Jumat, 28 Agustus 2015

My Note: Menolong sekaligus Berkarya ^^


Bismillah...
Assalamu'alaikum...

Saya adalah anak sulung dari 5 bersaudara, mungkin karena itu juga jiwa sebagai kakak memang nyata ada dalam diri saya. Hehehe :D Di dalam tulisan saya ini, saya ingin menceritakan pengalaman ketika adik saya yang ketiga, Akbar. Adik laki-laki satu-satunya. Dia mendapat tugas dari sekolah untuk membuat prakarya dari bahan stik es. Sepulang dari sekolah, dia langsung menghampiri saya dengan tujuan untuk meminta saya membantunya membuat prakarya itu. Saya sebagai kakak yang baik, hehehe. 
Share:

Jumat, 07 Agustus 2015

My Note: Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)



Bismillah...
Assalamu'alaikum...
Setelah menyelesaikan sekolah menengah pertama saya di SMP 1 Moramo, saya pun kembali ke rumah orang tua saya. Saya rindu dengan keadaan rumah, dan berharap ketika kembali ke rumah, saya bisa lebih tenang dan melihat segala hal dari sudut pandang yang berbeda dari sebelumnya. Orang tua sempat menyarankan untuk istirahat dulu kalau memang mau istirahat karena melihat kondisi saya yang sebelumnya habis sakit. Karena bagi orang tua saya, melihat anaknya sehat dan bisa tersenyum saja itu sudah lebih dari cukup. Tapi saya bertekad untuk melanjutkan sekolah ke tingkat selanjutnya. Dalam hati kecil saya, sebenarnya saya ingin melanjutkan sekolah di sekolah favorit yang ada di Kota seperti waktu SMP dulu. Tapi kemudian mama memberi saya saran bahwa sebaiknya mencari sekolah yang tidak terlalu jauh dari rumah karena waktu yang ditempuh untuk perjalanan tidak terlalu jauh sehingga ketika sudah pulang sekolah, saya bisa langsung pulang ke rumah dan istirahat. Mengingat kondisi saya yang memang tidak boleh terlalu capek atau kelelahan.
Share:

Rabu, 05 Agustus 2015

My Note: Sekolah Menengah Pertama (SMP)



Bismillah...
Assalamu'alaikum...
 
Setelah menamatkan pendidikan di sekolah dasar, saya akhirnya melanjutkan pendidikan saya ke jenjang yang lebih tinggi yaitu Sekolah Menengah Pertama (SMP). Sebelumnya, saya sempat mengikuti seleksi sebagai calon siswa RSBI di SMPN 1 Kendari. Tapi sayang tidak Lulus. Namun, saya tetap memilih mendaftar masuk di SMPN 1 Kendari sebagai calon siswa kelas Reguler (kelas biasa) dan Alhamdulillah Lulus. 



kartu tanda peserta seleksi calon siswa SBI


Setelah dinyatakan Lulus, saya pun mengikuti tahapan selanjutnya hingga selesai. Setelah semua urusan pendaftaran dan administrasi beres, sekolah pun mengeluarkan jadwal pelaksanaan MOS. Dan saya pun mengikuti MOS selama 3 hari di sekolah. Setelah MOS selesai diadakan, sekolah kemudian memberikan Tes kepada semua siswa baru untuk menentukan kelas yang akan dimasuki. 
Share:

My Note: Sekolah Dasar (SD)


Bismillah...
Assalamu'alaikum...

Saya menjalani hidup saya seperti anak lain pada umumnya, ketika memasuki usia Sekolah pun saya juga mendaftar di salah satu sekolah dasar di Kota Kendari. Meskipun tidak sempat menampatkan pendidikan di Taman Kanak-kanak, tetapi saya tidak berkecil hati. Akhirnya, saya di daftarkan di SDN 06 Kendari Barat oleh bapak saya. Nama sekolah itu terhitung sudah beberapa kali ganti nama, terhitung sejak saya masuk ke situ.
Share:

Sabtu, 25 Juli 2015

My Note: Bertemankan Sepi



Foto bersama sepupu-sepupu di rumah nenek waktu lebaran

 
"Selamat Hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1436 H.  Minal Aidzin Wal Faidzin. Mohon Maaf Lahir & Batin"

Tahun-tahun lalu, Lebaran selalu menjadi ajang silahturahmi
Silahturahmi dengan teman-teman yang sudah lama tak jumpa
Rumah selalu didatangi beberapa teman yang berkunjung
Senang rasanya mendapat kunjungan itu
Hari-hari berganti, bulan ikut berganti
Tanpa terasa tahun juga berganti
Rasanya sangat bersyukur bisa Kembali ada dalam suasana Lebaran
Allah masih memberikan nikmat kesehatan
Share:

My Note: Dia Telah Pergi

Dia Telah Pergi
Oleh: Nirwana Fitria 


Saat Nafas telah terhenti
Saat jantung tak lagi berdetak
Membuat luka di hati
Yang mencoba menahan suara untuk berteriak

Senyum yang dulu masih menghiasi wajah
Kini berganti wajah pucat pasi
Membuat jiwa gelisah
Jika menyaksikannya
Share:

My Note: Senyum Kebanggaan Terakhir

Senyum Kebanggaan Terakhir
Oleh: Nirwana Fitria

Foto saya waktu masih kecil digendong sama Alm.kakek
yang biasa sy panggil Pace :)

Dulu...
Aku masih bisa melihat senyum kebanggaan darimu
Tatkala engkau melihat hasil perjuangan kecilku
Tak aku kira...
Itu adalah senyum terakhir darimu
Ingin rasanya ku putar waktu
Agar aku bisa melihat lagi senyummu
Mungkin itu hanyalah mimpi belaka
Karena sekarang, Engkau sudah tenang di sana
Sekarang...
Aku hanya bisa menunjukkan hasil perjuangan kecilku
Di depan batu nisan bertuliskan namamu
Yang membuat air mataku jatuh saat di depannya
Mungkin...
Kata "Terima Kasih" dariku
Tak akan membayar semangat yang telah engkau berikan padaku
Lewat Senyum Kebanggaan Terakhir darimu...
Hanya Doa yang tulus yang bisa kuberikan padamu


Puisi sederhana ini untuk Almarhum Kakekku, Chandra Haedar...
 
Share:

My Note: Catatan tentang Bapak

Foto saya )waktu umur 2 tahun) bersama bapak


Tulisan kali ini adalah tulisan saya yang isinya tentang Bapak. Bapak adalah orang yang selalu berusaha melakukan apapun demi anak-anaknya. Kalau Mama terkesan cerewet dan suka mengomel, lain halnya dengan Bapak yang lebih santai dalam menyikapi apapun. Beliau tidak terlalu banyak bicara, hanya saja kalau marah… Wah keluar deh aslinya. Hehehehe
Share:

My Note: Catatan tentang Mama

Foto saya (umur 2 tahun) bersama Mama



Sebelumnya saya meminta maaf jika tulisan saya ini seperti menyudutkan Mama atau apapun yang seolah-oleh terlihat seperti marah kepada Mama. Saya hanya ingin menuliskan apa yang saya rasakan selama ini. Karena terkadang saya terlalu takut untuk menyatakan apa yang saya rasakan. Bukan karena egois, atau terlalu memendam (sendirian). Kebiasaan memendam masalah sendirian sudah lama saya tinggalkan. Sudah beberapa tahun terakhir ini saya menjalani kehidupan yang jauh dari kehidupan saya sebelumnya. Salah satunya terkait masalah pendam-memendam itu. Kembali ke permasalahan, saya takut untuk menyatakan semua yang saya rasakan kepada Mama karena saya terlalu menghargai Mama sebagai seseorang yang sudah mengorbankan kehidupannya demi saya sejak saya dihamilkan hingga detik ini. Dan karena saya takut sekali berdosa di hadapan Allah karena berkata kasar ataupun hanya membantah dengan kata “AH” adalah hal yang sungguh sangat dimurkai oleh Allah SWT. 
Share:

Minggu, 19 Juli 2015

My Note: Puisi untuk Mama

MAMA
Oleh: Nirwana Fitria

Sembilan bulan engkau mengandungku…
Sembilan bulan engkau membawaku…
Selama itu juga engkau menjagaku…
Perjuanganmu tak selesai sampai di situ…
Setelah aku dilahirkan, engkau juga menjaga dan merawatku...
Hingga Ku seperti sekarang…
Tanpa pengorbananmu yang tulus…
Aku mungkin takkan hidup di dunia ini…
Aku mungkin takkan tahu seindah apa matahari di pagi dan senja hari…
Aku mungkin takkan tahu seindah apa warna pelangi…
Dan aku takkan bisa belajar bagaimana cara membalas semua pengorbananmu…
Namun, apapun yang ku lakukan untukmu…
Takkan bisa membalas semua pengorbananmu…
Tapi, apalah dayaku yang hanya manusia biasa…
Aku hanya dapat mendoakanmu di setiap sujudku…
Aku hanya dapat menyebut namamu di setiap doa-doaku…
Semoga engkau senantiasa dilindungi oleh Allah SWT…
Doaku selalu untukmu, MAMA…

Puisi dari Anak Sulungnya Mama

Share: