*Segala sesuatu di dunia ini ada akhirnya, gempa pasti berhenti, hujan pasti reda, badai pasti berlalu, jalani dengan tawakal*
Senin, 04 Januari 2016
My Note: Hati-hati Dengan Pertanyaan!!
Bismillah...
Assalamu'alaikum...
Kali ini saya ingin berbagi mengenai
sebuah postingan yang secara tidak sengaja saya temukan di beranda facebook.
Dan Postingan tersebut sangat bagus dijadikan bahan perenungan untuk siapapun
yang melihatnya, termasuk saya.
Kadang, sadar maupun tidak, kita
seringkali menganggap pertanyaan ataupun kalimat yang kita tujukan kepada orang
lain adalah hal biasa. Padahal, bisa saja pertanyaan atau kalimat yang kita
tujukan itu justru membuat orang lain tersakiti.
Saat melihat postingan di bawah ini,
saya pun langsung memeriksa hati saya kembali. Mencoba memahaminya dari
berbagai sisi. Dan saya pun berusaha untuk terus menerus memperbaiki diri,
istrospeksi, #Muhasabah. Karena sebagai manusia yang tak luput dari khilaf,
tentu saja ada saat-saat dimana diri ini lupa akan sesuatu yang seharusnya
selalu diingat.
{Artikel} ‘Orang Gila Sebenarnya’
Di tengah perjalanan, manusia teladan
sepanjang zaman ini menyaksikan sekelompok sahabat tengah berkumpul. Ramai.
Beliau pun menghampiri, lalu bertanya, “Untuk apa kalian berkumpul di tempat
ini?”
“Wahai kekasih Allah Ta’ala,” jawab
para sahabat, “kami berkumpul lantaran ada orang gila yang sedang mengamuk.”
Lepas menyaksikan sosok yang disebut
gila oleh para sahabatnya, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, “Dia
bukanlah gila. Dia hanyalah mendapat musibah (mubtala). Tahukah kalian,
siapakah orang gila yang sebenarnya (al-Majnun haq al-Majnun)?”
Para sahabat pun menggeleng, lalu
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam menyebutkan 6 sifat yang merupakan
ciri orang gila yang sebenarnya.
Minggu, 03 Januari 2016
Quote
"Bagi mereka yang pandai bersyukur dan mengambil hikmah, tak akan pernah ada hari yang sial. Mereka akan tersenyum dan bersyukur meskipun menjalani hari yang menurut orang lain terlihat berat. Karena seperih apapun suatu kisah, akan senantiasa bertabur hikmah"
- Sumber: Blog Senyum Syukur -
My Note: Tenggelamnya Kapal Van der Wijck
Bismillah...
Assalamu'alaikum...
Kali ini saya mau berbagi cerita mengenai sebuah film yang sebenarnya sudah lama sekali ingin saya nonton. Tapi entah mengapa, ada saja alasan yang membuat saya akhirnya belum bisa menonton film tersebut sampai akhir tahun 2015. Tapi ketika melihat di salah satu stasiun TV swasta ada yang menayangkan film bioskop ke layar kaca dalam rangka tahun baru. Yah memang seperti biasa, ketika ada hari-hari tertentu, TV-TV biasanya memang menayangkan Film yang sebelumnya hanya bisa ditonton di bioskop. Ini tentu saja adalah kabar gembira bagi orang-orang yang jarang sekali ke bioskop (termasuk saya) entah itu karena malas, tidak ada uang sampai tidak ada yg menemani (hikss -_-). Tapi semua itu terobati dengan adanya penayangan film bioskop oleh TV swasta.
Assalamu'alaikum...
Kali ini saya mau berbagi cerita mengenai sebuah film yang sebenarnya sudah lama sekali ingin saya nonton. Tapi entah mengapa, ada saja alasan yang membuat saya akhirnya belum bisa menonton film tersebut sampai akhir tahun 2015. Tapi ketika melihat di salah satu stasiun TV swasta ada yang menayangkan film bioskop ke layar kaca dalam rangka tahun baru. Yah memang seperti biasa, ketika ada hari-hari tertentu, TV-TV biasanya memang menayangkan Film yang sebelumnya hanya bisa ditonton di bioskop. Ini tentu saja adalah kabar gembira bagi orang-orang yang jarang sekali ke bioskop (termasuk saya) entah itu karena malas, tidak ada uang sampai tidak ada yg menemani (hikss -_-). Tapi semua itu terobati dengan adanya penayangan film bioskop oleh TV swasta.
Sabtu, 02 Januari 2016
Quote
"Apabila hatimu tidak disibukkan oleh sesuatu yang benar, maka hatimu akan disibukkan oleh sesuatu yang batal. Jika kamu tidak menyibukkan dirimu dengan ketaatan, maka dirimu akan menyibukkanmu dengan kemaksiatan. Seseorang jika menyibukkan dirinya dengan kebaikan, maka ia tidak akan terjerumus ke dalam lembah kemaksiatan."
- Imam Asy-Syafi'i r.a -
- Imam Asy-Syafi'i r.a -
My Note: First Day On January
Bismillah...
Assalamu'alaikum...
Hari pertama di tahun 2016, sekaligus
hari pertama di usia saya yang kini beranjak dewasa (Tidak perlu disebut
usianya, hehe). Di tahun-tahun sebelumnya, hari kelahiran adalah salah satu
hari yang saya tunggu-tunggu. Karena bisa dipastikan akan mengalir ucapan2
selamat ulang tahun dari teman-teman. Tapi tahun ini berbeda, hati saya justru
tidak lagi mengistimewakan hari kelahiran saya sendiri. Karena ketika mulai
sedikit demi sedikit mempelajari islam dengan lebih baik, dan pelan-pelan
mencoba menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Akhirnya hal ini pun
berpengaruh dengan cara pandang saya terhadap sesuatu, salah satunya tentang hari
lahir. Ketika hari kelahiran kita tiba, maka itu berarti jatah hidup di dunia
ini berkurang. Lantas, apa yang seharusnya saya lakukan? Saya merenungi diri;
bermuhasabah. Mengingat saya hanyalah manusia biasa yang tak luput dari
kesalahan-kesalahan, entah itu yang saya sadari maupun tidak. Moment hari
kelahiran di tahun ini saya jadikan sebagai moment untuk memperbaiki diri,
berusaha mengubah apa yang tadinya kurang baik menjadi lebih baik. Dan di hari
kelahiran saya, satu-satunya orang yang paling bersemangat untuk menyambutnya
adalah Mama saya tercinta. Mama sampai bela-belakan memasak makanan yang
enak-enak sebagai bentuk rasa syukur (kata Mama). Padahal saya sudah sempat
bilang kalau tidak perlu repot-repot. Tapi bagi mama ini adalah bentuk rasa syukurnya,
bahwa anaknya kini masih diberi kesehatan dan umur panjang di usia yang
sekarang. Mama memang selalu jadi yang terbaik. Love you, Mom...
Kamis, 31 Desember 2015
My Note: Secercah Harapan untuk Masa Depan
Tak terasa sudah memasuki penghujung tahun 2015. Rasanya baru kemarin mendengar suara petasan dan kilauan cahaya kembang api di atas langit sebagai pertanda malam tahun baru (pergantian dari tahun2014 menuju tahun 2015). Waktu begitu cepat berlalu. Tapi ada harapan di dalam hatiku yang sampai saat ini masih terus menganggu. Harapan itu begitu sederhana. Tapi, untuk seseorang yang hidup dalam keluarga yang sedang ditimpa cobaan sepertiku, rasanya harapan itu terlalu besar bahkan kadang sangat jauh untuk kuraih. Harapan itu begitu indah menancap di hatiku, harapan yang selalu
membuatku merasa bahwa hidupku masih pantas diperjuangkan. Harapan bahwa ada masa depan cerah yang sedang menanti di depan sana. Ahhh lagi-lagi idealisme -_-
Belakangan ini hatiku seperti dihujam pisau yang tajam. Sakit sekali. Rasanya tidak ingin lagi menghadapi kenyataan apa yang ada di depan mata. Ketika fikiran berusaha keras membuang semua idealisme tentang harapan itu dan menggantinya dengan realitas. REALITAS bahwa harapan itu hanya untuk orang-orang yang keluarganya begitu mendukungnya, hanya untuk orang-orang yang beban fikirannya hanya sebatas bagaimana caranya menyelesaikan satu jenjang pendidikan di bangku kuliah daan meraih gelar lalu memperoleh pekerjaan yang lebih baik.
Rabu, 30 Desember 2015
My Notes: Surat Untuk Jodoh Pilihan Allah
Dear jodohku...
Dirimu masih menjadi misteri
Aku tak tahu seperti apa kamu
Aku tak tahu bagaimana rupamu
Aku tak tahu akhlak dan kepribadianmu seperti apa
Dirimu masih menjadi misteri
Aku tak tahu seperti apa kamu
Aku tak tahu bagaimana rupamu
Aku tak tahu akhlak dan kepribadianmu seperti apa
Tapi izinkan aku berharap pada Allah
agar dirimu adalah seseorang yang mencintai Allah lebih dari apapun
agar dirimu adalah seseorang yang selalu merindukan Rasulullah
agar dirimu adalah seseorang menghargai kedua orang tuamu
agar dirimu adalah seseorang yang sadar bahwa bekerja adalah bentuk ibadah
[Event 13] Ibu Dalam Balutan Rindu
Bismillah.
Assalamu'alaikum...
Saya kembali mengikuti Event antologi puisi “Ibu Dalam Balutan Rindu Jilid 2” yang diselenggarakan oleh FAM PUBLISHING. Dan Alhamdulillah Naskah saya diterima. Tinggal menunggu bukunya terbit. Dan di bawah ini adalah puisi yang saya kirimkan.

