Lomba Puisi bertema
"Ayah di Bahumu Aku Bersandar"
Yang diadakan oleh
Penerbit Fam Publishing
Dan inilah puisi yang
saya kirimkan:
PUISI PERTAMA
Bahu Kokoh Ayah
Oleh: Nirwana Fitria
Oleh: Nirwana Fitria
Raut wajahmu mulai berubah tatkala usia semakin menua
Uban di rambutmu terlihat banyak pertanda usia yang tak lagi
muda
Beban yang kau pikul mungkin memang sangat berat
Tapi entah mengapa tawamu masih terdengar begitu renyah
Rasanya baru kemarin aku berpangku manja di pangkuanmu
sebagai gadis kecilmu
Tapi lihatlah sekarang, Ayah…Gadis kecilmu ini sudah mulai
dewasa
Ingin rasanya ku angkat semua bebanmu
Tapi apa daya sedangkan aku pun belum mampu
Bahkan hidupku masih bergantung padamu
Kadang aku ingin berbagi cerita padamu
Tapi aku tak tega jika harus menambah bebanmu
Dengan berbagai masalah hidupku
Seandainya boleh aku meminta sedikit waktumu
Setidaknya agar aku bisa bersandar di bahu kokohmu
Ayah, izinkanlah aku memelukmu untuk sejenak merasakan
kehangatan masa kecilku
Masa di mana aku dengan mudah bisa lari ke dalam pelukanmu
ketika menangis
Sampai saat ini belum ada bahu seperti bahumu
Bahu yang nyaman sebagai tempat sandaranku
Semoga saja suatu saat nanti aku bisa menemukan seseorang
Yang akan menggantikan tugasmu untuk menjagaku
Sekaligus bersedia menyediakan bahunya untuk tempatku
bersandar
PUISI KEDUA
Pengorbanan yang Tak
Terlihat
Oleh: Nirwana Fitria
Oleh: Nirwana Fitria
Ucapannya mungkin tak sebanyak ibu
Aku bahkan sering mengabaikannya
Karena yang ku lihat peduli hanya ibu
Nasehatnya mungkin tak sehebat ibu
Air matanya juga tak pernah ku lihat
Hingga hatiku sering acuh padanya
Karena ku fikir hanya ibu yang menyayangiku
Kasih sayangnya mungkin tak sebesar ibu
Cintanya juga tak mampu mengalahkan cinta ibu
Hingga hatiku lebih berat pada ibu, bukan padanya
Dialah ayah…
Ucapannya hanya beberapa kata
Nasehatnya hanya beberapa kalimat
Air matanya pun hampir tak pernah terlihat
Kasih sayangnya dan Cintanya kalah dengan ibu
Tapi aku melupakan satu hal
Aku lupa bahwa keringat ayah adalah saksi semua
pengorbanannya
Pengorbanan untuk menghidupi kami
Pengorbanan yang tak terlihat oleh mataku
Kasih sayang dan cintanya tak bisa diukur
Karena semua yang ia lakukan begitu tulus dari hatinya
Ayah… Maafkan aku yang selalu mengabaikan pengorbananmu
Aku ingin menempatkanmu tepat di sebelah ibu, di hatiku…
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus