Bismillah...
Assalamu'alaikum...
Memasuki bulan desember ini berarti sudah tidak lama lagi
akan diadakan Pilkada di berbagai daerah di seluruh Indonesia, tak terkecuali
daerah saya juga. Sulawesi Tenggara.
Beberapa hari yang lalu, di pagi hari yang cerah. Saat tubuh
rasanya masih terlalu sulit untuk bangun, hehehe. Telinga saya tidak sengaja
mendengar suara yang asalnya adalah dari radio yang sedang diputar oleh bapak.
Entah mengapa bapak seperti hobi skali menyetel radio. Biasanya beliau menyetel
radio untuk sekedar mendengarkan lagu-lagu nostalgia yang saya pun tidak tahu
lagu apa
itu. Maklum beda jaman, hehehe. Dan tidak jarang juga bapak menyetel radio untuk mendengar berita-berita di daerah kami. Yah seperti yang terjadi di pagi hari tepatnya tanggal 2 desember 2015.
itu. Maklum beda jaman, hehehe. Dan tidak jarang juga bapak menyetel radio untuk mendengar berita-berita di daerah kami. Yah seperti yang terjadi di pagi hari tepatnya tanggal 2 desember 2015.
---- Kampanye politik adalah sebuah upaya yang terorganisir bertujuan untuk memengaruhi proses pengambilan keputusan para pemilih dan kampanye politik selalu merujuk pada kampanye pada pemilihan umum (Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas) ----
"Jika saya terpilih, saya akan berusaha menyejahterakan
masyarakat menengah ke bawah. Saya akan berusaha membuat agar kehidupan
masyarakat menjadi lebih baik........"
Kurang lebih seperti itulah kalimat-kalimat janji yang terdengar di radio
yang di kampanyekan oleh salah seorang calon yang akan maju dalam Pilkada nanti. Dan saya pun lupa namanya siapa. Toh, bukan itu pokok masalah yang akan saya bahas dalam tulisan kali ini. Ada yang lebih penting dari sekedar nama. Iyah, apalagi kalau bukan Janji-janji manis yang para calon itu kampanyekan.
Kurang lebih seperti itulah kalimat-kalimat janji yang terdengar di radio
yang di kampanyekan oleh salah seorang calon yang akan maju dalam Pilkada nanti. Dan saya pun lupa namanya siapa. Toh, bukan itu pokok masalah yang akan saya bahas dalam tulisan kali ini. Ada yang lebih penting dari sekedar nama. Iyah, apalagi kalau bukan Janji-janji manis yang para calon itu kampanyekan.
Ah, rasanya begitu malas mendengar segudang janji-janji.
Bukan karena saya membenci mereka. Bukan sama sekali. Tapi karena rasanya
terlalu banyak janji yang dijanjikan pada kami, rakyat.
Apakah salah jika hati seperti tidak ada niat untuk sekedar mendengar janji-janji itu dan mungkin menyimpannya dalam fikiran untuk kemudian ditunggu di kemudian hari apakah janji-janji itu memang benar-benar dibuktikan atau hanya akan menguap begitu saja?
Apakah janji-janji itu akan mampu terealisasi?
Ataukah semuanya akan menguap bagai angin lalu yang seolah terlupakan begitu saja seiring dengan jabatan dan kekuasaan yang sudah berada di genggaman. Entahlah....
Saya tidak mau menduga-duga, takutnya jadi su'udzon.
Dalam agama kan kita diajarkan untuk berperasangka baik. Iyakan?
Duhai para calon pemimpin
Yang sebentar lagi akan memegang amanah rakyat
Dengarlah suara kami
Suara yang kadang tak pernah tersampaikan
Suara yang bahkan tak ber-Volume
Dengarlah kami
Kami tak pernah menuntut apapun dari kalian
Kami tak pernah meminta kalian membuat janji
Kalian lah yang membuat janji-janji kepada kami
Kalian lah yang begitu semangat berjanji
pada setiap kampanye kalian
Kalian lah yang semangat untuk membuat keadaan kami lebih baik
Tahu kah kalian duhai calon pemimpin?
Kami rakyat kecil ini
menaruh harapan yang begitu besar pada kalian
Kami menyimpan secercah harapan untuk
kehidupan yang lebih baik, seperti yang kalian janjikan
Kami ingin menikmati hidup ini dengan
segala keterbatasan yang kami miliki
tanpa perlu dibebani dengan sesaknya kesulitan yang dibuat-buat
oleh oknum-oknum yang berkuasa
Kami lelah, kami jenuh...
beban kami sudah terlalu banyak.
Jadi tolonglah duhai calon pemimpin
Ingatlah semua janji-janji kalian
Ingatlah semua perkataan kalian
Ingatlah bahwa tujuan kalian bukanlah kekuasaan
Ingatlah bahwa kalian memikul amanah dari kami
Ingatlah bahwa apapun yang kalian kerjakan
akan dimintai pertanggung jawabannya nanti
iyah, nanti kelak pada hari dimana semua hal dimintai pertanggung jawaban
Ketika tangan, kaki berbicara
Ketika mulut tak dapat lagi berkata atau bahkan
sekedar menutupi apa yang sebenarnya terjadi....
Kami mengingatkan ini bukan untuk menakut-nakuti
Justru kami peduli pada kalian....
Jagalah amanah kami
Tuntaskanlah janji-janji kalian nanti
Semoga pemilihan nanti berjalan lancar.
Semoga tidak ada kerusuhan apapun
Dan semoga pemimpin yang diberi amanah
bisa menjalankan amanah itu sebaik-baiknya.
Ada banyak ayat-ayat yang mengingatkan kita manusia agar selalu mengingat Allah dimana pun
dan kapan pun, agar kita senantiasa berada di jalan yang benar. jalan yang diridhoi oleh-Nya.
Dan mungkin kedua ayat ini bisa menjadi perenungan untuk semuanya, termasuk saya.
"Dan kepada setiap jiwa diberi balasan dengan sempurna sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya
dan Dia lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan." (QS. Az-Zumar ayat 70)
Apakah salah jika hati seperti tidak ada niat untuk sekedar mendengar janji-janji itu dan mungkin menyimpannya dalam fikiran untuk kemudian ditunggu di kemudian hari apakah janji-janji itu memang benar-benar dibuktikan atau hanya akan menguap begitu saja?
Apakah janji-janji itu akan mampu terealisasi?
Ataukah semuanya akan menguap bagai angin lalu yang seolah terlupakan begitu saja seiring dengan jabatan dan kekuasaan yang sudah berada di genggaman. Entahlah....
Saya tidak mau menduga-duga, takutnya jadi su'udzon.
Dalam agama kan kita diajarkan untuk berperasangka baik. Iyakan?
Duhai para calon pemimpin
Yang sebentar lagi akan memegang amanah rakyat
Dengarlah suara kami
Suara yang kadang tak pernah tersampaikan
Suara yang bahkan tak ber-Volume
Dengarlah kami
Kami tak pernah menuntut apapun dari kalian
Kami tak pernah meminta kalian membuat janji
Kalian lah yang membuat janji-janji kepada kami
Kalian lah yang begitu semangat berjanji
pada setiap kampanye kalian
Kalian lah yang semangat untuk membuat keadaan kami lebih baik
Tahu kah kalian duhai calon pemimpin?
Kami rakyat kecil ini
menaruh harapan yang begitu besar pada kalian
Kami menyimpan secercah harapan untuk
kehidupan yang lebih baik, seperti yang kalian janjikan
Kami ingin menikmati hidup ini dengan
segala keterbatasan yang kami miliki
tanpa perlu dibebani dengan sesaknya kesulitan yang dibuat-buat
oleh oknum-oknum yang berkuasa
Kami lelah, kami jenuh...
beban kami sudah terlalu banyak.
Jadi tolonglah duhai calon pemimpin
Ingatlah semua janji-janji kalian
Ingatlah semua perkataan kalian
Ingatlah bahwa tujuan kalian bukanlah kekuasaan
Ingatlah bahwa kalian memikul amanah dari kami
Ingatlah bahwa apapun yang kalian kerjakan
akan dimintai pertanggung jawabannya nanti
iyah, nanti kelak pada hari dimana semua hal dimintai pertanggung jawaban
Ketika tangan, kaki berbicara
Ketika mulut tak dapat lagi berkata atau bahkan
sekedar menutupi apa yang sebenarnya terjadi....
Kami mengingatkan ini bukan untuk menakut-nakuti
Justru kami peduli pada kalian....
Jagalah amanah kami
Tuntaskanlah janji-janji kalian nanti
Semoga pemilihan nanti berjalan lancar.
Semoga tidak ada kerusuhan apapun
Dan semoga pemimpin yang diberi amanah
bisa menjalankan amanah itu sebaik-baiknya.
Ada banyak ayat-ayat yang mengingatkan kita manusia agar selalu mengingat Allah dimana pun
dan kapan pun, agar kita senantiasa berada di jalan yang benar. jalan yang diridhoi oleh-Nya.
Dan mungkin kedua ayat ini bisa menjadi perenungan untuk semuanya, termasuk saya.
"Dan kepada setiap jiwa diberi balasan dengan sempurna sesuai dengan apa yang telah dikerjakannya
dan Dia lebih mengetahui apa yang mereka kerjakan." (QS. Az-Zumar ayat 70)
"Dia mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi dan mengetahui apa yang kamu rahasiakan
dan apa yang kamu nyatakan. Dan Allah Maha mengetahui segala isi hati." (QS. At-Tagabun ayat 4)
0 komentar:
Posting Komentar