![]() |
| Foto Nirwana Fitria |
Mulutku terdiam
Badanku juga hanya bisa diam
Kakiku tak tahu akan melangkah kemana
Hingga terkadang pandangan mataku kosong
Entah menerawang kemana
Setelah semua pekerjaan dalam rumah selesai ku kerjakan
Aku memang sering seperti itu; terdiam.
Kadang hanya beberapa menit, tak sampai berjam-jam
Hanya fikiran di hatiku yang ingin lari
Ingin lari sejauh-jauhnya
Melepaskan diri dari cengkraman waktu
Ingin rasanya memaki diriku ketika sedang terdiam
Tapi fikiran dan hatiku sering kalah
Tersungkur dalam berjuta perasaan bersalah
Terjebak dalam emosi terpendam
Kekecewaanku pada semuanya
Seringkali membuatku tega menghukum diri sendiri
Menarik diri dari hiruk-pikuk dunia nyata bahkan dunia maya.
Apakah aku pengecut?
Atau terlalu takut menghadapi kenyataan
Entahlah…
Aku pun bingung hendak menyebutnya apa
Fikiran dan hatiku sedang berlawanan
Saat fikiran mencoba lari sejauh mungkin
Hatiku justru sedang jatuh ke dasar terdalamnya
Hingga dalam 1 waktu
Aku harus merasakan 2x rasa sakit
Sakit karena fikiran terlalu jauh pergi dari kenyataan
Dan sakit karena hatiku seperti terluka dengan luka yang
menganga
Aku sulit menjelaskan semua ini
Karena aku pun tak tahu mengapa aku bisa ada di posisi ini
Satu-satunya yang mampu menjernihkan keadaanku
Adalah Ayat-ayat suci Al-Qur’an yang setiap hurufnya seperti
jadi obat untukku
Untuk segala kekacauan ini
Aku hanya minta
Berdamailah wahai hati, fikiran dan diriku sendiri
Aku lelah harus membagi diri
Aku ingin utuh dalam 1 pribadi

0 komentar:
Posting Komentar