur karena bisa punya sahabat seperti Fistha, juga
teman-teman SMP di Moramo. Selalu ada hikmah memang atas setiap kejadian atau
peristiwa dalam hidup, termasuk kepindahan saya waktu SMP di Moramo. Kalau saya
tidak pindah, mungkin saya tidak akan bertemu mereka. Saya jadi ingat kata-kata
ini : “Everything happens for a reason” artinya kurang lebih “Segala
sesuatu terjadi untuk sebuah alasan”
kami mungkin belum dikasih kesempatan oleh Allah untuk kuliah pada waktu itu, tapi di sisi lain Allah memberikan kami kesempatan untuk bersilahturahmi, berbagi cerita, dan tentu saja jalan-jalan. Hehehe, meskipun jalan-jalannya bukan di tempat yang “Wah” tapi setidaknya kebersamaan kami pada saat itu sudah cukup mewakili kata “Wah”
Alhamdulillah for Everything ya Allah. You don’t give me what I want, but you Always give me what I need.




0 komentar:
Posting Komentar