Rabu, 18 November 2015

My Note: Bekam; Pengobatan Alternatif yang Penuh Manfaat

Darah kental setelah disedot dengan alat bekam.



Bismillah…
Assalamu’alaikum…

Pada tulisan kali ini saya ingin sedikit berbagi tentang pengalaman pribadi saya. Saya pernah mengalami sakit kepala hebat yang cukup lama membuat saya sering menangis saking tidak kuatnya menahan rasa sakit di kepala itu. Sakit kepala yang saya derita di mulai waktu saya masih SMP. Sakitnya sering tiba-tiba datang tanpa meminta izin terlebih dahulu -_- Saya pun sudah

mencoba berobat ke beberapa klinik yang memang spesialis mengatasi bagian kepala. Tapi tetap saja sakit kepala saya tak kunjung sembuh. Dan saya tidak berhak menyalahkan medis, karena biar bagaimana pun mereka yang bertugas dalam dunia medis sudah berusaha semampu mereka. Dan yang namanya pengobatan medis memang tidak bisa jauh dari yang namanya obat-obatan. Yah, setiap kali memeriksakan diri ke beberapa klinik, setiap pulang pasti dikasih resep obat yang harus ditebus di apotek.


Singkat cerita, karena sudah beberapa klinik yang saya kunjungi dalam rangka ikhtiar mencari pengobatan untuk sakit kepala saya. Akhirnya saya ada di satu titik, dimana saya rasanya sudah lelah. Sudah capek. Sewaktu lulus SMP dan mulai masuk SMK, sakit kepala saya sudah mulai berkurang, meskipun masih tetap ada. Tapi tidak separah waktu SMP. Dan hingga suatu ketika, entah dapat inspirasi darimana saya teringat dengan salah satu pengobatan ala Nabi yang biasa disebut BEKAM. Awalnya saya tahu istilah bekam itu dari bapak. Karena bapak saya pernah beberapa kali menjalani proses bekam. Tapi, karena bekam yang dijalani bapak saya itu adalah di bagian punggungnya, makanya saya sama sekali tidak terfikirkan untuk menjalani bekam di bagian kepala saya.

Dan Allah SWT pun menunjukkan jalan-Nya. Akhirnya saya pun bisa menjalani pengobatan ala Nabi yang bernama bekam itu. Dan setelah membaca dari beberpa artikel, ternyata memang benar bahwa bekam itu sudah dikenal sejak zaman Nabi. Dan Rasulullah pun sering menjalani proses bekam untuk penyembuhan. MasyaAllah.

** Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas:
 
Bekam (Arab: الحجامة; al-hijamah) adalah metode pengobatan dengan cara mengeluarkan darah statis (kental) yang mengandung toksin dari dalam tubuh manusia. Berbekam dengan cara melakukan pemvakuman di kulit dan pengeluaran darah darinya. Pengertian ini mencakup dua mekanisme pokok dari bekam, yaitu proses pemvakuman kulit kemudian dilanjutkan dengan pengeluaran darah dari kulit yang telah divakum sebelumnya.

Keutamaan dan manfaat bekam
Menurut keyakinan umat Muslim, bekam adalah salah satu pengobatan yang paling ideal bagi mereka,[2] dan terbaik[3] bagi umat Nabi Muhammad, kemudian didalam berbekam terkandung kesembuhan[4][5][6][7][8][9] dan terdapat kebaikan.[10]
Berbekam sangat pula diyakini oleh umat Muslim dapat meringankan otot yang kaku dan mempertajam pandangan mata orang yang di bekam.[11][12][13] Berbekam itu diyakini pula menjadi penetral ketegangan emosi seseorang,[14] kemudian perintah berbekam sendiri menurut kisah dari Abdullah bin Mas'ud adalah anjuran dari para malaikat ketika Muhammad sedang Mi'raj ke Sidrat al-Muntaha.[15][16][17][18]  ***

Untuk penjelasan lebih utuh tentang bekam, silahkan kunjungi link ini: https://id.wikipedia.org/wiki/Bekam
 

Dan Alhamdulillah berkat izin Allah, akhirnya sakit kepala saya hampir tidak pernah lagi muncul setelah saya berobat dengan pengobatan BEKAM. Dan pada saat proses bekam, saya memang melihat darah yang dikeluarkan dari kepala saya cukup kental dan berwarna hitam. Dan di dalam proses bekam, darah yang keluar hanya darah kotor saja. Ingat, hanya darah kotor. Makanya darah yang bersih tidak ikut keluar bersama darah yang kotor tersebut.

Cerita tersebut adalah pengalaman nyata yang saya alami sendiri. Dan saya sangat bersyukur sudah bisa menjalani hidup tanpa terbebani dengan sakit kepala yang cukup menyiksa fisik dan batin saya. Dan semoga saja sakit kepala seperti itu tidak pernah lagi saya rasakan.
Aamiin yaa Robbal'Aalaamiin

Share:

0 komentar:

Posting Komentar