Ketika
kita menolong seseorang atau memberi bantuan berupa dukungan saat tak ada lagi
manusia yang bersedia menyediakan tangan untuk membantu, maka akhirnya niat kebaikan
itu akan dipertanyakan?
Apakah
kita itu benar-benar tulus
atau justru kita mengharapkan imbalan (pamrih) ?
atau justru kita mengharapkan imbalan (pamrih) ?
Apalagi
di jaman ini, yah jaman ini.
Di
jaman ketika harga dan rupa dipuja.
Di
jaman ketika segalanya harus ada imbalannya.
Rasanya begitu indah ketika niat kebaikan itu benar2 tulus.
Rasanya begitu indah ketika niat kebaikan itu benar2 tulus.
Bukan
kebaikan yang justru mengharapkan balasan setimpal.
Karena ketika kita tidak mendapatkan balasan apapun,
kebaikan
itu tetap bernilai, tetap indah, tetap berkesan.
Sekalipun
kebaikan itu sudah dilupakan oleh si penerimanya.
Karena
hati ini percaya, sekecil apapun kebaikan itu,
Tetap sudah tertulis, sudah terlihat oleh sang Maha
Kaya, Sang Maha pemilik Kehidupan.
Siapa lagi kalau bukan Allah SWT; dzat yang Maha Sempurna.
Siapa lagi kalau bukan Allah SWT; dzat yang Maha Sempurna.
0 komentar:
Posting Komentar