Senin, 28 Desember 2015

My Note: Jangan Mencintai Harapan!


Sumber Gambar: FanPage Mario Teguh

Acara Mario Teguh Super Show (MTSS) di MNCTV pada hari Minggu, 27 Desember 2015 bertema "You can't Hurry Love" yang artinya kurang lebih "Kamu tidak bisa terburu-buru mencintai"
 
Sungguh tema tersebut sangat menarik, dan ternyata benar bahwa tema tersebut membahas banyak hal tentang cinta. Dalam salah satu segmen ada pembahasan mengenai kekecewaan yang sering dialami akibat mencintai harapan kita tentang seseorang, bukan mencintai "Orangnya".

Saya seperti tersindir dengan pembahasan tersebut, entah karena memang ada pengalaman pribadi atau karena hal lainnya hehehe...

Setiap orang mempunyai konsepnya masing-masing tentang sosok ideal (menurutnya), dan konsep itulah yang akhirnya menjadi harapan. Ketika bertemu dengan seseorang yang "kelihatannya" memenuhi kriteria sosok idealnya, maka mulailah timbul perasaan hingga kemudian menjadi sepasang kekasih. Seiring berjalannya waktu, ketika sosok yang tadinya begitu ideal dan sesuai dengan harapannya itu ternyata memiliki sisi-sisi yang sebenarnya jauh dari apa yang diharapkan, otomatis kekecewaan akan muncul tanpa diminta.
Kekecewaan itu perlahan-lahan akan membuat seseorang menyalahkan pasangannya karena tidak bisa menjadi seperti apa yang ia harapkan, padahal jika mau difikir lagi. Sebenarnya yang salah bukanlah pasangannya, tetapi dirinya sendiri. Karena tanpa ia sadari ternyata seseorang itu mencintai konsep yang akhirnya menjadi harapannya pada pasangannya. Ia lupa bahwa pasangannya bukanlah orang yang terlahir untuk menjadi apa yang ada dalam harapannya. Pasangannya adalah orang yang mempunyai sisi-sisi tersendiri. 

Jika memang seseorang BUKAN mencintai harapan, maka ia pasti akan bisa menerima setiap sisi/hal dalam diri pasangannya, karena memang dasarnya adalah mencintai "orangnya" bukan harapanya terhadap pasangannya.

"Kita sering kecewa, karena mencintai harapan kita tentang seseorang, bukan karena betul-betul mencintai orangnya" -- Mario Teguh

Pembahasan tersebut mengingatkan saya dengan salah satu Quote dari Kahlil Gibran. Dan menurut saya, Quote tersebut maksudnya kurang lebih sama dengan Quote Mario Teguh di atas.

"Ketika aku berdiri bagaikan sebuah cermin jernih di hadapanmu, kamu memandang ke dalam diriku dan melihat bayanganmu. Kemudian kamu berkata 'aku cinta kamu'. Tetapi sebenarnya, kamu mencintai
dirimu dalam diriku"
 
Ketika seseorang mencintai pasangannya karena pasangannya tersebut memiliki hal-hal yang sama dengan dirinya atau mungkin sesuai dengan apa yang ia inginkan/harapkan, sebenarnya seseorang tersebut tidaklah benar-benar mencintai diri pasangannya, yang ia cintai adalah pantulan dirinya
yang ada di diri pasangannya (harapannya ada di diri pasangannya) sehingga ia
mencintai pasangannya.


Itu penjelasan menurut saya pribadi, mungkin orang lain memahaminya lain. Tapi yah memang setiap orang punya hak untuk memahami sesuai apa yang ia yakini. Tapi apapun itu, semoga kita bisa mengambil hal-hal baik dari apa yang kita baca, apa yang kita lihat. Aamiin.

Share:

0 komentar:

Posting Komentar