Rabu, 30 Desember 2015

[Event 13] Ibu Dalam Balutan Rindu

Bismillah.
Assalamu'alaikum...

Saya kembali mengikuti Event antologi puisi “Ibu Dalam Balutan Rindu Jilid 2” yang diselenggarakan oleh FAM PUBLISHING. Dan Alhamdulillah Naskah saya diterima. Tinggal menunggu bukunya terbit. Dan di bawah ini adalah puisi yang saya kirimkan.


Rindu Yang Tak Terucap
Oleh: Nirwana Fitria

Tak semua rasa mampu terucap oleh kata
Kadang rasa itu hanya cukup tersimpan di hati
Karena waktu kadang tak bersahabat
Membuat keadaan selalu saja tidak tepat
Padahal rasa itu sangat indah
Sebuah rasa yang mampu menggugah jiwa
Tatkala sebuah ketulusan ikut di dalamnya
Bersama dengan kejujuran hati
Rasa itu tak meminta apapun
Rasa itu hanya ingin tersampaikan
Sampai kepada seseorang yang istimewa
Rasa itu bernama kerinduan
Rindu akan dekapan dan perhatian
Dari seseorang yang kusebut ibu
Ibu yang kini sibuk mengurusi adik-adikku
Ibu yang kini perhatian dan kasih sayangnya terbagi-bagi
Mungkin salah jika aku cemburu, terlebih itu pada adik-adikku
Tapi aku juga tidak bisa berbohong
Bahwa hatiku juga merindukan ibu
Ibu… Aku kini sudah dewasa
Yang mungkin tak bisa lagi bermanja-manja denganmu
Tapi izinkan aku mengungkapkan kerinduan ini
Kerinduan yang seringkali menyiksaku
Bisakah ibu meluangkan sedikit waktu untukku?
Agar aku tahu bahwa aku masih anak ibu…


Merindukannya
Oleh: Nirwana Fitria
Kutahu bebannya cukup berat
Kusadar hatinya jarang berbahagia
Kulihat raut kesedihan dari wajahnya
Kudengar suara tangisnya yang tertahan
Kurasakan perubahan besar di dirinya

Semua terasa aneh bagiku
Aku seperti tak mengenalnya
Dulu ia tak pernah marah padaku
Bahkan membentak pun tidak
Tapi sekarang semua berbalik
Teriakan marahnya membuatku takut
Tatapan matanya membuatku sesak
Nyaris tak nampak sinar kasih sayangnya

Aku benci perubahannya
Aku marah dengan semua ini
Beban hidup seoalah mengubahnya
Ia terlihat seperti orang asing

Aku rindu kelembutannya
Aku rindu kehangatan peluknya
Aku rindu tatapan penuh kasihnya
Oh Ibu… Bisakah engkau kembali seperti dulu?
Kembali menjadi Ibu yang penuh kelembutan


Share:

0 komentar:

Posting Komentar