Selasa, 13 Oktober 2015

My Note: Keindahan Kota Ternate


Keindahan Kota Ternate
Oleh: Nirwana Fitria

Di tengah beban yang cukup berat yang ada di kepala, tiba-tiba saja ada kabar gembira bahwa nenek mengajak saya untuk ke Ternate. Kota kelahiran dan masa kecil Papa saya. Rasanya senang ketika diberi kesempatan mengujungi kota yang ada Gunung Gamalama’nya itu. Sewaktu kecil saya memang pernah ke sana, kira-kira waktu usia sebelum masuk SD. Tapi memory tentang kota Ternate tidak terlalu banyak yang tersimpan, karena saat itu saya masih kecil. Dan Alhamdulillah ketika mengetahui bahwa nenek ingin ditemani jalan-jalan oleh saya ke Ternate saya tentu saja langsung setuju. Karena memang saya senang jalan-jalan apalagi tiket kapalnya dibelikan. Hehehe :D
 

Perjalanan ke Kota Ternate saya tempuh dengan naik Kapal besar. Tapi sebelumnya, harus naik kapal superjet dulu ke Bau-bau. Berhubung kapalnya tidak sandar di Pelabuhan Nusantara Kendari. Di bau-bau saya dan nenek menginap di rumah Oma yang kebetulan anaknya itu tetangga sebelah rumah saya. Jadi sudah akrab dan kenal. Di sana saya dan nenek menunggu kapal Sinabung.

Pelabuhan Bau-bau



Saya dan nenek tiba di Bau-bau siang hari. Sorenya, saya berkesempatan mengunjungi Pantai Kamali Bau-bau, saya diajak oleh kak Citra (anaknya Oma). Saya sangat menyukai kegiatan jalan-jalan, apalagi di tempat yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya. Saya sudah beberapa kali menginjakkan kaki di kota Bau-bau, tapi baru kali itu saya bisa mengunjungi pantai Kamali. Di sekitaran pantai kamali berjejer tenda-tenda para pedagang yang menjual aneka makanan. Selain itu ada juga tempat bermain untuk anak-anak. Saya begitu menikmati pemandangan di kota Bau-bau sore sampai malam itu. Indah sekali, seperti lupa sama semua beban yang sedang menghujani kepala saya. Hehehe

Yang  jelasnya Terimakasih Kak Citra sudah bersedia menemani saya jalan-jalan di Pantai Kamali, sekaligus Thanks juga buat traktirannya :D


Pantai Kamali, Bau-bau

Foto bersama Kak Citra di Pantai Kamali, Bau-bau

Kapal Sinabung sandar di pelabuhan Bau-bau sekitar jam 21.00 WITA. Setelah dari pantai Kamali, saya dan nenek bersiap-siap untuk berangkat ke pelabuhan yang jaraknya tidak begitu jauh dari rumah Oma. Cukup beberapa menit saja dengan naik becak ataupun motor, kami sudah sampai di pelabuhan. 

Berangkat menggunakan Kapal Sinabung adalah pengalaman pertama saya, waktu kecil perjalanan ke Ternate saya tempuh dengan menggunakan kapal Lambelu. Dan itu semua masih jelas dalam ingatan saya. Kapal Sinabung adalah salah satu kapal yang lumayan besar. Karena tiket kapal kami adalah tiket untuk kelas ekonomi, maka saya harus bergegas naik mengikuti buruh yang membawa tas pakaian untuk mencari tempat. Karena penumpang kelas ekonomi sangat banyak. Nenek masih menunggu di bawah. Dan ketika saya sudah dapat tempat, maka buruh yang tadi membawakan tas, langsung turun ke pelabuhan untuk membawa nenek ke tempat saya berada. 

Perjalanan pun di mulai, saya harus menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar. Berada di antara orang-orang yang tidak saya kenal. Hehehe
Perjalanan  dari Bau-bau ke Ternate ditempuh selama kurang lebih 4 hari 4 malam. Sempat transit di beberapa pelabuhan.


Jalan-jalan di Kota Ternate......


Ketika menginjakkan kaki di Kota Ternate, saya melihat begitu banyak perubahan dari kota ini. Tapi ada satu yang akan tetap sama, yaitu Gunung Gamalama. Indah sekali memandangi gunung Gamalama. Rasa capek dan jenuh selama beberapa hari di kapal seperti terbayarkan ketika melihat indahnya pemandangan kota kelahiran bapak saya ini, Kota Ternate.

Ternate menyimpan begitu banyak tempat wisata yang sangat disayangkan jika terlewatkan. Saya pun sangat bersemangat ketika diajak oleh keluarga jalan-jalan di beberapa tempat wisata yang ada di kota Ternate. Ketika jalan-jalan saya seperti lupa dengan semua masalah. Otak saya saya ajak untuk fresh dari segala macam persoalan yang cukup menguras fikiran saya. Saya tidak bisa menyembutkan persoalan apa itu, yang jelas berkaitan dengan masalah keluarga. Tapi yah sudahlah, toh semua manusia memang tidak akan luput dari yang namanya Masalah. Bukan hidup jika tanpa masalah. Tetap semangat. InsyaAllah.

Dan ini adalah beberapa tempat wisata yang berhasil saya kunjungi selama di kota Ternate. Sebenarnya masih banyak lagi tempat wisata di kota itu, hanya saja waktu belum mengizinkan saya untuk mengunjungi semuanya. Hehe :D 


Wisata Batu Angus Kota Ternate

Danau Tolire Kota Ternate

Indahnya Kota Ternate dilihat dari atas bukit

Pantai Sulamadaha Kota Ternate

Masjid Raya Kota Ternate

Masjid Muhajirin Kota Ternate


Selain berkunjung ke tempat wisata, saya dan nenek juga tidak lupa untuk bersilahturahmi ke rumah keluarga yang ada di Ternate. Dan nenek saya ternyata masih ingat dengan jelas rumah-rumah sanak saudara di Ternate. Saya salut dan bangga dengan nenek saya ini.
 
Selain di kota Ternate, masih ada keluarga yang perlu untuk dikunjungi. Dan lokasinya bukan di Kota Ternate, melainkan harus menyebrang pulau menggunakan kapal cepat. Dan nama lokasinya adalah Kabupaten Bacan. Di sana ada saudara Papa saya. Lebih tepatnya kakak kandung Papa saya, ada 2 orang. Dan saya bersyukur bisa berkunjung ke sana. Banyak sekali pengalaman baru yang saya dapatkan. Termasuk bertemu dengan orang-orang baru. Alhamdulillah.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar