![]() |
| My Photo |
Ketika malam mulai menyapa.
Ketika itu pula perasaan tersebut kembali datang.
Perasaan yang seringkali mengganggu fikiran
Bukan karena sepi, bukan pula karena bosan
Apalagi hampa. Bukan sama sekali.
karena setahu saya, perasaan itu indah.
Indah sekali.
Ketika itu pula perasaan tersebut kembali datang.
Perasaan yang seringkali mengganggu fikiran
Bukan karena sepi, bukan pula karena bosan
Apalagi hampa. Bukan sama sekali.
karena setahu saya, perasaan itu indah.
Indah sekali.
Perasaan itu pernah saya rasakan bahkan hingga sekarang
Meskipun tak seindah sewaktu saya kecil
Cinta dan Kasih sayang.
tapi bukan dari seseorang yang mereka sebut, pacar.
Melainkan dari sosok seorang Bapak.
Iyah, lelaki pertama dalam hidup saya.
Tapi masa itu sudah berlalu, saya bukan lagi anak kecil
Yang bisa bersandar padanya ketika lelah, letih dengan kehidupan ini.
Hingga akhirnya saya sadar.
Perasaan yang mengganggu itu karena saya memang masih berharap.
berharap bisa menemukan ataupun ditemukan
Oleh seseorang yang mau menyediakan bahunya sebagai sandaran.
Seseorang yang bisa mengambil alih posisi Bapak.
Entah kapan. Saya pun tak tahu.
Yang saya tahu. Nama seseorang itu sudah tertulis di Lauhul Mahfudz bersama
nama saya.
Yang saya yakini. Seseorang tsb juga sedang menjaga hatinya.
Entah siapa seseorang itu.
Saya pun tak tahu.
--- hanya sebuah coretan hati
Bukan keluhan, bukan ocehan tanpa makna.
hanya beberapa baris kalimat yang muncul dari hati yang terdalam.

0 komentar:
Posting Komentar