Keindahan Kota Ternate
Oleh: Nirwana Fitria
Di tengah beban yang cukup
berat yang ada di kepala, tiba-tiba saja ada kabar gembira bahwa nenek mengajak
saya untuk ke Ternate. Kota kelahiran dan masa kecil Papa saya. Rasanya senang
ketika diberi kesempatan mengujungi kota yang ada Gunung Gamalama’nya itu.
Sewaktu kecil saya memang pernah ke sana, kira-kira waktu usia sebelum masuk
SD. Tapi memory tentang kota Ternate tidak terlalu banyak yang tersimpan,
karena saat itu saya masih kecil. Dan Alhamdulillah ketika mengetahui bahwa
nenek ingin ditemani jalan-jalan oleh saya ke Ternate saya tentu saja langsung
setuju. Karena memang saya senang jalan-jalan apalagi tiket kapalnya dibelikan.
Hehehe :D
Perjalanan ke Kota Ternate
saya tempuh dengan naik Kapal besar. Tapi sebelumnya, harus naik kapal superjet
dulu ke Bau-bau. Berhubung kapalnya tidak sandar di Pelabuhan Nusantara
Kendari. Di bau-bau saya dan nenek menginap di rumah Oma yang kebetulan anaknya
itu tetangga sebelah rumah saya. Jadi sudah akrab dan kenal. Di sana saya dan
nenek menunggu kapal Sinabung.
![]() |
| Pelabuhan Bau-bau |
Saya dan nenek tiba di Bau-bau siang hari. Sorenya, saya berkesempatan mengunjungi Pantai Kamali Bau-bau, saya diajak oleh kak Citra (anaknya Oma). Saya sangat menyukai kegiatan jalan-jalan, apalagi di tempat yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya. Saya sudah beberapa kali menginjakkan kaki di kota Bau-bau, tapi baru kali itu saya bisa mengunjungi pantai Kamali. Di sekitaran pantai kamali berjejer tenda-tenda para pedagang yang menjual aneka makanan. Selain itu ada juga tempat bermain untuk anak-anak. Saya begitu menikmati pemandangan di kota Bau-bau sore sampai malam itu. Indah sekali, seperti lupa sama semua beban yang sedang menghujani kepala saya. Hehehe
Yang jelasnya Terimakasih Kak Citra sudah bersedia menemani saya jalan-jalan di Pantai Kamali, sekaligus Thanks juga buat traktirannya :D
![]() |
| Pantai Kamali, Bau-bau |
![]() |
| Foto bersama Kak Citra di Pantai Kamali, Bau-bau |
Kapal Sinabung sandar di pelabuhan Bau-bau sekitar jam 21.00 WITA.
Setelah dari pantai Kamali, saya dan nenek bersiap-siap untuk berangkat ke
pelabuhan yang jaraknya tidak begitu jauh dari rumah Oma. Cukup beberapa menit
saja dengan naik becak ataupun motor, kami sudah sampai di pelabuhan.
Berangkat menggunakan Kapal Sinabung adalah pengalaman pertama
saya, waktu kecil perjalanan ke Ternate saya tempuh dengan menggunakan kapal
Lambelu. Dan itu semua masih jelas dalam ingatan saya. Kapal Sinabung adalah salah
satu kapal yang lumayan besar. Karena tiket kapal kami adalah tiket untuk kelas
ekonomi, maka saya harus bergegas naik mengikuti buruh yang membawa tas pakaian
untuk mencari tempat. Karena penumpang kelas ekonomi sangat banyak. Nenek masih
menunggu di bawah. Dan ketika saya sudah dapat tempat, maka buruh yang tadi
membawakan tas, langsung turun ke pelabuhan untuk membawa nenek ke tempat saya
berada.
Perjalanan pun di mulai, saya harus menyesuaikan diri dengan
lingkungan sekitar. Berada di antara orang-orang yang tidak saya kenal. Hehehe
Perjalanan dari Bau-bau ke Ternate ditempuh selama kurang lebih 4 hari 4 malam. Sempat transit di beberapa pelabuhan.
Perjalanan dari Bau-bau ke Ternate ditempuh selama kurang lebih 4 hari 4 malam. Sempat transit di beberapa pelabuhan.
Jalan-jalan di Kota Ternate......
Ketika menginjakkan kaki di Kota Ternate, saya melihat begitu
banyak perubahan dari kota ini. Tapi ada satu yang akan tetap sama, yaitu
Gunung Gamalama. Indah sekali memandangi gunung Gamalama. Rasa capek dan jenuh
selama beberapa hari di kapal seperti terbayarkan ketika melihat indahnya
pemandangan kota kelahiran bapak saya ini, Kota Ternate.
Ternate menyimpan begitu banyak tempat wisata yang sangat
disayangkan jika terlewatkan. Saya pun sangat bersemangat ketika diajak oleh
keluarga jalan-jalan di beberapa tempat wisata yang ada di kota Ternate. Ketika
jalan-jalan saya seperti lupa dengan semua masalah. Otak saya saya ajak untuk
fresh dari segala macam persoalan yang cukup menguras fikiran saya. Saya tidak
bisa menyembutkan persoalan apa itu, yang jelas berkaitan dengan masalah
keluarga. Tapi yah sudahlah, toh semua manusia memang tidak akan luput dari
yang namanya Masalah. Bukan hidup jika tanpa masalah. Tetap semangat.
InsyaAllah.
Dan ini adalah beberapa tempat wisata yang berhasil saya kunjungi
selama di kota Ternate. Sebenarnya masih banyak lagi tempat wisata di kota itu,
hanya saja waktu belum mengizinkan saya untuk mengunjungi semuanya. Hehe
:D
![]() |
| Wisata Batu Angus Kota Ternate |
![]() |
| Danau Tolire Kota Ternate |
![]() |
| Indahnya Kota Ternate dilihat dari atas bukit |
![]() |
| Pantai Sulamadaha Kota Ternate |
![]() |
| Masjid Raya Kota Ternate |
![]() |
| Masjid Muhajirin Kota Ternate |
Selain berkunjung ke tempat wisata, saya dan nenek juga tidak lupa
untuk bersilahturahmi ke rumah keluarga yang ada di Ternate. Dan nenek saya
ternyata masih ingat dengan jelas rumah-rumah sanak saudara di Ternate. Saya
salut dan bangga dengan nenek saya ini.
Selain di kota Ternate, masih ada keluarga yang perlu untuk
dikunjungi. Dan lokasinya bukan di Kota Ternate, melainkan harus menyebrang
pulau menggunakan kapal cepat. Dan nama lokasinya adalah Kabupaten Bacan. Di
sana ada saudara Papa saya. Lebih tepatnya kakak kandung Papa saya, ada 2
orang. Dan saya bersyukur bisa berkunjung ke sana. Banyak sekali pengalaman
baru yang saya dapatkan. Termasuk bertemu dengan orang-orang baru.
Alhamdulillah.









0 komentar:
Posting Komentar